SMK PIM Produksi Sabun Organik Murah Menyehatkan

SMK Putra Indonesia Malang (PIM), memroduksi sabun organik yang 97 persen berbahan baku lokal. Diantaranya, ada yang berbahan madu dari Gunung Kawi dan susu kambing Etawa dari Peternakan di Singosari. Menariknya lagi, meski bahan bakunya berkualitas, tapi harga sabun tersebut dijual murah.

Sabun Organik PIM saat ini, mulai dikenal di masyarakat, karena kualitas produk dan harganya yang murah. Dalam sehari, bisnis centre PIM, bisa memproduksi hingga 200 batang sabun. Untuk ukuran unit produksi sekolah, jumlah tersebut bisa dibilang relatif besar.
’’Kami masih memesan alat cetakan baru, supaya produksinya bisa ditingkatkan. Permintaan terus meningkat,’’ ungkap Ketua Bisnis Centre SMK PIM, Iwan Setyawan, kepada Malang Post.
Sabun organik, diproduksi sejak setahun lalu. Kandungannya dibuat berbeda dengan yang ada di pasaran. Termasuk kandungan bahan kimiawi yang diminimalisir.
Meski demikian, formulasi sabun ramah lingkungan tersebut, juga sukses menghasilkan busa melimpah. Sebab bagaimana pun sabun selalu identik dengan busa dan biasanya busa tersebut dihasilkan dari campuran bahan kimiawi.
’’Busa biasanya dihasilkan dari bahan kimiawi. Tapi kami menggantinya dengan minyak degan (kepala muda, Red.),’’ ungkapnya.
Soal kandungan bahan lokal, seperti madu dan susu kambing Etawa, menurutnya bukan hal sulit untuk mendapatkannya. Karena bahan tersebut, pada dasarnya banyak didapatkan di Malang.
Hanya saja, ia mengaku cukup selektif dalam pemilihan bahan. Susu kambing Etawa misalnya, tak diambil dari sembarang kambing. Tapi yang makannya rumput alami. Selain itu, madu yang dipilih juga bukan sembarang madu, agar tidak tercampur dengan yang palsu.
’’Kami juga sedang menyiapkan formula baru dengan bahan propolis, yang fungsinya untuk kesehatan dan anti penuaan dini,’’ kata dia.
Saat ini, jenis sabun yang diproduksi, ada lima jenis dengan fungsi masing-masing yang berbeda. Sabun madu, berfungsi untuk menghilangkan flek hitam, sabun susu untuk mencerahkan kulit.
Sedangkan sabun rumput laut, untuk pencerah dan menghaluskan kulit, sabun sereh untuk anti oksidan. Ada pula sabun Papaya untuk mencerahkan kulit. Bentuk sabun juga akan dikembangkan tak hanya berbentuk kotak seperti sekarang ini.
Racikan bahan istimewa yang dipergunakan dalam sabun tersebut, tak membuat harganya selangit. Untuk satu potong sabun hanya dijual Rp 3.000 saja. Bahkan diawal produksi sabun tersebut dijual hanya Rp 1.500 saja.
’’Target kami bukan untuk komersil. Karena itulah harganya tidak mahal walau kualitas produknya setara dengan sabun yang mahal,’’ tegasnya.
Disinggung soal jaminan keamanan produk sabun mereka, Iwan menegaskan, sebelum diluncurkan ke pasar sudah dilakukan uji pasar.
Dan mayoritas konsumen mereka menyatakan puas menggunakan produk tersebut. Bahkan kini banyak alumni yang memilih berwiraswasta dengan menjadi reseller sabun organik tersebut.
Di bisnis centre PIM, sabun organik diproduksi oleh tim khusus. Keterlibatan siswa hanya untuk kegiatan praktikum saja. Formula sabun tersebut diciptakan oleh Iwan dan kini dilatihkan kepada banyak orang di luar sekolah.
’’Saya punya puluhan formula yang siap dijadikan produk dan saya juga menularkan kepada orang lain melalui pelatihan,’’ kata dia.
Pemasaran produk tersebut dilakukannya melalui facebook dan blog. Saat ini jangkauannya selain di Malang, Mataram, Jambi, dan Jakarta. Iwan pun berhasrat untuk mematenkan formula tersebut sehingga menjadi kebanggaan bagi dirinya dan juga sekolah. (lailatul rosida)