Jelang Pemilihan Presiden 9 Juli di Malang Raya (1)

PEMILIHAN Presiden (Pilpres) segera digelar hari Rabu 9 Juli lusa.  Salah satu pihak yang berperan penting dalam pesta demokrasi ini,  adalah petugas  PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan). Mereka bekerja siang malam seolah tak mengenal lelah. Salah satunya di Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang.

Tumpukan kotak suara berjejer rapi di salah satu sudut halaman Pendopo Kecamatan Poncokusumo. Tak jauh dari tumpukan kotak suara berbahan alumunium itu, beberapa petugas tengah serius memilah beberapa sampul dan mengemasnya rapi untuk disatukan dengan kertas yang telah dilipat bujur sangkar.
Dalam  ruang didisain bentuk lesehan tersebut, nampak tumpukan  kertas dilipat berbentuk bujur sangkar tersebut. Itulah  surat suara yang siap didistribusikan ke PPS (Penyelenggara Pemungutan Suara). Sementara selain tumpukan surat suara, juga terlihat beberapa sampul dan formulir untuk pelaksanaan Pilpres.
“Silahkan mas, masuk. Ya seperti ini, pekerjaan kita demi suksesnya Pilpres. Semua dikerjakan sesuai dengan target sehingga pelaksanaan bisa berjalan tanpa kendala di lapangan,” ujar anggota PPK Poncokusumo, Edi Suprapto saat  disambangi Malang Post  kemarin.
Pria ramah ini kemudian  menambahkan setelah masing-masing PPK mengambil logistik di KPUD Kabupaten Malang  pada  26 Juni lalu, setiap hari PPK harus bekerja keras.  Mulai  melakukan penyortiran  surat  suara hingga pelipatan, sampai pada pemilahan formulir untuk per PPS.
“Setelah itu, pekerjaan yang tersisa mulai berkurang. Karena, hanya menyisakan beberapa pekerjaan yang jadwalnya dilakukan besok (hari ini,red). Sebelumnya, saya bersama ketua bersama anggota dan sekretaris PPK, sampai harus lembur. Bayangkan, berangkat sekitar pukul 09.00 dan baru bisa pulang sekitar pukul 17.00. Itu pun, pukul 19.30 ke kantor lagi untuk mengerjakan logistik PPK. Sampai-sampai kami pun harus membantu juga menertibkan alat peraga Pilpres. Makanya, karena keseringan kerja, sampai-sampai lupa kapan hari liburnya. Karena setiap akan libur, pasti ada pekerjaan yang menunggu,” ujar Edi.
Ditanya mengenai undangan ke TPS untuk warga, Edi menjelaskan, semua sudah dibagi sesuai dengan jadwal. Khusus yang satu itu, sudah tidak ada kendala. Sebaliknya, tugas terakhir menjelang pelaksanaan Pilpres, hanya menyisakan dua item.
“Item pertama, itu melakukan setting kotak suara. Khusus yang satu ini, besok (hari ini) akan mengundang PPS. Karena dalam setting ke kotak suara ini, adalah pengecekan ulang mengenai kebutuhan logistik di masing-masing KPPS. Ketika kebutuhan seperti sampul, formulir C, ATK (Alat Tulis Kantor) hingga surat suara sudah sesuai, maka akan langsung dimasukkan ke kotak suara dan disegel,” tambah pria 32 tahun itu.
Begitu pelaksanaan seting selesai, ujar Edi, selanjutnya kotak suara akan dilakukan penjagaan. Baru kemudian pada Selasa atau H-1 Pilpres, menjalankan item kedua yakni pengiriman kotak suara. Dalam pengiriman ini, masing-masing PPK mendapatkan jatah distribusi ke tiap desa yang berjumlah total 17 desa. Dalam distribusi ini, nanti akan dibantu pengamannya oleh Polisi dan Linmas.
“Untuk distribusi logistik Pilpres, saya mendapatkan jatah tiga desa. Dari tiga lokasi yakni Desa Ringin Anom, Gubuk Klakah dan Desa Ngadas, semuanya masuk dalam satu jalur. Sehingga, dengan jumlah Capres yang hanya dua peserta, maka memudahkan distribusi. Kondisi itu, sangat berbeda dibandingkan saat Pileg, empat surat suara yang harus dibawa, membuat saya harus bolak-balik ke kantor kecamatan dan desa tujuan, untuk mengambil dan mengantarkan logistik,”  tutupnya.  (sigit rokhmad e)