Di Kelas, Semua Guru dan Siswa Mengenakan Atribut Arema

Arema tidak kemana-mana, namun ada dimana-mana. Jiwa Arema selalu tertanam pada diri masyarakat Malang Raya. Termasuk saat puncak perayaan HUT ke-27 kemarin. Euforia perayaan ulang tahun tidak hanya dilakukan Aremania dan Aremanita dengan konvoi di jalan, namun para guru dan siswa juga ikut larut merayakannya.
“Kami siswa kelas XII APK SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen, mengucapkan selamat ulang tahun ke-27 Arema semoga semakin sukses. Salam Satu Jiwa, Arema,” kalimat itulah yang terdengar diucapkan keras dan bersama-sama oleh siswa di kelas XII APK 1, ketika Malang Post datang ke sekolah yang berada di Jalan Bromo Kepanjen ini.
Ya, memang ada yang sedikit nyleneh di SMK Muhammadiyah 5 (SMEAMU) Kepanjen, kemarin. Semua guru serta siswa di sekolah tersebut diwajibkan memakai kaos dan atribut Arema selama proses belajar mengajar berlangsung. Itu sebagai tanda bahwa guru serta siswa ikut memeriahkan HUT ke-27 Arema.
Tidak hanya kaos bergambar kepala singa yang dipakai oleh mereka, tetapi syal Arema juga ikut dibawa ke sekolah. Bahkan agar terlihat keren, ketika difoto ada siswi yang memakai kacamata hitam. “Ini kami lakukan karena ingin memberikan kado kecil kepada Arema,” tutur kepala SMK Muhammadiyah 5 Kepanjen Arief Joko Suryadi, SAg, MSi.
Saat satu kelas sibuk pengambilan gambar untuk dokumen sekolah, di kelas lain terlihat siswa-siswi sedang serius mengikuti pelajaran berlangsung. Mereka juga sama, mengenakan atribut Arema. Kewajiban ini dibuat karena guru ingin lebih mengenalkan kepada siswa bahwa di Malang ada sebuah komunitas yang bernama Aremania. Jumlah anggotanya mencapai puluhan ribu dan ada dimana-mana. Namun dengan kata ‘Salam Satu Jiwa’ mereka tetap satu.
“Kewajiban memakai atribut ini, supaya siswa-siswi bisa mengambil sisi positifnya. Dimana Aremania sangat sederhana, loyal, tidak pernah putus asa serta memegang teguh tali persaudaraan yang sangat kuat. Contoh positif itulah, yang kami tekankan kepada siswa. Apalagi siswa kami semuanya berasal dari Malang, dan tidak lepas dengan Arema serta Aremania,” terang Arief.
Tidak cukup ini saja. SMEAMU juga memberi kejutan kepada Aremania di Malang Raya pada HUT ke-27 Arema. Kejutan itu berupa pembuatan film berjudul ‘Darah Biru Arema’. Pembuatan film ini bekerjasama dengan Class Film Indonesia, dan di bawah bimbingan produser Tofan Agustian.
Film yang dibuat sebelum lebaran lalu, dibintangi oleh remaja yang berpura-pura sebagai anak SMP. Dalam film ini, tidak diceritakan tentang sepakbola, tetapi menjunjung Aremania yang memiliki persaudaraan cukup kuat, loyalitas tinggi, serta tidak mudah putus asa.
“Film ini akan dilaunching berbarengan dengan lomba film Arema pada 17 Agustus nanti. Film karya SMEAMU ini, nantinya akan dijadikan sebagai bintang tamu,” ujarnya.
Sebagai pecinta sepakbola dan supporter fanatik Arema, Arief berharap ke depan Arema semakin berprestasi, dengan tidak meninggalkan sportivitas karena sudah menjadi kebanggaan warga Malang. Untuk Aremania, ajang silaturrahmi komunitas dan semangat persatuan terus terjaga. Tidak anarkis atau tawuran, sehingga bisa menjadi tontonan yang positif serta menghibur.
“Kami suka saja memakai kaos Arema ini, karena kami adalah arek malang. Namun ketika sekolah lebih enjoy dan senang memakai seragam dari pada kaos. Tetapi ini semuanya demi Arema. Semoga Arema ke depan terus berjaya dan berpretasi sampai tingkat tertinggi,” tutur Deliana Putri Andini, siswi kelas XII APK yang dibenarkan temannya Anik Nurmami.(agung priyo/han)