Vindy Harfrida, Ratu Face Painting Asal Malang

Profesi seni make up karakter atau dikenal sebagai face painting, belum terlalu dikenal di Kota Malang. Namun di ranah hiburan nasional, terutama di Jakarta, profesi ini amat menjanjikan. Kendati demikian, Vindy Harfrida, yang pantas disebut sebagai ratu face painting Malang, tak tergiur janji Jakarta.

Wanita muda ini berparas ayu. Namun, ia rela menutup kecantikan dengan make up seram layaknya tokoh-tokoh antagonis dalam film seperti Cruella, Goblin dan Chucky. Make up karakter adalah hobi wanita bernama Vindy Harfrida ini. Saat ini, hobinya mengalir menjadi ladang penghasilan dan prestasi yang membanggakan.
Melalui blognya, www.inivindy.com, namanya beken di dunia maya. Kepada Malang Post, arek asli Ngalam ini berbagi pengalamannya selama dua tahun menekuni profesi yang masih langka tersebut.
Saat ditemui di studionya di Jalan Terusan Sentani no.10, separuh wajah Vindy Harfrida sudah tertutup make up karakter Skully Evil Queen dalam film populer Snow White, sedangkan sisi kiri wajahnya masih sedikit memperlihatkan kecantikannya.
“Ini hanya make up karakter biasa saja, tidak terlalu rumit dan pengerjaannya juga cepat. Berbeda dengan karakter Michael Jackson, Freddy Mercury, Jhonny Depp dan Che Guevara yang pembuatannya lebih lama. Bisa sampai 1,5 jam,” ujar wanita yang berulang tahun setiap 21 Agustus ini.
Pengalaman wanita hobi travelling ini di bidang make up karakter memang masih belum bisa terbilang lama. Ia mengaku baru menyeriusi profesi ini pada akhir 2012 lalu. Saat itu di sela-sela pekerjaannya di sebuah perusahaan swasta ia membantu sang suami yang fotografer, Irvan Ardiansyah, untuk memotret dan memoles model. Seiring kesibukannya menekuni dunia make up, alumnus Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Malang (UM) ini mulai tertarik pada make up karakter.
Tantangan baginya dimulai saat itu, ketika ia bimbang memilih antara karirnya di perusahaan yang sudah mapan, dengan seni make up karakter yang di Kota Malang belum terangkat.
“Untuk belajar saja, di Malang tidak ada tempat khusus, jadi saya belajar secara otodidak dari blog dan youtube yang bloggernya dari luar negeri seperti Michelle Phan, Tamang Phan, dan Charisma Star. Selain belajar dari mereka, saya masih harus berlatih sendiri untuk menyesuaikan dengan hijab yang saya pakai,” lanjut owner butik Savanna Mecca Hijab ini.
Dengan support suami dan orang-orang terdekatnya, di awal 2014  ia akhirnya rela melepas karirnya untuk menekuni hobinya. Saat ini, berbekal blog ‘Ini Vindy Yang Ajaib’ yang digarapnya sejak 2013, ia menuai apa yang ia tanam. Berbagai penghargaan dari brand-brand kosmetik ternama ia kantongi.
Beberapa di antaranya ialah penghargaan dari brand sepatu, tas, make up, perawatan tubuh dan alat-alat kecantikan ternama. Ia juga menjadi brand ambassador sebuah produk softlens eksklusif dan mendapat sponsor dari sebuah produk bulu mata milik seorang artis ibukota.
“Sebenarnya, nyaris setiap orang yang berkecimpung di dunia tata rias wajah, suka mencoba make up karakter. Tapi, di Indonesia, make up karakter sebagian besar masih sebatas kepentingan layar kaca sehingga untuk pertimbangan komersilnya masih belum,” terang penyuka warna tegas tersebut.
Vindy sendiri pada akhir 2013 lalu ditawari untuk menjadi make up artist pada acara TV The Master, namun atas pertimbangan tertentu, ia menolaknya dan lebih fokus untuk mengembangkan make up karakter di Kota Malang.
Sedangkan untuk selain dunia layar kaca, make up karakter diperlukan saat event-event tertentu seperti launching produk dan meramaikan booth. Untuk kompetisi pun, menurut wanita yang mengaku Aremanita fanatik ini, masih sangat terbatas. Apalagi, untuk make up karakter profesional, peralatan make up karakter jauh lebih mahal dibanding make up biasa, make up fantasy dan make up artist.
“Beberapa peralatan seperti brush, lateks silikon dan eyeshadow khusus harus membeli di luar negeri untuk kualitas yang bagus. Harganya tentu selangit, belum lagi ongkos kirim yang mahal,” jelas wanita yang juga berprofesi sebagai fotografer tersebut.
Selain mahal, pemesanannya pun memakan waktu minimal satu bulan dengan ongkos kirim ratusan ribu rupiah. Akan tetapi, untuk belajar ia banyak ‘mengibuli’ merk-merk luar tersebut dengan caranya sendiri. Misalnya membuat efek kulit mengelupas seperti zombie yang seharusnya memakai silikon lateks. Karena tidak dijual di Indonesia, ia menggunakan masker merk lokal yang teksturnya saat kering menjadi elastis.
“Syukurlah, baru-baru ini beberapa brand lokal sudah mulai memproduksi bahan make up karakter, meski sebagian kualitasnya masih belum sempurna. Yang terpenting, kita harus bisa meraciknya,” ungkap wanita 29 tahun ini.
Rata-rata make up karakter bertahan delapan jam hingga sehari penuh, tergantung kebutuhan klien, yang disesuaikan komponen make up-nya oleh yang gemar memakai busana jeans ini. Daya tahan make up juga disesuaikan dengan kondisi sekeliling, misalnya jika klien berada di tempat yang panas seperti saat ia memake up dengan karakter singa pada HUT Arema tahun lalu. Make up itu adalah salah satu yang berkesan baginya karena karakter singa yang ia inginkan benar-benar ada. Bahkan, suami dan putrinya yang biasanya tidak heran dengan penampilan Vindy, saat itu takut.
“Waktu itu saya berpikir keras mencari ide untuk menghebohkan HUT Arema, ternyata make up karakter singa membuat aremania semakin semarak melihat make up kami,” kisahnya seraya tersenyum.
Karakter lain yang dimunculkannya pada make up karakter, sebagian besar adalah tokoh-tokoh jahat Disney seperti Ursula, Red Queen, dan tokoh-tokoh Mortal Instruments seperti Queen Lilith. Ia juga suka membuat karakter wajah dari lukisan seperti Che Guevara. Khusus karakter Che, menurutnya lebih sulit lagi. Sebab, ia harus membuat wajah yang sebenarnya tiga dimensi, menjadi seakan-akan dua dimensi seperti lukisan.
“Ya, kita harus bisa bermain garis. Kalau tidak, akan gagal. Seperti saat saya mencoba membuat karakter Barrack Obama, hasilnya malah seperti orang dekil,” tuturnya seraya tertawa kecil.
Ketika ditanya tentang hijab yang ia pakai, wanita berkulit kuning langsat ini menegaskan, hijab itu bahkan mempermudahnya mengatur gradasi warna. Dengan hijab, ia tak perlu mewarnai rambutnya. Cukup mengkombinasikan warna-warna hijab yang dipakai, sehingga make up karakter ala Vindy dapat dimunculkan.
Saat ini, wanita yang mengaku pernah tomboy tersebut tengah mengembangkan kelas Sinau Make Up dan make up karakter khusus untuk anak.
“Mengangkat make up karakter di Kota Malang sepertinya lebih mudah dengan memasuki dunia anak-anak. Misalnya saat ulang tahun atau acara sekolah. Tapi bahan make up-nya harus yang bahan air, bukan bahan minyak seperti make up karakter dewasa. Tentu harganya lebih mahal,” tandas pecinta lagu jazz ini, seraya mengakhiri pembicaraan.(Laili Salimah)