Dari Diskusi Gerakan Menabung Air (1)

Gerakan Menabung Air (GEMAR)  yang dilakukan warga RW 23 Purwantoro, Kecamatan Blimbing, telah dipublikasikan melalui dunia maya. Ketua RW 23 Purwantoro, Ir Bambang Irianto pun dalam setiap kegiatan sering memunculkan gerakan ini.
Tak heran, jika Gerakan Menabung Air ini sudah banyak dikenal orang. Beberapa kota baik di Pulau Jawa maupun luar Pulau Jawa pun tertarik dengan gerakan yang sangat cerdas ini. Mereka ingin tahu, bagaimana gerakan ini bisa diterapkan di masyarakat. Apalagi, manfaat Gerakan Menabung Air ini sangat luar biasa bagi generasi mendatang.
Tak heran pula, RW 23 sering menjadi kunjungan untuk mengetahui Gerakan Menabung air ini. Mereka datang dari berbagai kota untuk melakukan studi banding.  Hanya saja, hingga saat ini, RW 23 masih belum memiliki satu pun sumur resapan atau sumur injeksi. Sumur ini hanya masih akan dibangun.
‘’Beberapa kali kami menerima kunjungan, ada yang dari Sumatera, Sulawesi, Kalimantan. Mereka ingin mengetahui Gerakan Menabung Air.  Mereka sangat tertarik, namun hingga kini kami masih belum memiliki sumur resapan. Yang kami tunjukkan hanya benner (gambar.Red)-nya saja,’’ kata Bambang Irianto saat diskusi pemantapan Gerakan Menabung Air di Kantor Redaksi Malang Post, Selasa (17/6).  Diakui, sumur injeksi ini masih akan dibangun di wilayahnya dan lokasinya sudah ditentukan.
Meski belum memiliki sumur injeksi, namun Gerakan Menabung Air di wilayah RW 23 Purwantoro sudah berlangsung dan sudah dirasakan oleh masyarakat setempat. Yakni dengan penggunaan biopori. Di wilayah ini, telah mencanangkan Gerakan Seribu Biopori. Gerakan ini pun sudah dilakukan masyarakat setempat.
Bahkan, masyarakat telah merasakan manfaatnya. Apalagi, pembuatan biopori ini sangat muda dan harganya tidak terlalu mahal. Jumlah biopori di wilayah ini terus mengalami peningkatan cukup drastis. Hampir setiap gang-gang kecil dipastikan ada bioporinya. Bahkan, setiap ada saluran air, dipasangi biopori.
‘’Gerakan Menabung Air ini merupakan solusi yang tepat dan dapat dilakukan oleh masyarakat,’’ tegasnya.
Selain Biopori, Gerakan Menabung Air yang dilakukan RW 23 diantaranya penghijauan di perkampungan dan penanaman bamboo untuk wilayah bantaran sungai dan wilayah yang mempunyai RTH.
‘’Termasuk pavingisasi infrastrukur kampong serta pemanfaatan air secara fungsional dan penyadaran hemat air,’’ jelasnya.
Bambang Irianto berharap gerakan ini jangan semata yang dijustifikasi menjadi proyek, sehingga pada saat yang sama kurang menumbuhkan partisipasi masyarakat.
Untuk percepatan Gerakan Menabung Air ini ia berharap mempertahankan originalitas gerakan masyarakat agar tetap murni dari, oleh dan untuk masyarakat. Selain itu untuk meningkatkan peranan perguruan tinggi sebagai lembaga supervise masyarakat. Serta meningkatkan peranan pemerintah daerah sebagai stimulator.(jon-Bersambung)