Jadi Satu-satunya Karateka Jatim yang Masuk Pelatnas

OLAHRAGA bela diri karate sudah menjadi bagian hidup dari Yuswinda Eka Puspitasari. Keseriusannya pada cabang olahraga ini, membawa Yuswinda singgah ke Vietnam hingga Finlandia. Gadis ini adalah karateka andalan, mengharumkan nama Kota Malang di kancah nasional dan internasional.

Sempat gagal bermain di Sea Games 2013 di Myanmar tak membuat karier Yuswinda Eka Puspitasari meredup. Ia terus melakukan latihan dan mengikuti berbagai even setelah ia sembuh dari cedera. Alhasil, deretan prestasi kembali didapat untuk mengharumkan nama Malang dan Indonesia.
Dara kelahiran Malang, 11 Desember 1991 ini begitu menyesal tidak mampu mempersembahkan medali bagi Indonesia dalam Sea Games 2013 di Myanmar lalu. Meski sudah masuk dalam kontingen Indonesia dan ikut berangkat ke Myanmar, namun Yuswinda Eka Puspitasari harus menahan keinginannya untuk bermain.
“Saya sudah lolos ke tim Sea Games Indonesia. Tapi saat itu saya cedera jadi tidak bisa bermain,” urai wanita yang pernah mengenyam pendidikan di SMPN 1 Bululawang dan SMAN 2 Malang tersebut.
Namun, masuk ke dalam kontingen Indonesia di Sea Games sudah cukup mengharumkan nama Kota Malang di mata internasional. Alhasil, nama Yuswinda masuk dalam deretan nama atlet yang diberi penghargaan oleh Wali Kota Malang, H.M. Anton dalam upacara HUT 100 Tahun Kota Malang beberapa waktu lalu.
Sayang, dalam kesempatan itu Yuswinda tidak bisa hadir untuk menerima penghargaan secara langsung. “Kebetulan saya terlanjut berangkat ke Makasar untuk ikut Piala Kasad 2014. saya senang mendapat penghargaan dari Wali Kota,” paparnya. Akan tetapi keikutsertaan Yuswinda dalam Piala Kasad 2014 di Makasar tak sia-sia. Kala itu ia mendapat medali emas di kelas +68kg Putri.
Prestasi yang didapat Yuswinda memang sangat cemerlang. Untuk berskala nasional, tak terhitung berapa medali yang ia kumpulkan. Sementara dalam ajang internasional, mahasiswi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini beberapa kali turut serta mengharumkan nama bangsa.
Ia pernah menyabet dua medali perak dalam ajang 3rd SEAKF 2014 di Vietnam. Satu medali perak juga pernah ia sumbangkan kepada Indonesia dalam even Finnish Open 2013 di Finlandia. “Pengalaman di Finlandia itu tidak pernah saya lupakan. Itu kali pertama saya ke Eropa. Dapat pengalaman berharga bisa bermain lawan atlet-atlet Eropa,” ungkap anak pertama dari pasangan Yusup Hidayat dan Wiwin Windarwati itu.
Selain itu, hawa dingin khas Eropa juga tidak bisa ia lupakan. Yuswinda menambahkan, tidak mudah baginya bermain dalam hawa yang sangat dingin. “Apalagi lawannya sudah biasa dengan dingin, speednya bagus-bagus,” imbuhnya.
Kini, ia terus fokus berlatih bersama tim Pelatnas Asian Games 2014. Selain itu, ia juga harus berhati-hati menjaga kondisinya. Yuswinda tidak ingin mengulang pengalaman pahit dalam Sea Games 2013 lalu.
Dari 12 atlet yang masuk Pelatnas Asian Games, kodew asli Ngalam ini satu-satunya atlet yang berasal dari Jatim. Ia pun harus rela jauh dari keluarga di Malang untuk ikut dalam Pelatnas yang digelar di Jakarta.
“Yang iku Pelatnas belum tentu masuk tim Asian Games mas. Jadi target saya harus masuk Asian Games. Saya harus latihan serius agar ada wakil Jatim yang ikut Asian Games. Karena saya satu-satunya yang dari Jatim,” pungkasnya.(Muhammad Choirul)