Mengenal Pendidikan Karakter ala SDN Bandungrejosari 1

Pendidikan karakter, yang dicanangkan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menjadi target pembinaan peserta didik. Semakin kendornya sistem pendidikan karakter, di sekolah, menjadi indikasi, tak banyak sekolah yang berhasil menerapkan program pendidikan ini. Berbagai hal menjadi alasan, diantaranya konsep dan metode pendidikan yang tidak tepat. Lantas bagaimana cara SDN Bandungrejosari, menerapkan pendidikan karakter?

SDN Bandungrejosari 1, adalah satu dari sekian sekolah dasar di Kota Malang, yang konsisten mewujudkan generasi bangsa berkualitas, melalui pendidikan karakter.
Agar pendidikan karakter itu berhasil, haruslah diimplementasikan dengan metode yang efektif, dalam mempengaruhi sikap siswa. Salah satunya, lewat materi keagamaan.
Selama ini, materi itu menjadi program ekstra kurikuler. Ternyata, sangat potensial, dalam memberikan perubahan positif pada siswa. ‘’Jadi akan lebih baik, kalau dimasukkan dalam kurikulum dan menjadi materi harian wajib siswa,’’ ujar Dra Pudji Wahyuni, MKPP., Kepala SDN Bandungrejosari 1.
Dan SDN Bandungrejosari 1, sudah memulai. Beberapa program ekstra, sudah masuk kurikulum dan menjadi materi wajib. Seperti membaca Alquran, perpustakaan berbasis IT dan computer.
Termasuk UKS, yang mengajari siswa, untuk mengerti dalam menjaga kesehatannya, serta dilatih menjadi dokter kecil, seluruhnya telah menjadi materi wajib. Masing-masing 2 jam pelajaran.
Selain itu, kebiasaan-kebiasaan baik, juga dilakukan sebagai aktifitas harian siswa. Semuanya untuk mendukung suksesnya pendidikan karakter. Misalnya salat duha dan salat duhur berjamaah.
‘’Meskipun sekolah dasar umum, kami ingin di usia anak-anak, pondasi karakter diri mereka, sudah tertanam kuat. Kalau selama enam tahun di sekolah dasar terus dilakukan, Insya Allah di jenjang pendidikan selanjutnya, tidak akan ada masalah,’’ ungkap Pudji, sapaannya.      
Ia menegaskan, selain upaya sekolah, juga dibutuhkan dukungan orang tua, untuk selalu bekerjasama dengan guru. Tujuannya, anak-anak juga mendapat bimbingan di luar jam sekolah. Sebab waktu anak-anak, justru lebih banyak di luar sekolah, ketimbang di sekolah sendiri.
Kendati demikian, pantauan sekolah terhadap siswa di luar sekolah, tetap dilakukan. Caranya, memberikan PR, berupa sikap dan pengabdian diri anak, terhadap orang tua.
‘’Pada hari tertentu, kami bawakan buku penilaian untuk ditandatangani orang tua. Media ini, untuk mengetahui tingkat kemampuan anak, dalam bertanggungjawab terhadap tugas yang diberikan guru. Sebab pandidikan karakter itu tindakan. Bukan slogan atau hafalan,’’ tambahnya.
Kedekatan orang tua terhadap anak, lanjut dia, juga sangat berpengaruh terhadap suksesnya pendidikan karakter. Oleh karena itu, wanita kelahiran 1960 ini berharap, orang tua benar-benar memperhatikan anaknya sebaik mungkin.
Bahkan pada hal-hal sepele pun, hendaknya sikap anak mendapatkan perhatian dari orang tua. Termasuk memberikan kata-kata yang mengandung motivasi, agar selalu optimis. Terutama, saat anak melakukan sebuah kebaikan. Akan lebih baik, jika orang tuanya menyampaikan kebanggaanya. Meski hanya berupa beberapa patah kata.
SDN Bandungrejosari 1 sendiri, memiliki dua slogan dalam membina karakter siswa. Pertama, cinta kepada Allah. Slogan pertama ini, dinterpretasikan dalam berbagai sikap siswa dan guru. Seperti mencintai lingkungan, belajar, sayang pada teman, kepedulian, menghagai orang lain, berbakti pada orang tua, hormat pada guru dan sebaginya.
Kedua, mendidik dengan hati. Keberhasilan sebuah proses pendidikan, tidak lepas dari ketulusan dan keikhlasan guru dalam mendididk. Termasuk saat siswa melakukan pelanggaran terhadap aturan sekolah, maupun tugas yang diberikan guru.
Menyikapi hal ini, hendaknya pendidik memberikan pembinaan yang berpengaruh, terhadap perubahan positif peserta didiknya. ‘’Bukan memberikan sanksi fisik, yang malah akan semakin mengkerdilkan mental dan merugikan pada anak,’’ jelasnya.
Dan yang menggembirakan, pembinaan pendidikan karakter di sekolah yang berada di Jalan S Supriadi itu, ternyata berimbas positif terhadap prestasi siswa.
Terbukti, tahun ini, dua siswa SDN Bandungrejosari 1, siap dibina Dinas Pendidikan Kota Malang, untuk melaju ke olimpiade
sains nasional (OSN) tingkat provinsi, setelah keduanya lolos olimpiade matematika tingkat kota.
Beberapa prestasi di bidang non akademik pun, sukses di borong siswa  SDN Bandungrejosari 1, dalam perlombaan tingkat gugus, kecamatan maupun  kota. Seperti lomba seni kreatifitas dan olahraga.
‘’Tentu yang kami inginkan, anak-anak yang tumbuh dengan potensi yang seimbang. Antara akademik maupun non akademik. Meskipun yang kami prioritaskan adalah karakter mereka, untuk cinta kepada Allah dan berbakti kepada orang tua,’’ tuturnya.
Untuk mewujudkan hal itu, perlu sebuah media pendukung, dalam mengaktulisasikan pembelajaran yang efektif. Diantara yang telah dilakukan SDN Bandungrejosari 1, adalah melengkapi sekolah dengan fasilitas memadai.
Seperti pemasangan LCD proyektor, yang dilengkapi dengan perangkat sound system di tiap kelas. Dengan fasilitas tersebut, akan merangsang siswa, untuk terampil dalam mengekspresikan kreatifitas mereka di sekolah. (imm/adv/sir/avi)