Muhammad Lazuardi, Juara Nasional Deutscholympiade 2014

Muhammad Lazuardi Nuriman, tidak pernah menyangka dapat menjuarai Olimpiade Bahasa Jerman, tingkat nasional, yang diselenggarakan Goethe Institut Jakarta. Pelajar SMAN 1 Kepanjen ini, berasal dari Jurusan IPA dan baru pertama kali mengikuti lomba bahasa asing.

Kendati jam pelajaran di SMAN 1 Kepanjen, siang itu, sudah selesai, masih tampak aktivitas belajar mengajar, di salah satu ruangan kelas. Ya, di dalam kelas itu, Muhammad Lazuardi Nuriman, sedang mengasah ketrampilannya belajar Bahasa Jerman. Dia, didampingi Guru Bahasa Jerman SMAN 1 Kepanjen, Sri Purwati Spd.
Pengasahan ketrampilannya berbahasa Jerman tersebut, sebagai persiapan remaja berusia 16 tahun ini, untuk pertukaran pelajar Indonesia-Jerman, Juni mendatang. Lazuardi akan belajar di Jerman selama tiga bulan, karena berhasil menjuarai Olimpiade Bahasa Jerman tingkat nasional, pertengahan Maret lalu.
Gelaran Olimpiade Bahasa Jerman tersebut, diadakan Goethe Institute Jakarta, bekerjasama dengan Kedutaan Besar Jerman untuk Indonesia di Jakarta. Sejenak, aktivitas belajar dari Lazuardi terhenti, ketika mengetahui kedatangan Malang Post. Kemudian Sri Purwati, mempersilahkan masuk dan memulai perbincangan.
‘’Kemampuan bahasa asing, utamanya Bahasa Jerman Lazuardi, sangat bagus. Padahal dia berasal dari Jurusan IPA,’’ kata Sri Purwati mengawali pembicaraan.
Keahlian Bahasa Jerman Lazuardi, sudah terlihat sejak kelas 10. Saat kenaikan kelas 11, dia memilih Jurusan IPA, maka kemampuan Bahasa Jerman diasah di luar jam pelajaran. Yakni dengan mengikuti ekstra kulikuler Bahasa Jerman, yang diadakan tiap hari Senin, Rabu dan Jumat usai pulang sekolah.
Selama mengikuti ekstra kulikuler tersebut, kemampuannya berbahasa Jerman semakin meningkat. Hingga oleh Sri Purwati, Lazuardi dikirim ke ajang Nasitonale Deutscholympiade (NTO)
‘’Kemampuan berbahasa Jerman Lazuardi, di atas rata-rata dari siswa kelas Bahasa Jerman yang ada di sekolahan ini. Sehingga saya tidak ragu untuk mengirimkannya ke ajang NTO tingkat provinsi pada tahun 2013 lalu,’’ bebernya.
Dalam ajang tersebut, dia menjadi juara, sehingga mewakili Jawa Timur ke tingkat nasional.
Persiapan ekstra terus dilakukan remaja asal Kepanjen ini, dalam mengikuti ajang bergengsi tersebut. ‘’Saya memperkaya kosa kata Bahasa Jerman lewat internet dan baca buku. Selain itu, saya terus dibimbing oleh Bu Sri Purwati saat ekstrakurikuler Bahasa Jerman,’’ ujar Lazuardi di tempat yang sama.
Menurutnya, saat melewati proses Olimpiade Bahasa Jerman, sangat menegangkan. Dia harus bersaing dengan 350 siswa berprestasi lainnya dari seluruh Indonesia. Apalagi, dia baru pertama kali mengikuti olimpiade bahasa tingkat nasional. Selain itu, soal yang diujikan dalam olimpiade tersebut, mempumyai tingkat kesulitan tersendiri.
Seluruh peserta olimpiade harus melewati tiga tahapan, yakni ujian tulis, ujian mendengarkan dan wawancara. ‘’Yang paling sulit, saat ujian mendengarkan. Karena dibutuhkan konsentrasi dan ketelitian,’’ terangnya. Setelah mengikuti serangkaian ujian, Lazuardi tidak seketika itu juga mengetahui hasilnya.
Dia terlebih dahulu harus menunggu pengumumannya hingga awal bulan April lalu. Dia pun tak menyangka, saat diumumkan di Goethe Instute Jakarta, ditasbihkan sebagai juara ke dua pada ajang Deutscholympiade. Padahal, dia tidak menyangka sebelumnya dapat menjuarai olimpiade bergengsi tersebut.
Perasaan bangga pun menghampiri dirinya, karena bisa menyisihkan ratusan peserta terbaik dalam ajang yang digelar rutin tiap tahun. ‘’Impian serta cita-cita saya untuk pergi dan belajar di Jerman dalam waktu dekat bakal terwujud. Karena menjadi juara dua, saya berhak belajar ke Jerman selama tiga bulan,’’ ucapnya.
Dia menegaskan, akan memanfaatkan kesempatan itu dengan sebaik mungkin. Pasalnya, tidak sembarang orang dapat merasakan kesempatan itu. Terlebih Lazuardi mendapatkan melalui prestasi dan kerja keras. Menurutnya, untuk mencapai impian maupun cita-cita dibutuhkan perjuangan dan ketekunan. (Binar Gumilang)