Kejutan Ulang Tahun Bikin Kapolres Malang Menangis

WARTAWAN dikerjai (dijaili, red) polisi, mungkin sudah biasa. Tetapi bagaimana jika wartawan yang menjaili polisi. Apalagi yang menjadi korban aksi ‘usil’ para kuli tinta ini adalah Kapolres Malang AKBP Adi Deriyan Jayamarta. Aksi jail ini akan dikenang sepanjang hayat, mempermanis hubungan baik antara para kuli tinta dan narasumbernya.

Suasana halaman Mapolres Malang, kemarin (17/6) pagi amat tegang. Belasan jurnalis dari beberapa media cetak dan elektronik yang biasa ‘ngepos’ di Polres Malang melakukan aksi demonstrasi. Saking niatnya, mereka menaiki belasan motor, mobil bahkan truk lengkap dengan sound system.
Para pemburu berita ini berangkat dari garasi bus Bagong dengan iring-iringan. Suara klakson motor sengaja dibunyikan secara bergantian di sepanjang Jalan Ahmad Yani Kepanjen menuju ke Mapolres Malang. Arus kendaraan dari dua arah dibuat macet.
Saat mau masuk Mapolres Malang, para wartawan mendapat penghadangan petugas Sabhara dan Provost Polres Malang. Petugas menghadang karena di halaman sedang ada upacara pagi. Kapolres Malang AKBP Adi Deriyan Jayamarta, terlihat sedang memberikan amanat kepada anggota.
Tetapi wartawan yang ingin melakukan orasi, mencoba untuk menerobos masuk. Saling dorong dan adu mulut antara petugas dengan wartawan pun terjadi. Bahkan, saking kesal, seorang petugas sampai terlihat emosi dan hendak mau memukul. Tetapi wartawan yang terus melawan dan mencoba untuk menerobos.
Mengetahui ada aksi unjukrasa ke Mapolres Malang, Adi Deriyan langsung buru-buru mengakhiri pemberian amanat. Bahkan, kultum (kuliah tujuh menit) yang biasanya selalu diberikan saat apel, tidak diberikan. Dia lantas buru-buru menemui wartawan yang melakukan aksi.
Dengan membawa beberapa beberapa tulisan, wartawan menuntut supaya Kasubag Humas Polres Malang AKP Ni Nyoman Sri Elfiandari dicopot dari jabatan. Humas selama ini dianggap tidak berfungsi. Humas selalu mempersulit wartawan saat proses liputan.
“Kami minta ketegasan kepada bapak Kapolres Malang, untuk bisa mencopot jabatan Humas Polres Malang. Kalau humas tidak segera diganti, wartawan akan memboikot Polres Malang,” teriak Ainun, salah satu koordinator aksi.
Teriakan untuk mengganti jabatan humas terus diteriakkan. Puluhan petugas Sabhara dan Dalmas yang melihat suasana bertambah panas, langsung memasang blokade. Bahkan satu Dalmas lain, bersiaga dengan senjata tameng dan pentongan. Disisi lain, ada petugas yang juga sempat meminta bantuan Brimob.
Melihat kedatangan wartawan yang berdemo, raut wajah Adi Deriyan terlihat memerah. Dia tersenyum kecut melihat tingkah belasan kuli tinta yang selama ini dekat dengannya. Ia tidak menduga, kalau wartawan akan melakukan aksi unjukrasa di pagi hari.
Untuk meredam aksi anarkis dari wartawan, mantan Kapolres Madiun ini langsung mendekat dan meminta alat pengeras suara untuk berbicara. “Saya selaku Kapolres Malang siang menerima aspirasi yang disampaikan oleh teman-teman wartawan dari media cetak dan elektronik jika memang ada kinerja humas saya yang kurang,” papar Adi Deriyan.
Tetapi belum sempat melanjutkan pembicaraan, dari belakang ayah serta ibu kandung Kapolres Malang yang sengaja didatangkan, menyiramkan air kembang ke tubuh Adi Deriyan. Nyanyian lagu selamat ulang tahun langsung terdengar dari seluruh wartawan dan anggota Polres Malang.
Ya, aksi demonstrasi yang digelar merupakan sandiwara semata. Kejutan untuk Kapolres yang tengah berulang tahun. Kejutan dari para wartawan itu mengena, saking terharunya, kedua mata Adi Deriyan terlihat berkaca-kaca. Dia menitikkan air mata karena tidak menduga kalau demo yang dilakukan wartawan adalah skenario dari para perwira Polres Malang, untuk memberikan kejutan.
“Saya sempat berprasangka jelek dengan teman-teman wartawan. Kurang ajarnya pagi-pagi sudah berani demo ke Polres Malang. Kasat Intel juga begitu, tidak memberitahukan kalau ada demo. Tadi saat doa waktu apel, saya tidak khusuk. Tetapi saya sangat terharu sampai menangis keluar air mata. Ini adalah kejutan yang luar biasa dan akan saya kenang selamanya. Karena dalam sejarah, baru kali ini saya ulang tahun dapat kejutan didemo. Ini adalah doa dan hadiah terbesar dan luar biasa buat saya,” terangnya sembari menyungging senyum haru.
Ia menambahkan, bahwa sebetulnya dia menunggu kejutan semalam di rumah dinasnya. Biasanya anggota datang pada tengah malam untuk memberikan ucapan selamat. Tetapi ditunggu sampai pukul 01.00, tidak ada kejutan yang datang. Para perwira memang sudah merencanakan untuk tidak memberikan kejutan.
“Saya tadi mengira demo beneran. Tidak tahunya kalau demo itu hanya skenario saja. Maaf kalau tadi sempat kasar dan mendorong-dorong, saya tidak tahu,” tutur salah satu anggota.
Ya, dalam aksi unjukrasa wartawan memang tidak memberitahukan kepada anggota Polres Malang. Hanya beberapa perwira di Mapolres Malang saja yang mengetahui. Termasuk Kasubag Humas Polres Malang, juga tidak diberitahu.
Bahkan, sehari sebelum aksi, anggota Intel Polres Malang sempat mencoba mendekati dan menggembosi supaya tidak melakukan demo. “Tadi sempat mau dibuyarkan karena tidak ada izin, tidak tahunya hanya kejutan,” kata anggota Intel. Selamat ulang tahun AKBP Adi Deriyan Jayamarta, semoga panjang umur dan sukses selalu.(Agung Priyo)