Melihat Peringatan Earth Hour di Singapura

Peringatan Earth Hour, secara resmi diperingati hari ini di seluruh dunia. Berbagai cara dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan perlunya tindakan serius menghadapi perubahan iklim. Salah satunya dengan mematikan lampu selama satu jam. Lantas bagaimana Earth Hour dilakukan di Singapura? Berikut catatan Dewi Yuhana, wartawan Malang Post, yang tengah berada di Singapura.

Publik di Singapura, khususnya yang berada di area Marina Bay semalam dikejutkan dengan keberadaan Spiderman yang datang untuk mematikan lampu di sepanjang Marina Bay.  Spiderman (Andrew Garfield) dari The Amazing Spider-Man 2 ini tidak sendirian, ia menyapa warga Singapura bersama Electro.
Aksi mematikan lampu tersebut bukan bagian dari adegan dalam film yang juga dibintangi Emma Watson, tapi merupakan partisipasi Andrew sebagai duta Earth Hour.
Ya, pukul 20.30 waktu Singapura semalam memang menjadi penanda selebrasi semua negara di dunia dalam upaya menyelamatkan planet. Selama satu jam, 154 negara termasuk Indonesia mengajak masyarakat, lembaga dan perusahaan untuk mematikan lampu.
Menurut Elaine Tan, CEO WWF-Singapura, perayaan Earth Hour di Singapura tahun ini, mampu memecahkan rekor 2013 dimana sebanyak 180 organisasi ikut dalam perayaan tahunan tersebut.  
‘’Tahun 2014 ada 350 perusahaan, organisasi dan lembaga yang mematikan lampu di gedung masing-masing sebagai bentuk komitmen mereka untuk menyelamatkan planet bumi,’’ kata Elaine Tan.
Ia menambahkan, di area Marina Bay saja ada 60an gedung ikonik yang mendukung gerakan global dalam kampanye tahunan untuk penyelamatan bumi ini. Antara lain Marina Bay Sands, ArtScience Museum, Merlion Park, Marina Bay Financial Centre, Marina Barrage, Esplanade serta tiga bangunan tertinggi di Singapura One Raflles Place, Republic Plaza dan UOB Plaza.
Marina Bay Sands sendiri sangat familiar bagi warga Indonesia, karena bangunan yang terdiri dari tiga gedung dengan  desain ala kapal yang menyatukan ketiganya itu, selalu menjadi spot background untuk foto. Begitu juga dengan Merlion Park yang seakan menjadi destinasi wajib pelancong hanya untuk mengambil gambar sang patung singa yang menjadi signature Singapura.
Beberapa ikon dunia lain yang berpartisipasi dalam mematikan lampu tahun ini adalah Golden Gate Bridge di San Fransisco, Petronas Twin Towers di Kuala Lumpur, Burj Khalifa UAE, sampai dengan menara Eiffel di Paris.
‘’Sangat membanggakan hati ketika melihat Singapura bisa mengajak semua kalangan untuk membuat perubahan, dari individu sampai pelaku bisnis untuk berpartisipasi dalam seremoni simbolis mematikan lampu, begitu juga kemauan mereka untuk menaikkan AC satu derajat lebih tinggi, mengganti lampu menjadi LED, mengurangi penggunaan plastik hingga memperpendek waktu mandi,’’ urainya panjang lebar.
Burhan Gafoor, Chief Negotiator for Climate Change Ministry of Foreign Affairs Singapura, mengatakan kebahagiaannya karena WWF-Singapura mampu mendorong kekuatan individu sekaligus mempromosikan gaya hidup simple yang bisa dilakukan siapapun untuk membuat perubahan dalam melawan perubahan cuaca.
‘’Kampanye untuk mengajak masyarakat menaikkan AC satu derajat, atau mengganti lampu ini juga berbanding lurus dengan upaya kami untuk mempromosikan efisiensi energy dan pengurangan emisi karbon. Saya berharap warga Singapura tidak hanya menerapkan gaya hidup ini selama momen Earth Hour tapi setiap saat,’’ katanya.
Selebrasi Earth Hour di Singapura semalam dimulai sejak pukul 5 sore, dan dibuka gratis untuk umum, termasuk kesempatan bagi media untuk melakukan liputan, termasuk Malang Post yang hingga Juni mendatang berada di Singapura dalam program Asia Journalism Fellowship (AJF). (dewi yuhana)