Amunisi Muda Diberi Kepercayaan Kembangkan Koran

Jika dianalogikan dengan manusia, maka usia 16 tahun merupakan masa remaja, masa muda. Malang Post mengambil spirit anak muda untuk mempertahankan koran ini di tengah industri penerbitan yang semakin kencang. Tak salah, jika kemudian banyak amunisi muda yang diberikan kepercayaan dan tanggung jawab agar terlibat langsung dalam pengembangan koran.

Spirit anak muda tersebut diharapkan memberikan kontribusi signifikan bagi media yang berulang tahun 1 Agustus tersebut. Seperti pengakuan dari Direktur Utama Malang Post, Juniarno Djoko Purwanto, yang ingin memaksimalkan potensi anak muda untuk membesarkan Malang Post.
"Sudah saatnya, anak muda berkreasi penuh untuk Malang Post. Seperti yang dikatakan oleh Pak Dahlan Iskan, tiba waktunya media di bawah naungan JPNN Group untuk mengandalkan anak muda untuk duduk di posisi pimpinan," ujarnya, dalam tasyakuran HUT ke 16 Malang Post, Kamis (31/7) malam.
Menurut dia, tahun ini pun Malang Post sudah melakukan hal itu. Terbukti, dengan bersinarnya beberapa amunisi muda, yang masuk di angkatan 5-10 tahun di jajaran redaksional. Bahkan, di kursi manajerial sekalipun. Dia menyebutkan, sekalipun masih muda, kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan potensi terbuka lebar. Perusahaan siap mendukung terobosan ataupun kegiatan, yang menghasilkan keuntungan bagi Malang Post.
Sedangkan menurut Direktur Malang Post, Sudarno Seman, anak muda yang kini dipercaya memiliki jabatan seperti Redpel, adalah bukti bila media yang juga menjadi jujukan Aremania untuk mendapat informasi tentang Arema itu membuka kesempatan bagi siapapun untuk berkembang. "Anak-anak muda itu lebih fresh, dan keinginan untuk mencoba hal baru lebih besar," terang dia.
Pria yang gemar bernyanyi ini pun menuturkan, eksplorasi sudah sepantasnya terjadi, agar Malang Post semakin melekat di hati pembaca. Sementara, tugas generasi pertama atau perintis, mendorong serta memberi back up. Misalnya, mengenai jejaring yang dipastikan lebih banyak.
"Produktivitas yang muda mengenai ide lebih tinggi. Itu harus diakui, sehingga potensi tersebut benar harus dieksplorasi," tutur dia.
Senada, JI Junaidi dari generasi perintis mengaku bangga dengan terobosan yang dilakukan oleh manajemen akhir-akhir ini. "Malang Post boleh bertambah usia, dan nantinya semakin tua. Tetapi konten dan amunisinya, harus menunjukkan spirit yang selalu muda," ujarnya.
Menurutnya, keinginan pembaca menjadi hal penting untuk disajikan oleh Malang Post. Sehingga, perkembangan jaman juga wajib diketahui. "Semakin kesini, perkembangan teknologi dan persaingan media semakin tinggi. Paling gampang aksesnya, ya dari anak muda tadi," papar dia panjang lebar.
Dia berharap, generasi yang lebih fresh sekarang bisa mewujudkan apa yang ditargetkan oleh manajemen.  Akan tetapi, juga dituntut keseriusan ketika melaksanakan tugas tersebut.
"Jangan sampai merasa nyaman dan keenakan. Pastinya, hasil yang didapat harus lebih baik dari generasi sebelumnya, karena interkoneksi ketika bekerja yang lebih baik saat ini," terang dia.
Profesionalisme dari crew Malang Post dengan etos kerja yang tinggi menjadi kewajiban yang mesti dilakukan dan tetap smart ketika mencari serta mengolah berita. "Jangan jauh dari yang tua, dan jangan tinggalkan pembaca," tambah pria yang akrab disapa Jun tersebut.
Sementara itu, salah satu generasi muda yang kini diberi kepercayaan duduk di kursi Redaksi Pelaksana Malang Post, Bagus Ary Wicaksono siap menjawab kepercayaan itu. Caranya, dengan kerja keras, tidak puas diri, dan meningkatkan daya saing. "Terus belajar itu wajib, dan harus kerjasama untuk mengembangkan Malang Post," ujarnya.
Dia menuturkan, berita harus eksklusif dan menempatkan pembaca sebagai prioritas. Artinya, perlu kemampuan untuk membaca peristiwa serta menganalisanya. "Untuk mengetahuinya, dari proses belajar dan komunikasi dua arah dengan yang senior agar ilmu terus bertambah," tutur bapak tiga anak ini.
Bagus menyampaikan, bila sukses, gaung dari Malang Post akan semakin kentara. Apalagi, untuk pertambahan usia yang menuntut kedewasaan dalam memberikan sajian berkualitas bagi pembaca, sajian yang khas dan berkelas menjadi suatu kewajiban untuk sebuah media cetak seperti Malang Post.(Stenly Rehardson/bersambung)