Pengunjung Menurun, Manfaatkan untuk Perawatan

Melihat Tempat Wisata di Kota Batu Saat Ramadan
Memasuki Ramadan, tempat wisata di Kota Batu mulai tampak sepi dan jauh dari ingar bingar pengunjung. Kondisi ini dimanfaatkan pengelola untuk memperbaiki dan melakukan perawatan wahana yang dimiliki.
Hari pertama Ramadan minggu (29/6/14) lalu, tidak terlalu  tampak lalu lalang mobil pribadi maupun bus pariwisata yang melintas di sepanjang kawasan wisata Kota Batu. Padahal masih dalam suasana libur sekolah yang biasanya dimanfaatkan para siswa dan orang tua untuk berwisata. Hanya ada beberapa kendaraan yang lewat dan parkir di kawasan wisata.
Hal ini berbeda dengan hari-hari sebelumnya, setiap objek wisata di Kota Batu selalu penuh dan sesak dengan wisatawan dari berbagai daerah, tak heran kemacetan melanda setiap hari. Sekaligus tempat parkir kendaraan sampai meluber sepanjang jalan di sekitar tempat wisata.
Suasana paceklik saat puasa ini sudah hal lumrah setiap tahun dan sudah diprediksi jauh-jauh hari oleh pengelola objek wisata. Seperti yang dirasakan oleh pengelola objek wisata Jatim Park Grup, salah satunya di Jatim Park 1 dan 2, terlihat parkiran yang luas yang dapat menampung ratusan kendaraan ini pun tampak kosong plong, hanya terlihat beberapa kendaraan terparkir disertai petugas berjaga di sekitar.
Sedangkan pemandangan antrian panjang untuk mendapatkan tiket, juga tidak terlihat di tempat wisata. Sementara di  Eco Green Park kunjungan wisatawan dirasa menurun drastis mencapai lebih dari 50 persen dari hari-hari  biasa. Setiap hari biasanya kurang lebih ada sekitar 600 sampai 700 pengunjung, di area yang menyajikan berbagai hewan dan binatang berbagai jenis itu. Akan tetapi, saat Ramadan hanya sekitar 100 orang per hari.
 ”Kami manfaatkan untuk perbaikan kandang dan perawatan hewan-hewan di Eco Green, kondisi ini sudah lumrah setiap tahun,” kata General Manager Eco Green Park, Endang kepada Malang Post.
Menurut dia, pengelola memaklumi dan menghormati hadirnya Ramadan. Jika hari biasa tutup pukul 17.00 sore, dalam sebulan penuh ini pihaknya terpaksa menutup lebih awal, yakni sekitar pukul 16.30 wib.  Tidak lain karena mayoritas karyawan sedang menjalani ibadah puasa dan bersiap diri untuk berbuka.
Meski demikian. sepinya pengunjung tidak lantas berdampak terhadap pengurangan tenaga kerja dan diberlakukannya diskon untuk tiket masuk. Sebab, setiap hari pihaknya tetap bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), mulai dari buka sampai tutup, dan memberikan pelayanan maksimal terhadap pengunjung. Khusus wahana yang sedang menjalani perawatan, pengelola tetap memberikan petunjuk atau imbauan sebagai informasi.
”Kalau karyawan dikurangi kasihan mereka, lantas mau bekerja apa sebulan ini, apalagi dalam perbaikan dan perawatan dibutuhkan tenaga yang banyak,” terang pria ramah ini.
Bulan Ramadan, jelas Pria dua anak ini, bagian marketinglah yang diminta bekerja keras. Pasalnya, Ramadan tahun ini bertepatan dengan musim libur panjang, promosi ke setiap daerah tetap dilakukan, khusus terhadap sekolah-sekolah yang masih efektif. “Setiap tahun memasuki Ramadan, kami tetap buka seperti biasa. Untuk bagian marketing diminta bekerja keras, supaya kunjungan tidak langsung turun drastis,” jelasnya sembari mengakui, perbaikan dan perawatan ini juga dalam rangka persiapan menjelang kedatangan wisatawan pasca Idul Fitri.
Pemandangan berbeda dapat dilihat di objek wisata yang baru beroperasi tiga bulan, Museum Angkut and Movie Star ini. Objek wisata yang berada di Jalan Abdul Ghani ini, masih dipadati pengunjung meskipun di Ramadan, tampak parkiran yang tersedia terisi penuh mayoritas kendaraan pribadi. Meski tidak sampai meluber di sepanjang Jalan Sultan Agung dan Abdul Ghani, sementara antrean kecil terlihat di loket pembelian tiket masuk.
Masih tingginya antusias wisata terhadap objek wisata satu ini, karena jam buka dari pukul 12.00 siang sampai pukul 20.00 malam. Sehingga, tidak jarang masyarakat baik warga Batu maupun luar daerah menghabiskan waktu ngabuburit di wahana terbesar se Asia Pasifik itu. Penjual makanan juga terlihat ramai dipadati pembeli, apalagi menjelang berbuka puasa.
Marketing Operasional Museum Angkut, Titik S Ariyanto menuturkan, saat ini memang kunjungan wisata ke Museum Angkut masih seperti biasa. Pasalnya, wahana ini termasuk baru dan membuat penasaran masyarakat untuk datang berkunjung.”Bisa dilihat sendiri kunjungan wisatawan tetap seperti biasa, biasanya menjelang sore kunjungan wisatawan bertambah,” tutur perempuan berambut pendek ini.
Di Ramadan ini pula, Museum Angkut menggelar berbagai penampilan dan antraksi untuk menghibur pengunjung, dengan harapan mereka tidak mudah bosan dan dapat menikmati semua wahana yang ada.(Miski Bin Jamaludin/han)