Pasang Bendera Hingga Jam Tiga Pagi

Animo dan antusiasme masyarakat Malang Raya begitu besar dalam menyambut ultah ke-27 Arema Cronus hari ini (11/8). Jalanan penuh dengan spanduk Arema. Bendera-bendera besar milik suporter juga terpajang di jembatan-jembatan jantung kota. Bahkan, pegawai instansi pemerintahan pun diwajibkan pakai atribut Arema. Sebesar apa animo Aremania dan warga Malang dalam menyambut ultah klub pujaannya?

Sabtu malam, lampu-lampu temaram Jalan Letjen S Parman menerangi aspal hitam. Jembatan di depan Masjid Sabililah, tampak begitu sibuk. Ada dua puluhan anak-anak muda yang lalu lalang, tampak riwuh. Beberapa di antaranya membawa segumpal kain di atas motor.
Setelah dibentangkan, ternyata itu adalah kain bendera. Bukan bendera biasa. Tapi, bendera kebanggaan suporter Aremania, fans fanatik Arema Cronus. Belasan anak-anak muda tersebut, rela memanjat tiang jembatan untuk memasang bendera Arema.
Bendera tersebut bertuliskan Lionisme Famiglia. Tidak ada arti yang benar-benar baku untuk kalimat pertama. Lionisme, bisa diartikan sebagai ke-singa-an, atau karakter dan sifat seperti singa. Dalam beberapa terjemahan, Lionisme adalah Lions Club, atau kumpulan para singa.
Lalu, Famiglia adalah keluarga. Dalam konteks suporter, famiglia adalah saudara. Jika diartikan, maka Lionisme Famiglia adalah kumpulan singa yang memiliki hubungan persaudaraan. Bendera ini, biasa terpasang di Stadion Kanjuruhan, saat Singo Edan berlaga di atas lapangan.
Namun kali ini bendera itu terpasang di ruas jembatan. Semua pengguna jalan, baik motor maupun mobil, bisa melihat tulisan Lionisme Famiglia tersebut. Bendera ini dipasang oleh Aremania Ultras, plus Yuli Sumpil, dirijen sekaligus legenda hidup Aremania yang masih terus aktif mendukung Arema lewat nyanyian dan gerakan tariannya.
“Dulur-dulur dari Aremania Ultras dan Sam Yuli Sumpil, memasang bendera Lionisme Famiglia ini dari malam hingga dini hari. Kami baru selesai memasang bendera ini, dan beberapa bendera lainnya, pukul 03.00 WIB dini hari,” ujar salah satu Aremania yang ditemui  Malang Post saat menyambut bus Arema sepulangnya dari Barito, kemarin.
Selain Aremania Ultras, Aremania Casual Terrace memasang dua bendera bertuliskan Hati Jiwa Raga Hanya Untuk Arema. Ada pula bendera The World of Arema. Bendera ini, adalah milik Aremania Bikers. Mereka, rela bersusah payah naik jembatan, dan memasang bendera yang juga sering terlihat di Stadion Kanjuruhan.
Aremania Bikers memasang bendera The World of Arema di Jalan Letjen Sutoyo. Bendera The World of Arema dipasang di salah satu papan iklan besar yang melintang di atas jalan raya. Rupanya, bukan cuma Aremania Bikers saja yang memasang bendera untuk peringatan ultah Arema.
Di sepanjang jalan utama Malang, hampir seluruh korwil ikut memasang bendera Arema. Dari Arjosari, merembet ke selatan ke arah Letjen S Parman Sabililah, lalu Letjen Sutoyo, JA Suprapto hingga Kayutangan dan Basuki Rahmat, penuh dengan bendera Arema.
“Yang memasang bendera berasal dari hampir seluruH korwil yang eksis di Malang. Kami semua memasang di tempat yang belum terisi. Sebisa mungkin kami pasang agar orang bisa melihat bendera-bendera kami,” terang Ahmad Yanlhizar Haidar Bahyy, Aremania Bikers, kepada Malang Post kemarin.
Agak berbahaya memang, tapi demi totalitas dan loyalitas, mungkin itu yang bisa Aremania lakukan. Menurut Lhizar, dia memasang bendera saat malam hari agar tidak mengganggu kenyamanan dan ketertiban lalu lintas. Memasuki pukul 23.00 WIB, jalanan utama Malang berangsur sepi.
“Saya dan belasan teman memasang dua bendera di ruas jalan utama Malang. Ada Lionisme Famiglia, Saya pasangnya malam, hari Sabtu, jam 11 malam, setelah kondisi lalu lintas tidak lagi padat. Biar tak ganggu perjalanan orang,” terang Lhizar kepada Malang Post kemarin.
Bukan cuma Aremania yang didominasi anak-anak muda, yang antusias menyambut ulang tahun Arema. Bahkan, instansi pemerintahan pun tak ingin ketinggalan animo perayaan ulang tahun Arema. Kepala UPTD Stadion Kanjuruhan Abdul Harris memastikan, jajaran pegawai negeri di seluruh otoritas Kabupaten Malang, bakal menggunakan atribut Arema.
“Kita sudah dapat instruksi jelas dari Bupati Malang. Pada 11 Agustus 2014, seluruh pegawai negeri di lingkungan Kabupaten Malang, diwajibkan memakai atribut Arema. Ini adalah bentuk dukungan kita untuk Arema,” tutur Harris dikonfirmasi terpisah.
Animo dan sukacita perayaan ulang tahun Arema ini, bakal memuncak di Pantai Balekambang, sore ini, hingga besok dini hari.(fino yudistira/han)