Mengintip Pesanggrahan Menghafal Qur’an Gratis di Krebet

Belajar mengaji, memang tidak mudah. Apalagi sampai hafal Alquran. Butuh kemauan serta niat. Di Jalan Raya Desa Krebet Kecamatan Bululawang, ada pesanggrahan menghafal Alquran secara gratis. Bahkan, ketika lulus, bisa mendapatkan bea siswa, jika ingin melanjutkan sekolah. Seperti apa ?

Sepintas orang tidak akan tahu, jika di Jalan Raya Krebet Kecamatan Bululawang (utara PG Krebet Baru Bululawang), ada Pesantren Tahfidz Putra Gratis, untuk menghafal Alquran. Namanya Pesanggrahan Qur’an Al – Arifie.
Pesanggrahan ini diasuh oleh Gus Ahmad Rofiq Hidayat, yang juga pengasuh di Pesantren Miftahul Ulum Desa Ganjar Kecamatan Gondanglegi. Gus Rofiq ini, juga salah satu qori’ dalam acara rutin Semaan Alquran Jantiko Mantab untuk daerah Malang dan sekitarnya.
Dari luar, orang yang tidak tahu, menganggap pesanggrahan hanya sebuat bengkel ban mobil. Karena di depan ada ruko yang memang membuka usaha jual beli ban. Usaha ban tersebut, milik donatur Pesanggrahan Qur’an.
Pesanggrahan Qur’an ini, berada di belakang bengkel ban. Jalan masuk ke pesanggrahan, lewat pintu samping yang menjadi satu dengan pintu bengkel. Di belakang, ada dua bangunan rumah dengan halaman cukup luas. Bangunan yang mepet dengan sawah itu, yang merupakan Pesanggrahan Qur’an.
Saat masuk ke halaman ini, terdengar beberapa suara orang mengaji. Suara yang terdengar dari kedua telinga ini, seakan langsung menyejukkan hati dan pikiran. Cuaca yang sebelumnya terasa panas, seperti langsung dingin dengan sendirinya. Apalagi melihat beberapa santri yang menyambut dengan penuh ramah.
‘’Pesanggrahan Qur’an ini usianya masih baru. Berdiri tahun 2012 lalu. Kami masih merintis untuk membesarkan Pesanggrahan Qur’an, yang memang kami prioritaskan untuk anak duafa dan yatim piatu,’’ tutur Gus Rofiq.
Semula saat baru berdiri, santri yang belajar menghafal Alquran hanya ada tiga. Namun sekarang sudah ada 17 santri. Mereka tidak hanya dari Malang. Ada dari Madura, Jakarta dan Jawa Barat.
‘’Kami tidak mencari banyak santri. Tetapi santri yang betul-betul punya niatan. Karena semua yang mau belajar kami terima. Tetapi ketika setahun kelihatan tidak ada niatan, kami keluarkan,’’ paparnya.
‘’Tujuan kami mendirikan Pesanggrahan Qur’an ini, karena melihat orang yang hafal Aquran sekarang ini hampir tidak ada. Dan karena ingin menjadikan manusia sukses dunia akhirat dengan berhati Alquran,’’ sambungnya.
Pembelajaran menghafal Alquran ada metode teknis yang diterapkan di pesanggrahan ini. Setiap harinya, santri diwajibkan untuk menghafal satu lembar. Setiap hari mulai pukul 14.00 sampai pukul 19.00, satu persatu santri harus menghadap Gus Rofiq untuk ‘menyetor’ hafalan ayat qur’an. Jika tidak hafal, santri akan ditegur dan denda Rp 1000. Denda yang terkumpul tersebut, akan dikembalikan kepada santri dengan bentuk Alquran atau keperluannya yang lain.
‘’Mereka istilahnya tidak hanya setor hafalan satu lembar itu saja, tetapi juga mengulangi lagi hafalan sebelumnya mulai dari awal. Dan itu terus setiap hari. Karena targetnya setahun harus hafal 10 jus. Dan tiga tahun santri harus sudah lulus menghafal Alquran,’’ jelasnya.
Bagi yang lulus menghafal Alquran, jika ingin langsung bekerja akan dicarikan pekerjaan dengan membuka usaha sendiri. Tetapi jika yang ingin melanjutkan sekolah atau kuliah, seperti yang lulusan SMP atau SMA akan dicarikan bea siswa untuk melanjutkan sekolah.
‘’Minimal kami akan mengusahakan untuk mendapatkan ijazah yang lebih tinggi dengan kejar paket. Karena lulusan penghafal Alquran nantinya pasti akan dibutuhkan,” paparnya. (agung priyo)