Laris Manis Layani Pesanan Berbagai Daerah

DUNIA  mode selalu menjadi ladang bisnis yang menggiurkan.  Terutama jika target pasarnya adalah wanita. Bagi wanita dengan ukuran tubuh proporsional, tidak sulit mencari busana yang pas agar terlihat cantik.  Tapi bagi Ni Wayan Ayu Yudhiati, target pasar tersebut sama sekali  tidak menantang.

Karena itu, wanita asal Pulau Dewata ini memilih mendirikan brand baru yang memberi fasilitas kepada sebagian wanita yang sebelumnya memiliki ruang sempit untuk tampil cantik, yaitu wanita berukuran jumbo.  Caranya, membuka  Butik Made Ayu.
Kediaman Ni Wayan Ayu Yudhiati di Jalan Banten dan butiknya di Jalan Serang Kota Malang  tidaklah  sulit dicari. Di pintu masuk menuju gang, terpasang papan penunjuk arah dengan tulisan: Butik Super Jumbo ‘Made Ayu’, size L – XXXXXXXXXXXXL.
Saat dijumpai, wanita yang akrab disapa Ayu ini segera mengajak Malang Post untuk melihat-lihat isi Butik Made Ayu  tak jauh dari rumahnya. Sekilas, koleksi butik  terlihat tak jauh beda dengan butik-butik lain. Tapi jika dicermati, tampak jelas busana-busana yang dipajang ukurannya lima kali lipat ukuran normal. Mulai dari baju tidur, busana formal, hingga pakaian santai, semua berukuran super jumbo.
“Butik saya ini bisa jadi adalah satu-satunya di Malang, bahkan Jawa Timur. Apalagi berdasarkan penelusuran saya, masih belum ada butik khusus wanita ‘big’. Begitu juga setiap saya tanya pelanggan, mereka bilang belum ada,” ujar ibu dari Gede Bayu Made Aditya, Nyoman Chandra, dan Made Darsana tersebut.
Usia Butik Made Ayu sendiri, menurut wanita kelahiran  Tabanan, 17 Maret 1964 lalu ini, masih muda. Ia mendirikannya pada tahun 2004, saat ketiga putranya sudah dewasa dan tidak butuh pengawasan ekstra.
Dunia bisnis memang sudah ia akrabi sejak kecil, karena latar belakang dan lingkungan keluarganya yang juga pebisnis andal di Bali. Tapi, ide bisnis busana khusus wanita berukuran jumbo, diakui oleh wanita ramah ini, baru tercetus saat banyak teman-temannya yang gemuk kesulitan mencari busana yang pas. Awalnya, ia menjual baju ukuran super kepada teman-temannya. Tapi melalui promosi dari mulut ke mulut, selain dari kota-kota di Pulau Jawa, ia mulai mendapat pelanggan dan laris manis melayani pesanan  dari daerah-daerah luar pulau seperti Kalimantan, Bali, Lombok dan Sulawesi.
“Banyak di antara mereka yang hanya berani memakai pakaian hitam polos demi mengakali berat badan yang di atas rata-rata. Padahal orang gemuk bisa kok, pakai baju model kelelawar yang ngetren dipakai orang kurus, asal kain dan coraknya pas,” ujar nenek dari empat cucu tersebut.
Corak yang pas, menurut wanita pecinta warna-warna lembut ini, selain polos wanita gemuk juga bisa memakai corak bunga-bunga kecil, gradasi, garis dan kotak-kotak. Sedangkan bahannya, harus menggunakan kain yang jatuh dan tidak kaku seperti sifon, katun tipis dan kaus. Bagi masyarakat Jawa Timur yang sebagian besar adalah muslim, baju dengan bahan tersebut dapat membuat wanita gemuk tetap merasa nyaman dengan busana tertutup.
“Bahan kaku seperti drill dan katun tebal meski tidak membuat tampak lebih gemuk, tapi bisa membuat mereka tidak nyaman dan gerah,” lanjutnya.
Karena tidak menemukan ukuran yang sesuai di Jawa Timur, putri keenam dari delapan bersaudara ini ‘berburu’ pakaian ke Jakarta. Sebelumnya, ia sempat berencana untuk menjahit, tapi setelah dipertimbangkan, harga jahit dan disain jauh lebih mahal dibanding membeli, meski harus ke Jakarta. Apalagi, bahan kain yang dibutuhkan untuk sepotong baju jauh lebih besar dari sepotong baju ukuran normal.
“Biasanya saya belanja setiap 2 bulan dengan budget antara Rp 100 juta s/d  Rp 140 juta.  Di Jakarta pun, hanya ada beberapa tempat yang menjual baju ukuran besar,” jelasnya.
Di butik Made Ayu, menurut wanita ramah ini, ukuran baju yang paling laris diburu pembeli adalah ukuran XXXL – XXXXXXXL. Dalam mengembangkan butik Made Ayu, wanita murah senyum ini mengaku tidak hanya berorientasi pada profit yang dihasilkan, tapi lebih pada nalurinya sebagai wanita. Ia ingin semua wanita merasa cantik dan percaya diri.
“Puas rasanya, saat melihat pelanggan yang awalnya tidak modis karena minder terhadap ukuran tubuhnya, menjadi makin pede dan punya ruang untuk bergaya,” ungkapnya seraya tersenyum kecil. (layli shalima)