Taman-taman Modern Kota Malang yang Diserbu Warganya (habis)

Hadirnya taman-taman modern di Kota Malang tidak hanya bisa dimanfaatkan untuk bermain dan berolahraga. Selain Merbabu Family Park, Kota Malang lebih dulu memiliki Taman Cerdas Bentoel Trunojo. Di Taman Trunojoyo, terdapat perpustakaan yang efektif digunakan sebagai tempat belajar.

Keramaian selalu terlihat di area Taman Cerdas Trunojoyo. Taman yang memiliki dua bagian ini selalu ramai oleh pengunjung yang terdiri atas berbagai kalangan. Dari dua bagian yang ada, Taman Cerdas Trunojoyo bagian B tampak lebih ramai.
Di lokasi tersebut, tidak hanya anak-anak yang riang bermain dengan didampingi orang tuanya. Para remaja pun tak ingin ketinggalan mengunjungi taman yang terletak di dekat Stasiun Kota Baru, Malang itu.
Wahana permainan yang tersedia di Taman Cerdas Trunojoyo bagian B seelalu dimanfaatkan oleh anak-anak setiap harinya. Sedangkan bagi remaja, selain memanfaatkan taman tersebut untuk nongkrong juga ada perpustakaan yang menyediakan buku-buku beragam jenis.
Perpustakaan Taman Cerdas Trunojoyo juga tak pernah sepi pengunjung. Baik anak-anak maupun remaja tampak antusias mengunjungi tempat itu setiap hari. Keberadaan perpustakaan itu juga disambut positif oleh warga.
Salah seorang pengunjung, Maya Purnama Sari mengakui bahwa Taman Cerdas Trunojoyo merupakan tempat strategis untuk memanjakan buah hatinya. Ia datang dengan putrinya yang berusia tujuh tahun, Intan Nurochma. Maya pun membawa anaknya ke perpustakaan dengan harapan mampu memnyempatkan waktu belajar saat bermain.
“Tempat ini sangat positif karena bisa ngajak anak bermain sekaligus belajar,” kata Maya kepada Malang Post.
Terpisah, petugas penjaga perpustakaan, Aprilia Nur Wulandari membenarkan bahwa keberadaan perpustakaan ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Dari buku daftar kunjungan yang ia catat, rata-rata pengunjung perpustakaan setiap harinya sekitar 20 orang.
“Hari Minggu kemarin bisa sampai 50 orang pengunjung. Menurut saya ini sangat banyak mengingat jam buka perpustakaan yang dibatasi mulai jam 9 pagi sampai jam 4 sore,” urai Aprilia, sapaan akrabnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa di perpustakaan itu kini tersedia 187 judul buku dengan berbagai jenis, baik buku untuk anak-anak maupun remaja. Aprilia menyebut bahwa buku-buku tersebut berasal dari Bentoel dan sumbanyan masyarakat.
“Bentoel menyediakan 174 buku tapi ada dua buku yang hilang. Lalu ada warga yang menyumbang juga sebanyak 15 buku jadi total sekarang ada 187 buku,” paparnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pengunjung perpustakaan terdiri dari berbagai kalangan, khusus untuk remaja, Aprilia mengatakan bahwa biasanya para remaja datang pada siang hari sekitar pukul 11.00 sampai 13.00.
Karena buku yang ada di perpustakaan hanya boleh dibaca di tempat, Aprilia sesekali pernah menyaksikan orang yang membaca buku dalam waktu yang sangat lama.  Terakhir, ia mempersilakan bagi masyarakat yang ingin menyumbangkan buku.
“Kami masih mau menerima sumbangan buku dari siapapun. Langsung saja ke perpustakaan Taman Trunojoyo. Buku jenis apapun boleh termasuk majalah kami juga mau menerima,” pungkasnya. (Muhammad Choirul/Habis)