Lebih Dekat dengan Tim Kampanye Pasangan Capres-Cawapres (2/habis)

RELAWAN  pendukung pasangan capres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa memilih cara menantang demi capres pilihannya. Seperti yang dilakukan Sam Bowo Mania. Komunitas pendukung pasangan capres nomor urut 1 ini  rela naik motor trail  melalui jalur  off road dari Malang hingga Jakarta. Bagaimana kisah mereka setelah menempuh perjalanan menantang sepanjang 1.860 km?
Wajah Ony Rusdian masih tampak letih saat muncul di sebuah TV swasta, 16 Juni malam lalu. Saat itu, Ony dan enam temannya baru saja menyerahkan lebih dari 100 lembaran aspirasi dalam sebuah buku kepada wakil ketua Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Jenderal (purn)  George Toisutta di Rumah Polonia.
Ony bersama timnya, Sam Bowo Mania yang tiba di markas pusat pemenangan Prabowo-Hatta itu memang jadi incaran media. Sebab mereka mengungkapkan dukungan dengan cara berbeda dari kebanyakan pendukung capres lain. Usai diwawancarai, mereka diminta syuting iklan kampanye Prabowo-Hatta oleh tim pemenangan. Kini jadilah mereka sebagai bintang iklan.
Sam Bowo Mania melakukan perjalanan off road menggunakan motor trail modifikasi dari Malang ke rumah Polonia di Jakarta, sejak 10 Juni 2014. Mereka menuntaskan perjalanan panjang dan menantang pada 26 Juni lalu.
Ony tidak sendirian. Ia bersama enam temannya yang juga menyukai motor trail, yakni Agus Black (Nongkojajar), Budi Geri (Batu), Farid (Dampit), Catur (Karangploso), lalu ada Malik dan Irul berasal dari Bangkalan. “Jalur yang kami tempuh bukan jalan umum. Kami melewati jalan kampung dan pemukiman masyarakat yang sulit diakses kendaraan umum,” kata Ony tentang jalur yang dilewati.
Mereka melewati jalan bebatuan, gunung, lembah dan jalan terjal di berbagai wilayah di  Pulau Jawa, mulai dari Blitar, Tulungagung, Ponorogo, Tawangmangu, Parangtritis, Kebumen, Cilacap, Bumiayu, Kuningan, Cirebon, Majalengka, Purwakarta, Bogor lalu Jakarta. Tak lupa pula mampir di Hambalang, tempat  kediaman Prabowo Subianto.
Selama perjalanan berat itu, mereka mampir ke masyarakat di desa yang dilewati, untuk menjaring aspirasi. Total aspirasi yang dibawa lebih dari 100 pesan dan dukungan untuk Prabowo-Hatta. Semuanya itu titipan masyarakat.
“Aspirasi yang diberikan kepada kami paling banyak dari guru honorer. Mereka meminta agar gaji guru honorer disetarakan dengan UMK. Selain itu aspirasi para pensiunan,” terang Ony.
Selama perjalanan itu, Sam Bowo Mania tak sendirian. Mereka selalu disambut oleh komunitas trail  di setiap daerah hingga diantar ke etape berikutnya. Rencana tidur di tenda pun tak jadi dilakukan. Sebab mereka menginap di kantor organisasi kepemudaan dan pihak yang peduli.
Ony mencatat panjang perjalanan yang ditempuh, yakni 1.860 Km. Untuk melewati jalur sepanjang itu, kata pria 34 ini, mereka menghabiskan bensin 12 liter per hari untuk masing-masing motor.  Jika ditotal, semua motor tersebut menghabiskan 1344 liter selama perjalanan.
Tak hanya itu, setiap empat hari sekali mereka harus ganti oli. Selama tur, motor trail built up  dan rakitan yang digunakan tersebut sekali ganti ban depan dan belakang. Bahkan dua motor yang dikendarai sempat jebol skok.  “Total biaya yang dikeluarkan dalam sehari oleh setiap orang sekitar Rp 1 juta. Semuanya berasal dari swadaya. Kami tak menggunakan  sponsor,” katanya.
Beruntung perjalanan mereka lancar dan tak mengalami kecelakaan selama tur berlangsung, mereka juga tak diserang sakit meski capek fisik menyerang usai perjalanan panjang. Kendati harus menanggung capek, Ony dan kawan-kawan tak mempersoalkannya.
Mereka tetap menikmati perjuangan itu. Apalagi bisa menyampaikan aspirasi secara langsung di Rumah Polonia. “Kami lakukan ini karena ada nilai yang ingin digali. Yakni semangat perjuangan,” katanya bersemangat.
Kini Sam Bowo Mania berharap pasangan capres Prabowo-Hatta menang di pilpres 9 Juli mendatang sehingga aspirasi yang mereka galang bisa diperhatikan oleh Prabowo-Hatta.  Ony menegaskan, mereka bukan berasal dari Gerindra, PAN, PPP, PKS, Golkar dan PBB yang mengusung Prabowo-Hatta. “Kami penggemar dan pendukung Pak Prabowo,” tandasnya.
Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Kota Malang, Ahmad Bambang Taufik DHT mengungkapkan Sam Bowo Mania merupakan salah satu komunitas pendukung Prabowo-Hatta di Malang.  Selain itu masih banyak kelompok atau relawan masyarakat pendukung Prabowo-Hatta yang tumbuh atas kesadaran masyarakat. Semua relawan mendanai kelompoknya sendiri-sendiri secara swadaya.
“Relawan dibentuk sendiri oleh masyarakat. Mereka berasal dari berbagai latar belakang. Mulai dari generasi muda hingga masyarakat professional. Dari yang muda sampai tua ada,” katanya. (vandri/han)