Ketika Sarana Jatim Ventura Bidik Malang Raya

Semua orang tahu, Malang Raya merupakan ladang subur dunia usaha kecil dan menengah. Tapi hanya sedikit pihak yang tergerak menyediakan fasilitas pembiayaan. PT Sarana Jatim Ventura, adalah salah satu dari yang sedikit itu. Bagaimana dan apa yang melatarbelakangi perusahaan yang dinahkodai Ir HM Ridwan Hisjam itu berkarya untuk Malang Raya?

Berkiprah sejak tahun 1995, PT Sarana Jatim Ventura, akhirnya mengepakkan sayap hingga Malang Raya. Lembaga keuangan bukan bank, milik perusahaan Bahana Artha Ventura, yang merupakan sebuah BUMN ini, paham betul tentang potensi Malang Raya.
Setelah melakukan serangkaian kajian, PT Sarana Jatim Ventura, memulai memasang target mengembangkan layanan di Jawa Timur. Malang Raya merupakan kawasan yang dibidik perusahaan tersebut.
‘’Target kami membuka kantor perwakilan di Malang Raya pada tahun 2014 sampai 2015. Kita menentukan target ini, agar perusahaan Ventura lebih dekat dengan pengusaha kecil dan menengah di Malang Raya,’’ kata Komisaris Utama PT Sarana Jatim Ventura, Ir HM Ridwan Hisjam.
Perusahaan yang bergerak dibidang pembiayaan usaha kecil dan menengah itu, sebenarnya sudah mengembangkan layanannya  di 26 provinsi.
Khusus di Jatim memiliki sekitar 300 perusahaan pasangan usaha kecil dan menengah. Kemitraan yang dibangun dengan cara pembiayaan ventura. Sistem yang diberlakukan dalam membantu usaha kecil dan menengah, bukan dengan cara kredit. Melainkan memberlakukan sistem bagi hasil.
Bantuan modal yang disediakan untuk membiayai usaha kecil dan menengah, mulai berkisar antara Rp 50 juta sampai Rp 5 miliar. Koperasi juga menjadi salah satu fokus layanan pembiayaan modal. ‘’Omzet kita pada tahun 2013 sudah mencapai Rp 110 miliar. Ini yang digulirkan,’’ terang Ridwan.
Perusahan ini didirikan oleh Menteri Keuangan Marie Muhammad di era kepemimpinan Presiden Soeharto. Saat itu, Suharto menggagas perusahaan tersebut untuk memproteksi usaha kecil yang kesulitan modal. Apalagi saat itu, usaha kecil tidak mudah mendapat bantuan modal dari perbankan lantaran persyaratan yang ketat.
Modal usaha yang dimiliki PT Sarana Jatim Ventura sangat kuat. 60 persen sahamnya milik BUMN, sisanya milik sejumlah pengusaha di Jatim dan sejumlah pengusaha raksasa lainnya.
Komposisi pemegang saham perusahaan tersebut diantaranya Group Equator (perusahaan milik Ir HM Ridwan Hisjam), Sinar Mas Group, Maspion Group, Pieter Sondakh, PT SIER, koperasi karyawan Bank Jatim, Koperasi Karyawan SCTV dan bahkan pemegang saham Bank Niaga pun ikut serta.
Oleh para pengusaha dan pemilik sahan, Ridwan dipercaya menjadi komisaris utama. Sebagai figur yang sangat mengenal potensi Malang Raya, ia mantap memilih Malang Raya sebagai kawasan yang perlu mendapat perhatian.
Apalagi Malang Raya sebenarnya basis usaha kecil menengah. Berbagai jenis usaha tumbuh di kawasan ini. Usaha yang dikelola dengan dukungan modal dan dikelola secara baik dipastikan bisa berkembang.
Ridwan tak sekadar mereka-reka. Dia tahu betul potensi dan peluang wilayah yang terdiri dari Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu ini sebagai kawasan paripurna.  
‘’Sumber daya manusianya cukup besar, sumber daya alamnya juga lengkap. Banyaknya perguruan tinggi semakin melengkapi pengembangan sumber daya manusia dan sumber daya alam,’’ paparnya.
Di bidang pertanian, contoh Ridwan, kabupaten Malang memiliki lahan pertanian dan kehutanan yang cukup. Sumber daya dibidang perikanan air tawar dan laut pun melimpah.
‘’Di selatan Kabupaten Malang, terdapat potensi pertambangan yang besar. Diantaranya potensi tambang pasir besi, galena hingga bahan pokok semen. Bahkan di selatan kabupaten Malang, berpotensi dibangun pabrik semen dengan deposit bahan baku yang besar,’’ kata alumnus ITS ini.  Begitu juga potensi pariwisata di Malang Raya sangat beragam dan kaya.
Ridwan tak hanya sekadar mengetahui potensi Malang Raya. Sebelumnya ia ikut mengarsiteki percepatan pembangunan kawasan selatan Jawa, termasuk pesisir selatan Malang Raya. Itu dilakukannya pada kurun waktu tahun 1999-2004.
‘’Saya bersama teman-teman juga mengusulkan program pembangunan infrastruktur yang akan memiliki nilai monumental yang sangat besar. Yakni membangun jalan lingkar selatan (JLS) sepanjang pulau Jawa yang dikerjakan anak-anak bangsa,’’ paparnya.
Kerja keras  Ridwan Hisjam Cs berhasil menjadikan JLS sebagai program nasional. Tapi sayang, setelah berjalan 10 tahun, ternyata tak kunjung selesai. Kendati begitu, ia tak pernah putusa asa.
Ridwan meneruskan lagi dan mempercepat program JLS walau saat ini belum tuntas 100 persen. Hal itu dilakukan pada kurun waktu tahun 2004-2009 lalu. ‘’Saya meneruskan program itu dengan cara  mendorong pemerintah provinsi Jatim untuk mempercepat program JLS,’’ katanya.
Kini ia berkomitmen melanjutkan kembali pembangunan JLS. Pasalnya JLS di Jatim, khususnya Malang Raya dan bagian selatan Malang mendapat banyak dampak positif jika JLS terealisasi.
‘’Malang selatan akan terbuka dan mendunia. Apalagi sesuai rencana, akan dibangun pelabuhan nusantara. Studi kelayakannya sudah selesai, karena itu akan diperjuangkan  lagi menjadi program nasional,’’ papar Ridwan optimis.
Bicara tentang Malang Raya, Ridwan Hisjam sangat paham. Saat masih mahasiswa, ia sudah menjadi pengusaha. Darah saudagar mengalir dari kakek dan ayahandanya.  Dia awalnya menjajal bisnis property dan konsultan bangunan.
Saat masih mahasiswa, Ridwan dipercaya sebagai konsultan pembangunan dan konsultan amdal sebuah proyek hotel terbesar kala itu di Malang Raya.
Mantan Ketua REI Jatim ini berkarya membantu masyarakat melalui bidang usaha yang digeluti. Salah satu buktinya di Malang Raya, yakni membangun rumah sangat sederhana (RSS) di Desa Sidorahayu, Wagir, Kabupaten Malang. ‘’Waktu itu, Bupati Malang dijabat oleh Pak Abdul Hamid,’’ terangnya.
Sebelumnya, ia juga membangun perumahan di Driyorejo, Gresik dan Tropodo, Sidoarjo. Dua perumahan tersebut merupakan karya pertama Ridwan Hisjam di dunia property. Usaha dengan orientasi peduli sesama itu menghantar Ridwan meraih penghargaan nasional. Yakni Adhiyasa Graha Tama dari Presiden RI pada tahun 1997.
Kini, Ridwan masih terus berkarya. Ia tercatat sebagai  pemimpin  group property dan grup usaha dibidang tambang mineral dan tambang oil and gas. Dia juga bergerak dibidang usaha gula. Bahkan dipercaya menjadi Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Gula dan Terigu Indonesia  (Apegti)  Jatim.
Tak hanya itu saja, Ridwan juga dipercaya menjadi Ketua Dewan Pembina DPP  Himpunan Pengusaha Gula Indonesia (HIPGI). (vandri van battu)