Aksata, Mobil Listrik Karya SMKN 6 Kota Malang

Kreatifitas pelajar Kota Malang, terus melahirkan inovasi-inovasi baru. Terkini, SMKN 6 Kota Malang, sukses meluncurkan mobil listrik karya siswa sekolah tersebut. Namanya Aksata.

SECARA spontan, Wali Kota Malang, HM Anton berdiri dari tempat duduknya, kemudian menghampiri sebuah mobil, yang dipamerkan usai upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), kemarin (2/5). Tepat di halaman Balaikota Malang, Abah Anton, tiba-tiba masuk dan mengendarai mobil berjenis pick up ini.
Dengan raut muka berseri-seri, suami Hj. Dewi Farida Suryani itu mengemudikan mobil tersebut, mengitari jalan raya depan Balaikota, kemudian kembali lagi ke tempat semula.
‘’Mobil ini sangat baik. Saya senang mengendarainya,’’ cetus Abah Anton dengan bangga, usai menikmati berkendara menggunakan mobil tersebut.
Kendaraan itu bernama Aksata. Mobil listrik hasil rakitan siswa SMKN 6 Kota Malang. Menurut Kepala SMKN 6 Kota Malang, Dra. Aksihari M.Pd,  peluncuran Aksata ini, merupakan wujud uji coba selama waktu tiga bulan. Sejak Februari 2014 hingga April 2014. Enam siswa yang tergabung dalam tim perakit, antara lain Andi Novi, Riski Nanda, Aji Prasetiyo, Candra Setiawan, Heru Riski, dan Gawang K.
‘’Perakitan mobil ini, sekaligus untuk mewujudkan cita-cita nasional dalam upaya penghematan penggunaan bahan bakar fosil dan juga pengurangan subsidi bahan bakar. Subsidi itu, mungkin bisa dialihkan untuk kesejahteraan rakyat dan bidang lain, utamanya pendidikan,’’ kata Aksihari kepada Malang Post.
Mobil Aksata, merupakan hasil pengembangan prototype mobil listrik berjenis pick up, yang digarap dari mempelajari dan melakukan perakitan komponen-komponen listrik serta mekanik pasaran.
Dari situlah muncul nama Aksata. ‘’Kata Aksata ini sebenarnya dari Bahasa Sansekerta, yang artinya maju berkelanjutan,’’ terang Aksih, sapaan akrabnya.
Adapun keunggulan dari Aksata, mantan Kepala SMKN 8 Kota Malang itu menyingkat dengan sebutan “4L”. Yakni Low Maintenance, Low Emission, Low Noise, dan Low Fuel Cost.
Disebut sebagai Low Maintenance, lantaran Aksata menggunakan motor listrik 4 kW sebagai tenaga penggerak. Sehingga, perawatan mesin ini terjangkau karena tidak memerlukan oli (minyak pelumas) dalam penggunaan pendinginan mesin.
Selain itu, Aksata juga sangat ramah lingkungan. Sebab, tidak ada gas karbon yang dikeluarkan kendaraan dengan daya tampung dua orang ini. Ketika dikendarai, Aksata hampir tidak bersuara sama sekali, sehingga disebut Low Noise.
Yang paling istimewa dari kendaraan yang menggunakan body metal bearing type ini ialah, sangat hemat bahan bakar. ‘’Untuk jarak tempuh 120 km, Aksata hanya membutuhkan anggaran Rp 10.000,’’ ungkap Aksih.
Kini, mobil ini siap diproduksi secara massal. Aksih memaparkan, pihak sekolah sedang menjajaki hubungan kerjasama dengan pihak swasta dan pemerintah agar kendaraan ini memiliki izin pakai di jalan umum. ‘’Kami sedang dalam proses perizinan soal STNK,’’ tandasnya.
Hal tersebut mendapat sambutan baik dari Pemkot Malang. Abah Anton menilai, peluncuran Aksata sekaligus mewujudkan harapan Pemkot Malang.
‘’Yang jelas langkah ini mewujudkan harapan kita bersama, bisa menunjang pengurangan polusi. Karya ini bagus sekali, mampu mengakomodasi keperluan Kota Malang,’’ tutupnya. (Muhammad Choirul)