Melihat Kerja Tim Perekap Dana Kampanye

MEMERIKSA kelengkapan 499 berkas laporan dana kampanye caleg dan parpol, dengan waktu yang terbatas, bukan pekerjaan mudah. Jika keliru, dampaknya luas. Kendati mengetahui ‘jeroan’ dompet caleg dan parpol, namun mereka tak sembarang mengumbar informasi. Itulah aroma  kerja Tim Help Desk laporan dana kampanye dan caleg. Bagaimana anggota Tim Help Desk KPU Kota Malang itu bekerja?  

Yoga Trianto dan Dian Pitasari, serius mendiskusikan laporan dana kampanye sebuah parpol dan caleg, kemarin siang. Satu per satu lembaran dibelejeti. Belum lama membaca angka, dua staf sekretariat KPU itu, kembali terlibat diskusi serius.
Suasana itu, merupakan suasana rutin tim Help Desk dana kampanye, sejak Minggu (2/3) malam, pasca KPU menutup batas penyerahan dana kampanye periode dua. Yoga dan Dian, adalah dua dari sejumlah petugas, yang ditempatkan di Help Desk dana kampanye.
Berkas laporan dana kampanye milik 499 caleg DPRD Kota Malang, sedang jadi suguhan wajib  tim Help Desk. Tugas utama mereka, merekap sembali memelototi satu per satu laporan dana kampanye.
‘’Harus imbang. Antara yang ditulis dalam formulir dengan kwitansi bukti pengeluaran,’’ kata Yoga Trianto disela kesibukannya. ‘’Ya. Kami harus check list antara yang tertulis dalam formulir dengan kwitansi. Prinsipnya harus lengkap,’’ sambung Dian.
Kendati kerja dikejar tenggat, mereka harus tetap ekstra hati-hati. ‘’Yang pasti harus teliti, cermat,’’ ujar Dian.
Alumnus  FH Unair ini, lalu merinci prosedur kerjanya. Begitu menerima laporan dana kampanye, satu per satu berkas dibuka. Mereka harus meneliti setiap lembaran. Apakah tata urutan laporan sudah selesai atau belum. Jika lembaran laporan tak berurut, maka merekalah yang harus membenahi.
Bayangkan saja, hal itu tidak hanya dilakukan pada setiap laporan dana kampanye dari satu parpol saja. Tetapi laporan dana kampanye semua caleg yang diusung parpol harus diperlakukan sama.
Mememeriksa kelengkapan laporan dana kampanye yang bertumpuk-tumpuk, tak boleh asal-asalan. Dian sangat hati-hati. Jangan sampai keliru melakukan check list dan pemeriksaan berkas. Tak hanya itu saja, mereka juga harus menghitung walau sebenarnya akan dihitung oleh auditor.
‘’Selalu cermat dan teliti, jangan sampai keliru menghitung karena rawan protes. Partai kan punya penilaian atau penghitungan sendiri,’’ terang wanita berjilbab ini.
Yoga Trianto juga mengatakan hal senada. Alumnus Teknik Sipil ITN Malang ini, terlihat tenang saat merekap. Ia serius mencocokan antara jumlah nominal  yang tertulis dalam formulir model DK 13 dengan bukti kwitansi pengeluaran caleg.
Kendati tulisan tangan di kwitansi pengeluaran caleg sulit dibaca, Yoga harus tetap berusaha  untuk mengetahuinya. Kendati dahi harus selalu berkerut-kerut, Yoga tetap tenang di depan tumpukan berkas.  
‘’Mencocokan antara yang ditulis dalam laporan dengan kwitansi. Prinsipnya angka yang tertulis di laporan dan total di kwitansi harus imbang. Memang harus sabar meneliti berkas-berkas ini,’’ kata staf sekretariat KPU ini.
Berkali-kali, mereka harus menghitung kembali semua laporan.  Membolak balik berkas milik satu per satu caleg. Pekerjaan ini belum termasuk pada tahapan perbaikan. Anggota Tim Help Desk juga harus siap melakukan perbaikan laporan.
‘’Kami diberi batas waktu lima hari untuk check list, rekap dan menata laporan dana kampanye,’’ ucap Yoga. Karena itu, kerja diluar jam kerja  tak terhindarkan. ‘’Ya lembur sampai malam,’’ tambah Dian.
Meneliti laporan dana milik caleg, memang harus sabar. Apalagi parpol menyerahkan laporannya pada akhir batas waktu yang ditentukan. Sudah begitu, jumlah anggota Tim Help Desk, tidaklah banyak. Berkas laporan dana kampanye 499 caleg, dikeroyok oleh enam anggota Tim Help Desk.
Kendati mengetahui alur pendapatan dan pengeluaran parpol, mereka tak boleh bicara sembarangan. Sekalipun, laporan dana kampanye, bukan dokumen yang dirahasiakan. Tapi mereka sadar, menceritakan jumlah dana yang dimiliki caleg, bukan ranah anggota tim. Cukup hanya sekadar tahu.
Ketua KPU Kota Malang, Hendry ST MT mengatakan, kerja Tim Help Desk butuh ketelitian dan kesabaran. Jumlah berkas yang diperiksa tidak sedikit. Bayangkan saja, selain jumlah calegnya yang banyak, setiap caleg rata-rasa mengisi enam lembar berkas.
Setelah semua berkas selesai diverifikasi dan dibenahi oleh parpol jika belum lengkap, maka laporan dana kampanye diserahkan ke auditor independen. Disinilah auditor memeriksa  skema keuangan parpol.  (vandri battu)