Jadi Tempat Curhat Artis, Salah Poles Bisa Seperti Banci

Pesatnya perkembangan dunia fashion dan tata rias, membuat profesi make up artist menjadi profesi yang kian menantang. Saat ini, profesi tersebut mulai terangkat dan muncul di Kota Malang, sebagai penentu penampilan model dan artis, dari balik layar. Seperti yang digeluti oleh Olivia Stephani, owner Mozha Beauty Academy.

Saat Malang Post menemui Olivia Stephani di kediamannya, Jl Simpang Dieng No. 3, ia tampak membereskan berbagai alat rias di meja kerjanya. Siang itu, Olivia baru saja menyelesaikan kelas terakhir untuk siswanya di Mozha Beauty Academy.
Layaknya wanita yang berkecimpung di dunia kecantikan, penampilan Olivia, walaupun kasual, namun tetap enak dilihat. Menggunakan rok hitam selutut dan kaus oblong berwarna merah yang chic. Rambutnya yang lurus sebahu, dicat cokelat terang, cocok dengan warna kulitnya yang putih.
Meski berdomisili di Kota Malang, bukan berarti karirnya sebatas make up artist lokal. Beberapa even nasional di kota-kota besar lain, terutama Jakarta dan Surabaya, sukses atas profesionalitasnya di belakang panggung.
Kepada Malang Post, Olivia menjelaskan profesi yang ia tekuni tersebut. Menurutnya, seorang make up artist adalah penentu level percaya diri sang model, artis atau tokoh yang dilayaninya.
‘’Make up artist memang memiliki selera sendiri, tapi bagaimana hasil akhir karyanya, harus ia sesuaikan dengan selera klien yang bersangkutan. Yang penting, di kamera ia tetap tampak indah,’’ ujar alumnus Rever Academy, Puspita Martha dan Make Up Forever, Singapura, ini.
Menekuni dunia kecantikan sejak usia remaja, membuat Olivia kenyang asam garam dunia make up. Wanita yang berulang tahun setiap 18 Januari tersebut , banyak menceritakan pengalamannya selama menjadi make up artist.
Menurut kisahnya, dari semua public figure yang ia garap, pengalaman bersama Indah Kalalo, Donita, dan VJ Marissa Nasution, adalah yang paling berkesan. Ketika tengah dipoles, ada-ada saja topik seputar wanita yang dicurhatkan kepada Olivia oleh selebritis-selebritis nasional itu.
‘’Meski di TV terkesan sebagai aktris yang pendiam, ternyata pembawaan Donita ramah dan seru. Kepada saya, ia curhat masalah kesehatan. Kalau Indah Kalalo, seringnya sharing rekomendasi pilihan bulu mata yang bagus,’’ ujar wanita yang memulai kecintaannya terhadap dunia backstage sejak berdomisili di Surabaya tersebut.
Menariknya, lanjut Olivia, dalam dunia make up artist, tingkat kesulitan dalam merias seorang model atau artis, sangat detail. Jenis kulit, warna kulit, hingga tingkat sensitivitas kulit model, sangat mempengaruhi hasil make up.
Tentang wajah, seorang make up artist berbeda dengan make up biasanya. Klien dengan paras terlalu cantik, rupanya juga menjadi ‘kendala’ tersendiri bagi seorang make up artist.
Olivia sendiri punya pengalaman menarik saat memoles wajah VJ Marissa Nasution. Aktris pemeran Vivi dalam film Get Married 2 ini berkali-kali mengingatkan Olivia untuk tidak memoles wajahnya terlalu tebal.
‘’Marissa termasuk selebritis yang sadar wajahnya sangat tajam. Matanya, bibirnya, dagunya, alisnya, dan semua sudut wajahnya sangat cantik, sampai-sampai saya bingung mau diapakan. Kalau keliru polesan, orang yang terlalu cantik bisa seperti banci,’’ ujar pecinta busana kasual tersebut.
Dari berbagai even di luar kota yang melibatkannya, Olivia mengakui semuanya memberikan tantangan yang tidak kecil. Selain menyesuaikan make up dengan karakter yang dibawakan klien, juga mengenai sempitnya waktu yang disediakan untuk me-make up mereka.
Suatu ketika pada sebuah acara di Surabaya, beberapa menit menjelang tampil pada sebuah acara, wanita yang menyukai warna peach tersebut  harus memoles wajah selebritis muda, Gita Gutawa.
Meski dikejar jarum jam, Olivia harus tetap memasang wajah kalem. Sebab, jika ia terlihat tergesa-gesa, klien pun akan berpikir bahwa sang make up artist tidak maksimal dalam memoles wajahnya, sehingga kepercayaan dirinya berkurang.
‘’Sebenarnya, tantangan terberat setiap make up artist adalah waktu yang sebentar. Dalam setiap even, kami tidak pernah mendapat jatah waktu panjang untuk bekerja. Kerenanya, kami dituntut untuk bisa menyulap wajah dalam hitungan menit,’’ ujar wanita yang menjadi langganan Lenny Ivylen, perancang busana nasional terkemuka, ini seraya tertawa kecil. (laili salimah)