Bundaran HI hingga Monas Bermandi Jutaan Warna Cahaya

TUJUH ikon Jakarta kini bermandi jutaan warna oleh sorot cahaya lampu di malam hari. Berkesan megah nan glamour oleh penyinaran lampu,  namun pencahayaan jutaan warna lampu
di tujuh ikon ibu kota negara itu tak boros  listrik. Malang Post berkesempatan diundang langsung dalam pesta cahaya Philips LED di Jakarta tersebut.

Jakarta Night Festival (JNF) di Monas, Sabtu (21/6)  malam jadi pembuktian Royal Philips. Malam itu, Monas, Air Mancur Bundaran HI, Tugu Selamat Datang, Gedung Balai Kota Jakarta, Taman Waduk Pluit, Taman Ayodya, Jembatan Besi Banjir Kanal Timur, Area Banjir Kanal Barat dan Jematan Cinta Pulau Tidung ‘kompak’ bermandi jutaan warna cahaya yang tak biasa dari malam-malam biasanya.
Itulah tujuh ikon Jakarta yang kini megah oleh jutaan warna hasil  pencahayaan karena inovasi Philips LED. Royal Philips sengaja mengaplikasi solusi pencahyaan inovasinya saat Jakarta merayakan ulang tahun ke 487.
Air mancur di Bundaran HI misalnya, kini  tak polosan lagi. Cahaya berwarna merah,  hijau, kuning, biru, ungu dan berbagai variannya berganti bersamaan air mancur yang mengitari kolam besar di tengah bundaran itu.
Begitu juga dengan Monas. Monumen kebanggaan Indonesia itu bagai ditembak lampu beraneka warna saat langit Jakarta mulai gelap. Batang  Monas yang menjulang tinggi itu pun berganti warna secara teratur oleh pancaran warna cahaya.  
Jutaan pasang mata warga metropolitan pun memandang penuh kagum oleh wajah baru tujuh ikon Jakarta tersebut. Warna menyemut untuk menikmati indahnya tujuh bangunan penanda Jakarta itu.
Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama  yang malam itu gowes dari kantornya ke Monas pun kagum. Ahok, sapaan akrab Basuki Tjahja Purnama juga tampak menikmati indahnya pencahayaan ikon provinsi yang dipimpinnya itu.
Menyulap tujuh ikon Jakarta merupakan bagian dari program Kota Terang Philips LED Jakarta. Program ini merupakan kemitraan antara Royal Philips dengan Pemda DKI Jakarta.
Senior Vice President & Country Manager Philips Lighting Indonesia,  Chandra Vaidyanathan merasa terhormat ketika Philips bisa berkontribusi untuk masyarakat Jakarta.
“Merupakan satu kehormatan bagi kami untuk dapat berkontribusi dalam perayaan ulang tahun ibu kota kita tercinta dan menghadirkan solusi pencahayaan inovatif kami pada monumen ikonis di tengah-tengah kota Jakarta,” ujar Chandra Vaidyanathan.
Mempercantik wajah tujuh ikon Jakarta bukan pekerjaan mudah. Saat membenahi Bundaran HI misalnya, Philips harus kerja keras dan ekstra sabar. Butuh waktu  satu bulan untuk mempersiapkannya. Untuk memasang instalasi LED, petugas Philips harus menguras air di kolam Bundaran HI.
Baru saja menguras kolam, hujan cepat-cepat menggenangi lagi kolam. Berjibaku dengan cuaca, akhirnya instalasi LED pun terpasang. Jelang diresmikan, instalasi LED tiba-tiba rusak karena terkena galian.
“Akhirnya harus diperbaiki lagi. Tapi semuanya bisa dikerjakan dengan cepat,” kata  Head of Marketing Philips Lighting Commercial Indonesia, Ryan Tirta Yudhistira.
Untuk mewarnai Bundaran HI dengan cahaya  yang beraneka ragam warna itu ternyata tak menggunakan banyak lampu inovasi LED.  Hanya butuh 82 LED untuk menyulap bundaran itu.
“Satu LED berdaya 50 sampai 100 watt bisa menghasilkan 16 juta warna. Penyinarannya diprogram dan tersedia koneksinya,” terang Ryan.
Untuk menyinari tujuh ikon Jakarta, Philips hanya memasang 183 LED. Ini karena daya penyinarannya yang sangat kuat. Kendati terang benderang, Ryan memastikan inovasi Philips tak menyedot listrik. Justru menurut dia bisa berhemat energi dan hemat biaya.
Program Kota Terag Philips LED Jakarta tak hanya menyinari ikon kota. Sejumlah rangkaian kegiatan pun digelar. Mulai dari Photography Workshop and Contest – Photography Contest.
LED Workshop juga digelar di  Kampus Universitas Trisakti, Universitas Pelita Harapan dan Universitas Indonesia. Tema  yang diusung yakni peran pencahayaan dari aspek ekonomi dan estetika.
Sederet kegiatan lain juga digelar. Diantaranya kompetisi Touch The LED Light, Philips LED Exhibition, bazaar Philips,  bazar komunitas, berbagai acara kesenian daerah, Kirab Sepeda Hias Bercahaya & Marching Band dipimpin Ahok. Hingga  prosesi penyalaan penyinaran di panggung Kota Terang Philips LED.
Konser Kota Terang Philips LED 2014, Sabtu malam kemarin juga menyemarakan acara itu. Sedert artis ditampilkan. Diantaranya Wali, Ungu, Sheila On 7, Mulan, Dewi Persik, Indonesian Idols (Virzha, Nowella, Husein) tampil di Monas.
Tak hanya itu saja, di panggung Bundaran HI juga tampil rif/, White Shoes and The Couples Company, Pee Wee Gaskins, Steven Jams.
Program Kota Terang Philips LED merupakan sebuah program yang sudah digelar sejak tahun 2012 lalu. Ikon di sejumlah kota disinari oleh Philips sehingga menjadi lebih menarik.
Diantaranya pada tahun 2013 menyinari Tugu Pahlawan di Surabaya,  Jembatan Ampera di Palembang, Patung Ksatria Gatot Kaca dan Patung Dewa Ruci di Bali, Monumen Serangan Umum Satu Maret dan Pagelaran Keraton di Yogyakarta. Januari tahun ini, Philips juga  berhasil menyinari dua ikon kota Bandung. Yakni  Jembatan Pasupati dan Gedung Sate. Sedangkan Maret lalu giliran Gedung Wali Kota Medan.
Bermandi cahaya LED, jangan khawatir biaya listrik bakal membengkak. Justru sebaliknya terjadi penghematan energi hingga 80 persen  dan masa pakai sampai 100.000 jam.  “Pencahayaan LED yang inovatif juga memiliki lebih dari 16 juta warna yang dapat digunakan untuk menciptakan pertunjukan cahaya yang inspiratif,” pungkas Ryan.(Vandri Battu)