Belajar ke Amerika, Bisa Dikembangkan ke Mobil

Ketika Siswa Kota Batu Mulai Mengutak-atik Robot
SISWA SMA 2 Kota Batu, mulai mengembangkan robot. Asyiknya, mereka belajar membuat robot secara otodidak setelah browsing internet. Untuk pengembangan robot ini, mereka berkomunikasi dengan penggemar robot  di luar negeri. Termasuk Amerika.

Beberapa siswa, masih mengenakan seragam khusus, di sebuah mall beberapa waktu lalu. Mereka tidak sedang jalan-jalan. Namun sibuk mengoperasikan robot. Beberapa robot dengan ukuran kecil itu, ada yang dioperasikan pada lantai. Ada juga yang di atas meja.
Salah satu siswa tampak sibuk otak-atik BlackBerry. Ketika dia memijat tombol ponselnya, robot yang berada di lantai, langsung bergerak. Ya, robot itu tidak digerakkan dengan menggunakan remote control.  Tapi menggunakan ponsel, yang berfungsi sebagai remote control.
‘’Robot yang dioperasikan itu adalah jenis car (mobil). Jadi robot ini tidak ubahnya seperti mobil remote, hanya operasinya menggunakan HP,’’ tegas Arjun Nurdiansyah, salah satu penggemar robot.
Selain jenis car, ada juga robot jenis grapper. Robot ini, mengandalkan keseimbangan dalam berdiri. Menggunakan dua roda pada bagian bawah. Pada saat operasi, robot ini bisa maju mundur, berbelok. Sedangkan pada saat berhenti, robot ini tetap bisa berdiri tegak, menggunakan dua roda.
Pembuat robot menyebutkan, robot ini memang mengandalkan keseimbangkan, sehingga tidak akan roboh saat bertumpu hanya menggunakan dua roda di bagian bawah.
Metode yang digunakan, kata Arjun, menggunakan teknik yang digunakan kapal. Kapal laut, tidak bisa miring karena ada gaya robot yang mengatur keseimbangan, ketika berada di laut.
Arjun berobsesi, robot dengan metode kesimbangan ini, bisa dikembangkan untuk hal lebih bermanfaat. Misalnya, ada mobil yang hanya menggunakan dua roda tetapi selalu bisa berdiri tegak saat berhenti. ‘’Bisa dikembangkan ke arah sana,’’ kata dia.
Untuk robot jenis ini, pihaknya bisa mengoperasikan dengan sensor warna. Ketika sebuah benda dengan warna tertentu, didekatkan robot, robot itu bisa bergerak atau atau berbelok. Begitu juga saat robot tersebut akan berhenti.
Sudah ada beberapa jenis robot yang dikembangkan siswa SMA 2 Batu. Selain jenis car dan grapper, ada juga papi, shorter, dan giro boy. Bahan-bahan, diambil dari sebuah toko di Jakarta. Satu paket robot menghabiskan biaya sekitar Rp 7,5 juta. ‘’Pembuatan robot ini bukan pelajaran resmi, melainkan sebuah ekstrakurikuler,’’ ungkap Liza Eri, penggemar robot lainya.
Untuk pengembangan diri, mereka juga terus mencari komunitas penggemar robot. Mereka tidak hanya berteman dengan penggemar robot asal dalam negeri, tetapi juga luar negeri. Mereka juga biasa melakukan komunikasi dengan komunitas robot di Amerika.
‘’Ada transfer ilmu dari komunikasi itu. Kami bisa menimba ilmu dari penggemar robot di Amerika itu,’’ katanya. Siswa tersebut, juga sudah diundang ke Amerika untuk pengembangan. Atau setidaknya, warga Amerika itu yang akan datang ke Indonesia.
Para siswa ini juga memiliki keinginan keras datang ke Amerika untuk melihat komunitas penggemar robot di negeri Paman Sam itu. ‘’Syukur-syukur kalau bisa kuliah di sana, sehingga akan semakin mumpuni dalam bidang robot,’’ tegas dia. (febri setyawan)