Rencana Liburan Usai Penerimaan Raport Itupun Kandas

Afriela Raina Caesar, Korban Tewas Kecelakaan Maut Junrejo

DUKA mendalam menyelimuti keluarga pasangan Yosi dan Rohmawati warga Dusun Jeding  Desa Junrejo. Pasalnya, anak semata wayangnya, Afriela Raina Caesar, tujuh tahun  yang masih duduk di kelas 1 SDN 1 Junrejo Kota Batu, pergi selamanya. Dia merupakan korban kecelakaan maut di Proliman (Simpang Lima) Junrejo, Rabu (11/6) petang.
 

Rumah di depan SDN 1 Junrejo terus dipadati pelayat hingga Kamis (12/6) siang kemarin. Sanak saudara, kerabat, tetangga hingga teman-teman sekolah Ella, panggilan Afriela Raina Caesar datang ke rumah itu. Terdengar isak tangis di dalam rumah.
Keluarga dan warga sekitar sudah memakamkan Ela di TPU, Junrejo, kemarin. Sedangkan Rohmawati, ibu korban tidak bisa melihat wajak anaknya kali atau mengantarkan ke tempat peristirahatan kali terakhir. Dia tetap terbaring di Rumah Sakit karena ikut menjadi korban kecelakaan yang melibatkan sebuah truk tronton, bus pariwisata, sebuah sedan dan motor itu. Saat itu Ela digonceng ibunya menggunakan motor.
Yosi, bapak korban masih terlihat tegar meski harus menerima kenyataan pahit, kehilangan anak satu-satunya itu. Dia berusaha ikhlas atas kepergian anaknya. Dia terlihat melayani para pelayat yang menyalami. Beberapa temannya juga berusaha memenangkan hati Yosi dan meminta tabah mengingat semua cobaan datang dari-Nya.
Sang kakek, Nardi yang ditemui seusai pemakaman menuturkan bahwa keluarganya sedang dalam berkabung. ”Kami sedang berkabung. Mohon maaf kami belum bisa menemui dan memberikan banyak informasi,” ucap Nardi dengan wajah terlihat begitu terpukul.  
Dia terkenang saat itu Ella bersama ibunya belanja di minimarket di sekitar Proliman. Saat perjalanan pulang itulah, maut menjemput karena kecelakaan maut.
Saat itu motor yang dikemudikan Rohmawati berusaha kendaraan berbelok, tiba-tiba kendaraan berat melaju kencang dari atas (arah barat) disertai mobil sedan di depannya.
Tubuh Ela dan ibunya terseret sepanjang 15 meter dan berhenti depan toko listrik. Diduga Ela menghembuskan nafas terakhirnya di lokasi, sedangkan ibunya mengalami luka-luka dibagian kaki dan kepalanya. Dia langsung mendapatkan pertolongan dari warga sekitar.
Nardi yang mengenakan baju batik dan peci hitam mengaku tidak ada tanda-tanda akan kepergian cucunya itu. Dia bersama cucunya sudah menjadwalkan liburan. ”Kami sangat kehilangan, tetapi bagaimanapun juga kami harus mengiklaskan kepergianya. Semua ini sudah menjadi cobaan darin-Nya. Padahal kami sudah merencanakan liburan, tetapi..ya sudahlah lupakan saja…” aku Nardi.
Pihak sekolah juga merasa kehilangan siswi yang duduk di kelas 1A SDN 01 Junrejo ini. Ela dikenal sebagai anak cerdas dan pintar. Ia juga dikenal anak pendiam dan pintar, serta patuh terhadap tugas yang diberikan oleh gurunya. Dia gampang akrab dengan teman kelasnya.
Sulastri guru kelas 1 SDN 1 Junrejo ini mengungkapkan, Ella pernah menegurnya dan menanyakan kapan raport akan diberikan. ”Lima hari saya tidak bertemu dengan anak-anak kelas 1 ketika ikut pelatihan, saat kembali mengajar Ela langsung bertanya tentang raport.  Saya menjawab raport diberikan sebelum liburan,” ungkap perempuan berkacamata ini sembari meneteskan air mata.
Menurutnya, kelas 1A semula berjumlah 36 siswa, kini berkurang satu menjadi 35 anak. ”Begitu mendengar tabrakan beruntun dan ada anak kecil meninggal warga Jeding, saya mengajak suami ke lokasi. Anak kecil itu ternyata siswa sekolah ini,” ceritanya sembari menunjukkan foto Ela lengkap dengan seragam sekolah.
Teman korban, Risma dan teman kelas Ella menyebut jika korban (Ela) teman yang baik. Setiap hari selalu bermain bersama, dan tidak jarang bermain di rumah saat istirahat. ”Kami kehilangan teman tersayang, padahal kami mau kenaikan kelas dan rekreasi bersama liburan nanti,” sebut siswa ini dengan kompak disertai raut wajah sedih.
dr Calenthia Ekawati, dokter yang menangani korban kecelakaan di RS Baptis menuturkan, Ela sudah tidak bernafas begitu tiba di RS itu. Denyut nadi dan jantungnya sudah tidak berdetak saat diturunkan dari Ambulance. Bagian kepala mengalami luka dan pendarahan serta kaki dan tangannya juga luka. Segala upaya telah dilakukan oleh pihak Rumah Sakit, namun tidak berhasil. (miski bin jamaludin/feb)