Dibuat dari Gerobak, Dipakai Tangani Korban Letusan Gunung Kelud

Damkar “Air Siram Masyarakat” Bikinan Arek Talun Kulon
KECIL, sederhana dan murah  namun multifungsi. Itulah alat pemadam kebakaran (damkar)  ‘Air Siram Masyarakat’. Damkar karya Andre Ananta, arek Talun Kulon ini merupakan inovasi yang terinspirasi dari pemukiman padat pemukiman. Tak hanya digunakan  memadamkan kebakaran saja namun  bisa juga digunakan untuk siram bunga hingga membantu korban letusan  Gunung Kelud beberapa waktu lalu.

Bentuk gerobak 1 x 1,5 meter itu tak berbeda jauh dari gerobak pada umumnya jika dipandang dari kejauhan. Sebuah tong yang menempel di atas gerobak, lengkap dengan  mesin penyemprot, penyedot air dan gulungan slang menjadi pembeda kalau itu bukan gerobak biasa.
Apalagi saat dioperasionalkan, maka fungsi damkar barulah tampak jelas. Itulah karya Andre Ananta. Pembalap off roader ini memulai riset sejak dua tahun lalu. Tahun 2013, ia memberanikan diri merakit damkar lalu melakukan uji coba.
“Inspirasi saya dari gerobak, mobil damkar dan pemukiman padat pemukiman,” terangnya tentang dasar pemikiran merakit damkar.  Menurut Andre, mobil damkar sulit mengakses pemukiman padat penduduk yang jauh dari jalan utama. Padahal saat terjadi kebakaran, masyarakat butuh penanganan cepat. Gerobak,   menurut dia bisa dirakit menjadi medium damkar dan sangat mobile.
Untuk merakit damkar ‘Air Siram Masyarakat’ tak mebutuhkan banyak biaya. Berdasarkan kalkulasi tahun lalu, hanya butuh biaya sekitar Rp 3 juta untuk membuat satu unit damkar.  Biaya tersebut sudah lengkap dengan gerobak, ban, tong air berkapasitas 100 liter, alat semprot, sedot air dan slang.
“Cara buatnya mudah. Selain itu alat ini ringan. Bisa digunakan ibu-ibu, kan ringan didorong,” terang peraih juara dua kejurda off roader Malang tahun 2012 ini sembari memeragakan cara penggunaan karyanya itu.
Kendati kecil, namun daya pemadamannya efekif.  Itu karena kekuatan semprotnya mencapai tujuh meter.   “Bisa memadamkan kebakaran rumah dalam waktu 10 menit,” kata pria 37 tahun ini.  
Efektifitas damkar buah kreatifitas   Andre ini terbilang tinggi karena didukung penggunaan slang air. Ada dua jenis slang air yang digunakan memiliki dua fungsi sekaligus. Satu slang berfungsi mematikan titik api, sedangkan satu slang lagi berguna untuk pembuka jalan sekaligus pengaman bagi petugas yang memadamkan api saat akan memasuki titik kebakaran. “Karena  semprotan airnya didesain bisa mengembang,” katanya.
Sejauh ini alat damkar tersebut memang belum digunakan untuk memadamkan kebakaran. Namun beberapa kali digunakan untuk simulasi. Yakni simulasi rumah terbakar yang disetting persis seperti rumah sungguhan yang sedang diamuk si jago merah dan  kebakaran rombong dagang.
Alat damkar yang juga dioperasionalkan oleh Neolath Community itu  juga telah  digunakan untuk berbagai kegiatan. Misalnya saat letusan Kelud diturunkan untuk membantu membersihkan rumah ibadah, rumah warga dan jalan di kawasan Pujon yang dipenuhi debu.
“Saat-saat ini digunakan juga untuk menyiram bunga di kampung. Kami bahkan berencana membantu Dinas Kebersihan dan Pertamanan menyiram tanaman di tengah alun-alun. Karena mobil tangki tak bisa masuk sampai ke tengah alun-alun,” katanya sembari menambahkan, untuk operasional si ‘Air Siram Masyarakat’ tak membutuhkan banyak orang.
Ketua RT 03, RW 05, Kelurahan Kauman, Iwan Prasetyo mengakui multifungsi alat damkar tersebut. Ia mengaku beberapa kali digunakan untuk membersihkan kampung saat ada kegiatan kerja bakti di kampung.
“ Juga digunakan untuk pengadaan air bagi warga saat musim kemarau tahun lalu,” terang Iwan. Tahun lalu, saat dilanda kemarau, kata Iwan, empat sumur milik warga kering.  Alat damkar karya Andre itulah yang kemudian digunakan untuk mengangkut air dari pelanggan PDAM kemudian didistribusikan kepada warga. Jadi memang multifungsi,” kata Iwan.
Bahkan bisa juga digunakan untuk cuci motor. Bahkan pernah muncul gagasan digunakan untuk cuci motor keliling oleh karang taruna  ketimbang alat tersebut nganggur.
Penasehat Neolath Community, Tito menambahkan, warga Talun Kulon tak hanya mengetahui tentang alat damkar tersebut. Tapi juga diajarkan tentang cara penggunaan dan teknik memadamkan kebakaran. Pelatihan teknik pemadam kebakaran bekerjasama dengan Ajendam Kodam V Brawijaya dan SAR Tagana.
“Jadi alat ini bisa digunakan dengan baik. Penggunanya juga tahu teknik memadamkan kebakaran,” kata dia. (Vandri Battu)