Dua Jam Mampu Bongkar Pasang Mesin Kapal

Anak-anak itu, baru kelas XII. Namun, mereka sangat mahir melakukan instalansi alat berat semacam ekskavator, traktor, dan buldoser layaknya insinyur teknik. Keahlian tiga pelajar SMKN 1 Singosari ini, sudah teruji. Yakni dengan meraih Silver Award Heavy Equipment Engineering, dari salah satu produsen alat berat terkemuka.

SIANG itu, para pelajar kelas XII  jurusan teknik alat berat SMKN 1 Singosari, berkumpul di halaman sekolah. Mereka sedang belajar bersama, sebagai persiapan ujian nasional (UN), April mendatang. Diantara mereka, ada yang menjadi sorotan. Yakni Ovvy Wanda Firdanio, Aringga Malga Alfion dan Wahyu Firmansyah.
Ketiganya, pertengahan Februari 2014, berhasil mengantarkan sekolahnya meraih Silver Award Heavy Equipment Engineering, tingkat nasional. Penghargaan tersebut diterima, setelah mereka mengikuti kompetisi alat berat, yang diadakan salah satu produsen alat berat terkemuka, di Cileungsi Kabupaten Bogor.
‘’Pada pertengahan November tahun 2013 lalu, kami ditunjuk oleh sekolah untuk mengikuti kompetisi tersebut,’’ ujar Ovvy Wanda Firdanio mengawali cerita. Mereka pun berkomitmen, untuk memberikan yang terbaik pada ajang tersebut. Berbagai persiapan langsung dilakukan, dalam waktu kurang dari tiga bulan.
Paling utama, melatih kerjasama tim, menambah pengetahuan tentang alat berat dan latihan presentasi. Hingga waktu yang ditunggu itu pun tiba. Tiga hari sebelum pelaksanaan, mereka berangkat menuju lokasi kompetisi.
Kompetisi itu, diikuti SMK di seluruh Indonesia. Baik negeri dan swasta yang mempunyai jurusan teknik alat berat.
Lombapun dimulai. Mereka lolos ke babak 20 besar. Memasuki tahapan 20 besar, persaingan semakin ketat. Tidak mudah mengalahkan SMK-SMK terbaik pada level itu. Namun, hal tersebut tidak membuat mereka minder. Mereka tetap optimis dan bekerja sebagai tim.
Berkat kekompakan dan kerja keras, mereka terus melangkah pada babak-babak di kompetisi tersebut. Hingga mereka dapat berlaga di partai puncak. Babak lima besar.
‘’Suatu yang membanggakan bisa berada pada babak lima besar, bersanding dengan SMK-SMK ternama lainnya,’’ terang Ovvy yang diamini Aringga Malga dan Wahyu Firmansyah.
Di babak lima besar, mereka harus bersaing dengan empat sekolahan yang mempunyai kualitas serta nama. Yakni SMKN 1 Balikpapan, SMKN 7 Tangerang, SMKN 5 Jakarta Barat dan SMKN 1 Makassar. ‘’Pada partai puncak, kami harus melalui tiga tantangan. Ujian tulis, presentasi, dan praktek,’’ kata remaja 16 tahun ini.
Dari semua ujian tersebut, yang paling menegangkan adalah ujian praktek. Bagaimana tidak, mereka harus melakukan remove dan instalasi terhadap engine marine, atau mesin kapal laut. Saat itu, mereka dituntut bisa melepas serta memasang berbagai jenis onderdil hingga mesin tersebut bisa dihidupkan kembali. Beberapa jenis onderdil itu, diantaranya water pump, genset, turbo charger dan sebagainya.
‘’Kami sudah terbiasa membongkar pasang mesin ekskavator. Membongkar dan memasang mesin kapal laut, merupakan tantangan tersendiri,’’ terangnya.
Sebelumnya, mereka sudah melakukan simulasi dengan membongkar mesin kapal laut di Surabaya. Walhasil, mereka berhasil membongkar pasang mesin kapal laut, tidak lebih dari dua jam.
Kesuksesan mereka tidak sampai di situ saja. Masih pada ajang yang sama. Mereka dinyatakan lulus ujian validasi yang hampir mendekati nilai sempurna, yakni 99 poin.  
Kesuksesan dua hal tersebut, mengantarkan mereka meraih meraih Silver Award Heavy Equipment Engineering dalam kompetisi alat berat tersebut. Dijelaskan Ovvy, penghargaan yang diberikan berupa medali dan miniatur ekskavator, yang saat ini dipajang di ruangan medali SMKN 1 Singosari.
‘’Selain itu, kami mendapat prioritas bekerja sebagai mekanik, di perusahaan yang mengadakan kompetisi tersebut. Namun, saya lebih mengutamakan melanjutkan pendidikan di universitas,’’ kata Ovvy.
Selama ini, mereka bertiga memang dikenal siswa dengan sarat prestasi. Berbagai kejuaraan dan penghargaan sukses mereka raih. Diantaranya lomba kompetensi siswa (LKS) bidang teknik alat berat tahun 2013 dan juara debat bahasa Inggris di Universtias Brawijaya (UB) tahun 2012. Seabrek prestasi yang mereka raih, tentunya membuat bangga pihak sekolahan.
‘’Mereka bertiga adalah siswa berprestasi. Bahkan salah satu dari mereka yakni Ovvy, akan kami ikutkan program pertukaran pelajar Indonesia-China yang diadakan Southeasth Ministers of Education Organization Regional Open Learning Centre (Seamolec),’’ kata Kepala SMKN 1 Singosari Sali Rochani Spd Mpd.. (binar gumilang)