Sempat Ditolak Percetakan, Sajikan Konten Arema Secara Tematik

Tiga pemenang Lomba Kliping Malang Post bersiap ladub ke Banjarmasin 9 Agustus nanti. Sore kemarin (6/8/14), Samsul Mashuri (juara 1), Yunus (juara 2) dan Sri Muliawati (juara 3) datang ke kantor Malang Post untuk menerima hadiah simbolis paket tur away Singo Edan dari Direktur Utama Malang Post Juniarno Djoko Purwanto.

Bincang-bincang Yunus dan Sri Muliawati di lobi Malang Post Jalan Sriwijaya 1-9 sore kemarin terasa hangat. Sejak pukul 15.00 WIB, keduanya begitu antusias ngobrol sambil duduk-duduk santai. Mereka datang ke Malang Post tidak untuk beli koran atau membeli spot iklan baris.
Yunus dan Lia, sapaan akrabnya, datang karena hasil karya mereka memenangi Lomba Kliping Arema Malang Post. Konten berita yang dikliping oleh para pemenang berasal dari pemberitaan Malang Post edisi Juni-Juli. Yunus, mengirimkan dua kliping besar dengan dua sampul berbeda.
Satu kliping raksasa berwarna biru dengan foto tim Arema saat launching. Sementara, kliping yang lain berwarna kuning dengan gambar skuad Arema saat foto tim sebelum laga. Kliping milik pensiunan guru tersebut dibuat dengan cara-cara yang hampir tradisional. Sebab pengerjaan kliping dilakukan secara manual.
Kerapian dan kebersihan adalah ciri khas yang dipamerkan warga Perum Pakisjajar Pakis, dalam karyanya ini. Yunus berujar, tidak mudah mengerjakan dua kliping ukuran besar dengan cara manual. “Saya kerjakan manual. Pakai penggaris dan spidol untuk menggambar desain halaman kliping. Saya bikin besar, karena eman gambar Gonzales yang besar itu. Kalau dipotong tidak bagus lagi, akhirnya kertas kliping yang dibesarkan, ” terang Yunus kepada Malang Post, di sela-sela perbincangan, sore kemarin.
Menurut Yunus, dua buah kliping miliknya, memakan waktu dua bulan pengerjaan. Sebab, dia harus menunggu koran harian langganannya datang. Pria yang sudah cukup lama berlangganan Malang Post itu mengerjakan kliping hingga dini hari. Saat Ramadan, ia mengerjakan kliping usai tarawih. Pasalnya, ia sudah memiliki tiga cucu.
“Saya pernah mengerjakan pagi hari, tapi kemudian dioret-oret sama cucu saya, jadinya saya ngalahi ngerjakan malam hari,” tegas pria yang sempat mengajar di Tumpang sebagai guru SD dan SMP tersebut. Setelah ditunjuk sebagai pemenang, Yunus merasa bangga sebab masih ada koran yang menghargai para penghobi kliping seperti dirinya.
Tidak banyak koran yang mau menggelar lomba yang mendidik seperti yang dilakukan Malang Post. Ia berharap Korane Arek Malang ini tetap konsisten menjadi salah satu koran pencerahan dan penyegar wawasan di Malang.
Sementara itu, Lia, lebih mengedepankan ketebalan kertas serta sampul hardcover. Konten kliping Lia, juga sama menariknya dengan milik Yunus. Hanya saja, ukurannya lebih kecil ketimbang kliping Yunus. Wanita kelahiran 20 Juni 1982 tersebut membungkus konten kliping koran Malang Post, dengan hardcover berwarna putih.
Lia bertutur, dirinya sudah lama menghobi kliping. Sejak Arema juara tahun 2010, wanita yang tinggal di Kesatrian itu telah mengoleksi kliping berita Malang Post tentang Arema. “Awalnya saya pikir lomba klipingnya sejak era juara 2010 lalu, sempat mengumpulkan bahan lama. Tapi, ternyata klipingnya Juni dan Juli 2014, akhirnya saya cari bahan lagi,” terang guru les privat itu.
Sementara Samsul Mashuri, yang datang ke kantor Malang Post sekitar pukul 15.30 WIB, mengaku senang menjadi juara 1. Sebab, warga Ngaglik Sukun tersebut memang tak kalah serius ketimbang Yunus dan Lia. Kliping buatannya menggunakan hardcover biru berukuran besar.
Gambar logo Arema Cronus terpasang  di tengah sampul kliping tersebut. Istimewanya lagi, konten kliping Samsul dibuat secara tematik. Tiap halaman memiliki tema berbeda. Beberapa halaman, berisi berita-berita pemain sedang liburan.
Lalu, halaman lain berisi soal berita pemain baru. Ada juga, halaman yang khusus untuk pemain tertentu. Misalnya, halaman Joko Gethuk dan Cristian Gonzales. Untuk halaman dalam, Samsul membuat konsepnya sendiri. Dia juga sendiri yang menempelkannya.
Tapi, khusus untuk cover, pegawai asuransi itu butuh bantuan untuk mencetaknya. Karena itu, pria kelahiran 14 Mei 1984 itu datang ke percetakan dan membayar agar cover klipingnya dijilid hard cover. “Tapi, karena ukurannya yang terlalu besar, percetakan sempat menolak. Untung, ada pegawai di sana yang bisa mencetak hardcover ukuran besar, sehingga kliping saya jadi seperti ini,” tandas Samsul.
Para pemenang ini, bakal ladub tret tet tet ke Banjarmasin, sebagai hadiah juara lomba kliping Malang Post. “Semua akomodasi ditanggung Malang Post, termasuk tiket masuk stadion, tiket pesawat, makan, menginap di hotel bintang lima, hingga uang saku,” tegas Manajer Pemasaran Arema, M Buari.(fino yudistira/han)