Baru Kelas Nol Besar, Piawai Berceramah

USIANYA boleh saja terbilang masih kecil. Namun, kehalian mereka dalam berdakwah layaknya seorang ustadz. Hal itulah yang tergambar dari para peserta Lomba Dai Cilik dalam samarak Festival Anak Muslim Ramadhan (FAMR) 2014 yang diselenggarakan Malang Post bersama PT Abadi Wira Pradhana (AWP) Singosari Sabtu (19/7/14) kemarin.

Suasana riuh keceriaan anak-anak kecil, terdengar di area sekitar Masjid Soeparso-Zainuddin kemarin. Kondisi itu, tentunya membuat suasana tempat tersebut lebih ramai ketimbang hari biasanya. Ya, di tempat yang masih satu kawasan dengan Kantor PT AWP Singosari di Perumahan Puri Kendedes itu, sedang berlangsung FAMR 2014.
Mereka tidak sabar untuk mengikuti serangkaian lomba dalam FAM 2014. Ada lima kategori lomba yang digelar. Yakni lomba adzan, fashion show anak muslim, dai cilik, hafalan doa-doa dan hafalan surat Alquran. Yang menyita perhatian dalam kesempatan itu adalah lomba dai cilik, yang diikuti anak-anak TK/PAUD hingga SD/MI.
Dari data peserta Dai cilik, terdapat peserta berusia enam tahun bernama Muhamad Zada Rifqon yang masih duduk di bangku TK Muslimat 28 Pakis. Anak pasangan Marzukotul Khasanah dan Muhammad Kusaeri itu tampak piawai menyampaikan dakwah yang mengambil tema berbakti kepada kedua orang tua.
“Sayangilah kedua orang tua, terutama ibu kita. Karena beliaulah yang melahirkan kita. Surga juga terdapat di kaki ibu kita,” kata Rifqon saat berdakwah. Kepiawaian dia berdakwah, membuat kagum hadirin yang melihat penampilannya. Penampilan Rifqon di atas panggung saat itu, mendapat dukungan dari ibunya.
Wanita berjilbab yang menyaksikan putra kesayangannya dari bangku penonton, tak henti-hentinya memberikan semangat. Sesekali dia berteriak untuk membakar semangat putra kesayangannya.  Marzokotul Hasanah mengatakan, bakat putranya berdakwah terlihat semenjak umur tiga tahun. Bakatnya semakin berkembang, ketika bersekolah di TK Muslimat 28 Pakis. Lantaran di tempat tersebut, guru maupun pengajar mengasah bakat yang dimiliki Rifqon.
Dia menjelaskan, anak kesayangannya tersebut juga acap kali mengikuti kegiatan lomba dai cilik, hafalan doa-doa dan hafalan surat Alquran. Pada 2013 lalu, anaknya tersebut menjuara lomba Dai Cilik tingkat Kabupaten Malang yang diselenggarakan Muslimat NU Kabupaten Malang.
“Pada Festival Anak Muslim yang diselenggarakan Malang Post dan PT Abadi Wira Pradhana ini, anak saya juga ikut dua nomor perlombaan. Yakni dai cilik dan hafalan doa-doa,” imbuhnya. Tidak hanya Rifqon, peserta lain juga tidak mau kalah dan unjuk gigi dalam lomba ini. Salah satunya Ilham Islamudin Ma’ruf
Peserta asal Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Huda 2 Singosari ini juga piawai dalam berdakwah dengan mengambil tema sama, berbakti kepada orang tua. “Sudah jelas di dalam hadits yang mewajibkan kita untuk berbakti kepada orang tua, terutama kepada ibu yang telah melahirkan kita,” ucapnya dengan penuh semangat.
Sebenarnya ada salah seorang peserta lomba Dai Cilik berusia 3,5 tahun bernama Hafadz Royan. Sayangnya dia urung tampil lantaran masih grogi. Menurut ibunda Hafadz Royan, bernama Fatimah Dzuhri, anak kesayangannya pernah tampil dalam lomba Dai Cilik. “Dalam lomba ini, sebenarnya penampilannya yang kedua. Karena tadi saya tidak bawakan permen dan susu kesayangannya, jadi dia nangis dan gugup,” terangnya. (Binar Gumilang/han)