Sebarkan Undangan Pernikahan, Meninggal Dunia Saat Hendak Apel

Polres Malang berduka. Salah satu perwira menengah (Pamen), Kompol Gatot Suseno SH meninggal dunia kemarin pagi. Kapolsek Gondanglegi ini berpulang ke rahmatullah, saat hendak mengikuti apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2014 di halaman Mapolres Malang. Seharusnya bulan depan, Gatot menikahkan putri sulungnya, namun takdir sudah menjemputnya.

Pemakaman Gatot Suseno, sekaligus menjadi babak baru bagi kehidupan Elsandy Meta Wedhayanti putri sulungnya. Gadis cantik ini, menjalani akad nikah di depan jasad sang ayah, kemarin. Sesuai  tradisi jawa, ada kepercayaan bahwa apabila jenazah sudah dimakamkan harus menunggu tahun berikutnya (satu tahun) untuk melangsungkan pernikahan.
Bukan karangan bunga tanda selamat menempuh hidup baru yang berjajar. Namun puluhan karangan bunga tanda duka, berdiri mengelilingi sebuah rumah besar bercat cokelat muda di Jalan Sido Utomo Kelurahan Ngadilangkung Kepanjen.
Karangan bunga bertulis ucapan bela sungkawa dikirim dari beberapa orang. Mulai Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono, Kapolres Malang sampai Kapolsek di jajaran Polres Malang. Sementara di sisi selatan rumah berdiri sebuah tenda warna biru-putih yang dipersiapkan untuk para pelayat.
Beberapa anggota polisi berkumpul di teras sejumlah rumah warga. Mereka menunggu upacara pemakaman Kompol Gatot Suseno SH, yang akan dimakamkan di TPU Ngadilangkung Kepanjen.
Di dalam rumah, AKP Sri Widya Ningsih, istri almarhum terlihat shock. Meski terlihat tabah, namun Kanit Binmas Polsek Turen ini tak kuasa menahan air mata. Beberapa kerabat, saudara serta rekan kerja almarhum juga turut hadir. Mereka seakan masih tidak percaya, kalau mantan Kapolsekta Blimbing ini akan berpulang lebih cepat.
Upacara proses pemakaman yang seharusnya dimulai pukul 15.00, molor sekitar satu jam. Ini karena menunggu kedatangan Satria Arifian, dari Jakarta. Satria adalah calon menantu almarhum yang akan menikah dengan anak sulungnya Elsandy Meta Wedhayanti pada bulan Agustus 2014 nanti.
Kedatangan Satria sengaja ditunggu, karena akan langsung dinikahkan di depan jenazah, sebelum jenazah almarhum dimakamkan.
"Kalau tidak dinikahkan sekarang, maka pernikahan mereka harus ditunda satu tahun," ujar salah satu perwira polisi.
Ya, pernikahan memang harus tetap berjalan. Selain waktu dan tanggal yang sudah ditentukan, undangan pernikahan juga sudah terlanjur disebarkan. Bahkan, kemarin pagi sebelum menghembuskan nafas terakhir dan apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2014 dilaksanakan, almarhum Kompol Gatot Suseno SH, sempat menyebarkan undangan pernikahan anaknya kepada para Kapolsek dan Kapolres Malang.
"Tadi beliau (almarhum Gatot Suseno) sempat membawa undangan pernikahan anaknya yang akan dilangsungkan pada bulan Agustus nanti," tutur Kapolsek Sumbermanjing Wetan, AKP Farid Fathoni yang dibenarkan Kapolsek lainnya.
Akad nikah kedua mempelai dilangsungkan sederhana dengan disaksikan langsung Kapolres Malang AKBP Adi Deriyan Jayamarta. Setelah mengucapkan ijab qobul, dan dilanjutkan dengan doa, AKP Sri Widya Ningsih langsung menangis dan menutupi wajahnya dengan kerudung putih. Kapolres Malang terlihat membisikkan kata kepada kedua mempelai supaya sabar dan menerima dengan ikhlas.
"Tadi pagi sebelum apel gelar pasukan, saya masih bertemu dengan almarhum. Dia kelihatan sehat dan ceria. Saya sempat bertanya apakah sehat, dia menjawab sehat-sehat saja. Bahkan dia juga sempat bergurau dengan anggota yang lain. Selain itu saya juga sempat mengatakan kalau beliau salah seragam. Karena Kapolsek yang lain memakai seragam PDL (pakaian dinas lapangan) namun beliau memakai seragam PDH (pakaian dinas harian) sendiri," terang Adi Deriyan Jayamarta kepada Malang Post, sembari meminta supaya ikut mendoakan almarhum.
Kasatreskoba Polres Malang, AKP Samsul Hidayat salah satu saksi yang sempat melihat almarhum Kompol Gatot Suseno SH, pingsan sebelum akhirnya meninggal dunia. Pagi itu sekitar pukul 08.30, setelah gladi apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2014, dia bersama almarhum, Kapolsek Pakisaji AKP Amung Sri Wulandari serta Kabag Ren Kompol Tutik sempat ngobrol dan bercanda di bawah tenda.
Namun tak lama kemudian, almarhum terlihat merasakan kesakitan dan kemudian jatuh pingsan. Almarhum kemudian dibawa ke RS Wava Husada Kepanjen. Meski sempat mendapat perawatan, almarhum menghembuskan nafas terakhirnya. Para Kapolsek yang merasa kehilangan turut berduka.
Mereka membuat status dalam blackberry, ucapan selamat jalan kepada sahabat serta senior terbaiknya. Selamat jalan Kompol Gatot Suseno SH, semoga amal ibadah diterima disisi-Nya dan segala kesalahan diampuni.(agung priyo/ary)