Bak Bang Toyib, Tiap Lebaran Tak Pernah Pulang

Masinis KA Yang Selalu Lebaran di Jalan
MEREKA pengantar pemudik yang paling setia. Tapi mereka tak pernah mudik. Mirip sekali dengan tokoh Bang Toyib dalam lagu dangdut yang tak pernah pulang. Hal ini lantaran tanggung jawab mereka amat berat, yakni mengantar ratusan penumpang Kereta Api (KA).
Ya, mereka adalah para masinis KA. Jelang Lebaran hingga hari Lebaran tetap bekerja membawa rangkaian gerbong berisi ratusan penumpang ke tempat tujuan. Itulah kisah para masinis kereta api (KA) pada setiap Lebaran.
Turun dari kabin masinis di lokomotif KA, sejumlah pria berseragam putih dengan pangkat dipundak bergegas  ke Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Crew KA Malang.
Sebagian lagi memeriksa kesehatan lalu bersiap-siap naik loko. Sedangkan beberapa pria lain menunggu jadwal keberangkatan kereta sembari membaca jadwal. Itulah suasana markas masinis yang terletak di area  Stasiun Besar KA Kota Baru, kemarin siang. Di kantor sederhana itulah, 33 orang masinis dan 31 asisten masinis selalu bersiap sebelum naik loko untuk membawa rangkaian gerbong.
M. Choiri merupakan salah seorang masinis yang sedang bersiap menunaikan tugasnya kemarin siang. Pria 27 tahun ini sudah bekerja sebagai masinis selama enam tahun. “Dari enam tahun bekerja, lima kali lebaran tidak libur,” katanya.
Lebaran nanti ia kembali tak libur lantaran saat itu harus menjadi masinis KA Gajayana, tujuan Malang-Jakarta. “Pas lebaran nanti saya jadi masinis KA Gajayana sampai Madiun. Istirahat antara delapan sampai 10 jam, terus kembali ke Malang dengan tugas masinis  KA Gajayana Lebaran,” terang alumnus Diklat Fungsional Masinis, Jogjakarta ini.
Karena lebaran nanti tak libur, Choiri sudah memboyong istri dan dua anaknya ke rumah mertua di Bangil. Ia akan menyempatkan waktu merayakan lebaran bersama keluarga saat senggang.
Choiri baru total sehari di rumah dalam suasana lebaran bersama keluarga pada enam hari kemudian. Itu pun bukan cuti melainkan mengisi waktu libur rutinnya pada setiap hari Sabtu.
Hari raya tak dirumah, ia tak merasa terasing. Pasalnya keluarganya sangat mendukung tugas sebagai seorang masinis. Choiri justru selalu bersemangat dalam bekerja dan menikmati pekerjaannya itu.
“Saya senang karena bisa membawa pemudik pulang ke kampung halaman mereka untuk merayakan lebaran bersama keluarga,” ucap pria asli Bangil ini.
Memiliki tanggungjawab membawa ratusan pemudik, Choiri harus bekerja professional. Jangan sekali-kali lalai dalam menjalankan tugas. Karena itu, dia dan teman-temannya sesama masinis selalu memanfaatkan senggang untuk istirahat.
“Masinis itu harus konsen, fokus, displin, kondisi pria dan tak boleh mengantuk. Harus patuh semboyan seperti kecepatan di jalan. Kalau lalai, akibatnya bisa fatal,” kata alumnus SMKN 1 Bangil ini. “Ya kalau lalai bisa terjadi kecelakaan, soalnya harus kosentrasi saat ada persilangan kereta,” sambungnya.
Tak lupa pula, barang wajib bawaan masinis di atas kabin lokomotif tak boleh ketinggalan.  “O 100, Lembar Harian Masinis (LHM)  dan buku riwayat lokomotif harus selalu pegang,” terang pria ramah ini.
Choiri lalu menjelaskan, O 100 yakni buku table  panduan masinis. Dalam buku inilah tertera kecepatan kereta di semua area stasiun yang dilewati. LHM juga memiliki fungsi vital. Karena dalam LHM terdapat catatan kecepatan yang harus dikurangi hingga kondisi rel yang dilintasi.
”Sedangkan buku riwayat lokomotif berisi tentang kondisi lokomotif dan dibawa oleh masinis siapa saja,” terang pria yang semula tak pernah bercita-cita menjadi seorang masinis ini.
Ketika sedang bertugas di kabin masinis, masinis tak boleh menggunakan handphone atau alat komunikasi lainnya. Selama perjalanan, handphone disimpan di tas yang dibawa.
“Saat sedang mengoperasikan kereta, alat komunikasi yang tersedia untuk masinis berupa radio lokomotif. Fungsinya alat penghubung antara masinis dengan pengendali pusat perjalanan kereta api,” kata dia. Karena harus berkutat dengan radio lokomotif, masinis tak punya kesempatan berkomunikasi dengan handphone atau alat komunikasi lainnya.
Choiri tidak sendirian. Teman-temannya yang bertugas sebagai masinis juga mengalami nasib yang sama. Namun mereka tak pernah kehilangan semangat. Profesionalisme dijunjung tinggi demi kenyamanan perjalanan penumpang yang menggunakan jasa kereta api.
Kepala UPT Crew KA Malang, Sutamto mengatakan, melayani pemudik merupakan sebuah kehormatan bagi masinis. Selama ini, 33 masinis dan 31 asisten masinis yang stand by di Stasiun KA Kota Baru selalu setia pada profesi mereka. Mereka tak menngeluh walau bekerja disaat lebaran.
Saat Lebaran nanti, 29 masinis tetap bekerja. Sedangkan sisanya, empat orang libur. Empat masinis yang libur bekerja itu bukan cuti. “Itu libur rutinnya. Dalam sehari, terdapat empat sampai lima orang yang libur,” kata Sutamto.
Pria 40 tahun ini pernah lima tahun bertugas sebagai masinis. Dan sepanjang lima tahun menjadi masisnis itu dia tak lebaran di rumah. Kini ia belum tahu apakah akan mudik ke Solo untuk bertemu istri dan tiga anaknya saat Lebaran nanti.
“Kami baru boleh mudik pada tujuh hari setelah lebaran. Tapi itu belum tentu,” pungkasnya sembari tersenyum.(vandri battu/ary)