Pertunjukan Gratis 250 Seniman hingga Pawai Mobil Hias

Jalan-jalan di Kota Malang, sudah semarak dengan umbul-umbul, spanduk dan berbagai hiasan. Satu abad merupakan perjalanan yang cukup panjang bagi kota ini. Terhitung sejak berdirinya gemeente Kota Malang pada 1 April 1914 silam. Perjalanan yang dimulai sejak era kolonial, disambut berbagai elemen masyarakat dan organisasi.

Satu abad Kota Malang yang jatuh hari ini, 1 April 2014, menjadi hari yang istimewa. Seluruh elemen masyarakat dan organisasi, ikut mangayubagyo dan memberikan kado untuk HUT ke-100 kota tercinta. Mulai dari memasang lampion khusus, hingga memberikan pertunjukan gratis kepada khalayak.
Semangat dalam menyemarakkan HUT Kota Malang, tampak dari kiprah sejumlah organisasi. Salah satunya, Dewan Kesenian Kota Malang (DKM). Mereka menyiapkan pagelaran khusus bagi rakyat. Sajian tersebut diberikan secara cuma-cuma alias gratis tis.. tis.
Hari ini, dimulai pukul 11.00, para seniman akan menyuguhkan karya di Gedung Dewan Kesenian Malang Jl. Mojopahit 3 Kota Malang. Dimulai dari suguhan kesenian Jaranan, Bantengan (Singo Mendem) dan Reog Sukun yang berakhir pada pukul 17.00. Pagelaran akan kembali dilanjutkan pada pukul 19.00.
‘’Pada pukul 19.00, dilanjutkan dengan apresiasi seni, Swara Akustik, Fery Cs, Puisi, Tari, Kidungan Cak Marsam H dan  Elekton dari Gareng,’’ ujar Yongki Irawan seniman senior di DKM.
Menurut Yongki, pagelaran ini melibatkan tak kurang dari 250 seniman. Paling banyak berasal dari seniman jaranan serta bantengan. Ini merupakan wujud bakti seniman kepada masyarakat Kota Malang. Keseluruhan kegiatan menjadi program pengurus baru DKM era 2014 – 2018 dibawah Ketua DKM Dyah Mayangsari.
‘’Sajian kesenian kepada masyarakat ini, akan digelar hingga malam hari, selesainya jam berapa kita lihat nanti saja, karena tidak dibatasi,’’ imbuh seniman tari ini.
Tak mau kalah dengan para seniman, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) juga memberi kado khusus. Sejak beberapa hari ini, hotel dan restoran di Kota Malang telah diberi hiasan lampion. Berwujud lampion khusus dengan tulisan HUT ke-100 Kota Malang.
‘’Lampion dan umbul-umbul awalnya diinstruksikan dipasang di kawasan tertentu seperti Pecinan, Pasar Besar. Kemudian kami berinisiatif memasangnya pula di hotel dan restoran, berupa spanduk dan lampion,’’ jelas Ketua PHRI Kota Malang Herman Sediyono kepada Malang Post.
PHRI juga ikut andil pula dalam peringatan HUT ke-100 Kota Malang di balai kota. Dalam kegiatan itu, sekitar 20 organisasi dilibatkan dalam penyelenggaraan. Termasuk mempersiapkan goody bag yang dibagikan kepada para peserta. ‘’Kami juga tengah merancang untuk menyuguhkan kuliner gratis kepada masyarakat,’’ imbuhnya.
Satu abad Kota Malang ini, menurut Herman, harus menjadi momen untuk semakin maju. HUT bisa dijadikan sarana untuk mengukur kemajuan dan keindahan kota. Dalam hal ini, Herman lebih menyoroti keindahan Kota Malang dari tahun ke tahun.
‘’Harus semakin indah, yang menggembirakan adalah revitalisasi taman, namun yang masih jadi persoalan adalah keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL),’’ ujarnya.
Khusus untuk PKL, Kota Malang bisa meniru keberhasilan di Probolinggo. Kota yang notabene berada di jalur tapal kuda itu, malah berhasil membina PKL-nya. Wajah Kota Malang yang bersih, indah dan rapi, bakal mencerminkan modernitasnya.
Sementara itu, Kabag Humas Kota Malang Drs. Alie Mulyanto, MM mengatakan bahwa HUT bakal semarak. Usai upacara, pada pukul 13.00 bakal digelar karnaval mobil hias dimulai dari Balai Kota. Karnaval bakal diikuti 164 peserta karnaval.
“Jika diurut kacang, maka panjang peserta karnaval mencapai sekitar dua km,’’ kata Ali.
Pawai akan diberangkatkan sekitar pukul 13.00 persiapan. Peserta bakal mengular di Jalan Kertanegara sampai Trunojoyo. Pawai ini start dari Balaikota Malang, Jl. Tugu -> Jl. Majapahit -> Jl. Jend Basuki Rahmat -> Jl. Jakgung Suprapto -> Jl. Letjen Sutoyo -> Jl. Letjend S. Parman -> Jl. A. yani -> Jl. Borobudur -> Jl. Ters. Borobudur.
Kemudian berlanjut ke Jl. Soekarno-Hatta -> Jl. Mayjend Panjaitan (Betek) -> Jl. Besar Ijen -> Jl. Ijen -> Jl. Kawi -> Jl. Arif Rahman Hakim -> Jl. Merdeka Barat -> Jl. Kauman -> Jl. KH. Hasyim Asy’ari.
Dari kawasan tersebut pawai dilanjutkan menuju Jl. Arif Margono -> Jl. S. Supriadi -> Jl. Satsuit Tubun (Kacuk) -> Jl. Raya Gadang -> Jl. Kol. Sugiono -> Jl. Laksamana Martadinata -> Jl. Gatot Subroto -> Jl. Panglima Sudirman -> Jl. Urip Sumoharjodan finish di Lapangan Brawijaya Rampal Malang.
‘’Kawasan jalan di Balai Kota akan kami tutup, sebagian jalan juga pakai sistem buka tutup,’’ tegas KBO Lantas Polres Malang Kota Iptu Edi Purwanto.
Diantaranya pengguna jalan dari barat ke Raja Bally akan dibelokkan ke utara. Sebagian arus lalu lintas juga akan dimasukkan ke arah Jalan Dr Cipto. Edi mengimbau agar masyarakat tidak berbondong ke tengah kota.
‘’Lebih baik konsentrasi di kecamatan masing-masing, sebab pawai ini akan berputar ke seluruh kecamatan di Kota Malang,’’ tandasnya. (Bagus Ary Wicaksono)