Setahun Raih Lima Penghargaan Tingkat Nasional

DI kalangan tenaga pendidik Kabupaten Malang, siapa yang tidak kenal dengan sosok Sutikno Mpd. Kepala SMP Negeri 4 Kepanjen ini sangat dikenal, terlebih di kalangan guru. Selain dedikasinya dalam dunia pendidikan yang sangat bagus, dia juga langganan mendapat penghargaan tingkat nasional.

Sutikno adalah orang yang sederhana. Dia tidak banyak neko-neko. Raut wajah serta pakaian yang dikenakan biasa dan menunjukkan sebagai orang yang sederhana. Apalagi, pria yang menjadi guru mulai tahun 1981 ini, juga murah senyum.
Namun di balik semuanya itu, dia sosok orang yang hebat. Dia bisa mengharumkan dunia pendidikan Kabupaten Malang, sampai tingkat nasional. Bukti nyata itu, dengan sejumlah penghargaan yang telah diterimanya. Baik penghargaan itu untuk sekolah yang dipimpin atau pribadinya.
Penghargaan sendiri, juga bukan hanya di tingkat Kabupaten Malang, tetapi juga Provinsi Jatim serta Nasional. Salah satu penghargaan terbaru yang baru diterimanya 28 Maret 2014, adalah penghargaan sebagai Figure Excellence Awards 2014 dari Venna Achievement Association yang ditandatangani Menko Kesra Dr H. R. Agung Laksono.
Penghargaan tersebut diberikan karena peran aktif Sutikno, sebagai pendidik yang berfikir dan bekerja keras mendorong peran serta masyarakat secara maksimal dalam mengangkat pembangunan disegala bidang kehidupan. “Penghargaan itu, diserahkan perwakilan oleh perwakilan Menko Kesra,” kata Sutikno.
Selama sebelas bulan menjabat sebagai Kasek SMP Negeri 4 Kepanjen sejak pertengahan 2013 lalu, sudah ada tiga penghargaan nasional yang diterima. Selain Figure Excellence Awards 2014, dia juga menerima Certificate or Achievement  sebagai Top 50 Leader of the year 2013 yang ditandatangani Menteri Pendidikan M Nuh, pada 26 Juli 2013. Serta penghargaan The Competition Education Excellence Award 2013 yang ditandatangani Menko Kesra, pada 11 Oktober 2013.
Selain tiga penghargaan nasional itu, Sutikno juga pernah mendapat penghargaan nasional ketika menjabat sebagai Kepala SMP Negeri 5 Kepanjen. Ada lima penghargaan yang diterima Sutikno, selama sekitar 6 tahun menjabat di sekolah tersebut.
“Lima penghargaan itu diantaranya adalah penghargan Adiwiyata Mandiri serta Top School Highly Recommended Of The Year tingkat nasional pada tahun 2012. Dan penghargaan sebagai Top School itu yang membuat saya cukup kaget, dan tidak percaya jika mendapat penghargaan itu,” ujar mantan guru di SMP 1 Donomulyo.
Namun beberapa penghargaan yang didapat itu, tidak mudah diperoleh begitu saja. Harus diawali dengan perjuangan keras. Perjuangan diawali saat dia menjabat Kasek SMP Negeri 5 Kepanjen mulai dari 2007.
Waktu ketika masuk, dia melihat semua sumberdaya di SMP Negeri 5 Kepanjen rendah. Kultur masyarakat sekitar, sebelumnya juga tidak peduli dengan dunia pendidikan. Dari situlah, Sutikno yang sebelumnya Kasek di SMP Negeri 2 Gondanglegi, lalu berusaha merubahnya.
Diawalinya dengan menerapkan kedisiplinan. “Karena saat itu, dari 600 siswa saya melihat hanya sekitar 350 siswa yang ikut upacara. Itu sudah menunjukkan bahwa profil disiplin rendah. Akhirnya saya buatkan tata tertib. Berjalan selama 6 bulan, akhirnya siswa bisa disiplin,” tuturnya.
Termasuk untuk meningkatkan potensi akademik, Sutikno saat itu harus membuat tambahan jam pelajaran. Khususnya untuk anak kelas III. Kondisi lingkungan juga banyak sampai tercecer dimana-mana. “Kami lalu mensikapi dan membuat peraturan. Cat tembok juga kami rubah dengan warna yang cerah dan harganya mahal. Siswa yang mencoret tembok, kami denda membeli satu gallon cat lalu mengecatnya sendiri,” paparnya.
Dari semua perubahan yang telah dilakukan untuk merubah SMP Negeri 5 Kepanjen, akhirnya Sutikno mencoba mengikutkan seleksi adiwiyata pada 2009. Ternyata seleksi tingkat kabupaten, provinsi dan nasional lolos dan mendapat penghargaan calon adiwiyata. Kemudian 2010 mendapat penghargaan sebagai sekolah adiwiyata. Dan 2012 dinyatakan sebagai Adiwiyata Mandiri atau Tropy Kencana.
Dari situlah, akhirnya pernghargaan nasional terus mengalir.  Semuanya berkat kerja kerasnya. “Bekerja bagi saya motivasi. Hidup adalah perubahan. Kerja adalah motivasi hidup. Kerja yang tulus adalah ibadah. Perjuangan ini akan terus saya lakukan karena bagian bentuk bersyukur saya. Hanya kerja-kerja dan kerja sebetulnya, tidak ada pikiran untuk mendapat penghargaan,” sambung mantan Kepala SMP Negeri 1 Pagelaran ini.
Dia berpesan dan mengajak semua guru, supaya tulus dan bersungguh-sungguh dalam mentransfer ilmu kepada siswa. Seorang guru harus dapat memberikan kesempatan siswa memperoleh pengalaman belajar di sekolah sebanyak-banyaknya. Karena pengalaman belajar ketika diwujudkan akan bermanfaat dan menjadi sebuah nilai yang sangat tinggi.(Agung Priyo)