Dijuluki Sangkuriang,Wujudkan Mimpi Jadi Kenyataan

BERBAGAI halangan kerap dialami arek asli Jalan Serayu Kota Malang ini. Namun,Ir.R.Agoes Soerjanto   tak pernah surut untuk terus berkiprah dan berkarya demi   kemajuan janBumi Arema.

Hal tersebut juga dialami Agoes  Soerjanto ketika akhir tahun 2013 silam memperoleh tantangan dari Hamid Munzir dari manajemen GAP untuk segera membangun  Ijen Suites Resort & Convention di lokasi Ijen Nirwana Residence. Waktu maupun berbagai persiapan  bagi Komisaris PT Agit Perkasa ini juga  sangat singkat. Hanya dalam hitungan hari.  Namun,  dengan kerja keras tanpa mengenal waktu, Agoes  Soerjanto  menjawab tantangan berat tersebut dengan baik.Dalam waktu relatif singkat,hotel dengan konsep resort ini terbukti  berhasil dibangun dan kemarin melakukan tahap topping off. Bulan Desember mendatang,hotel diatas tanah seluas 11 ribu meter persegi ini dijadwalkan segera diresmikan.
‘’Saya dan teman-teman engineering asli Malang memang harus sangat keras tanpa mengenal waktu  untuk bisa  mewujudkan mimpi  besar kami menjadi kenyataan seperti ini,’’  ungkap  pengusaha kelahiran Ngalam  31 Agustus 1967 ini kepada Malang Post.
Ia   gembira berkat dukungan berbagai pihak,termasuk para pengusaha asli Malang,maka tahap demi tahap pembangunan proyek prestisius ini dapat berlangsung lancar. Berbagai pihak juga mengacungkan jempol atas karya arek-arek asli Malang membangun hotel  terdiri 170 kamar dilengkapi convention hall terbesar di Bumi Arema ini. Beberapa pengusaha yang terkaget-kaget  menyaksikan cepatnya  pembangunan Ijen Suites Resort & Convention ini bahkan menjuluki Agoes Soerjanto ibarat Sangkuriang yang dalam semalam berhasil memindahkan Gunung Tangkuban Prahu.
‘’Wah, saya ini hanyalah ‘’kuli’’.  Terpenting  adalah saya dan teman-teman  harus bisa selalu berkarya dan mempersembahkan hal terbaik untuk Bumi Arema tempat saya lahir dan dibesarkan,’’  urai ayah dua anak ini  merendah.
Pembina Arema Cronus dan Makota Rider  ini  diantara teman-teman maupun anak buahnya  memang dikenal sebagai sosok yang  rendah hati.  Ia juga merupakan tokoh pemuda yang meniti kariernya benar-benar dari bawah. Setelah lulus ITN pada tahun 1993,putra bungsu  pejuang angkatan 1945 Lettu  Soenardi ini bekerja sebagai tenaga site engineering di PT Brantas Abipraya di Kota Malang.‘’Saya masih ingat persis.Gaji pertama saya saat  itu Rp 150 ribu.Saya memang harus selalu bekerja sangat keras. Bahkan ibaratnya harus menjadi ‘’kuli’’. Karena saya sadar saya bukan anak orang kaya ataupun  anak seorang jenderal,’’  paparnya dengan mata menerawang.
Setelah setahun  bekerja di PT Brantas Abipraya,Agoes Soerjanto kemudian bekerja di Hazama Brantas JO dengan konsultan dari CTI mengerjakan proyek bendungan Bili-bili di Sulawesi Selatan. Kemudian, pada 1997 ia bekerja di PT Murinda Iron Steel di Jakarta.
Pada tahun 2002,ia memutuskan ‘’pulang kampung’’ dan berkarir di kota kelahirannya diawali dengan mendirikan CV Guna Bangun Pratama yang kemudian menjadi PT Guna Bangun Perkasa.Karirnya kian moncer ketika sukses  melakukan penanggulangan lumpur di Porong Sidoarjo,berlanjut dengan dipercaya membangun ratusan rumah  Kahuripan Nirwana  Village di Sidoarjo berikut pengerjaan infrastrukturnya.
Perjuangan keras  penghobi motor gede (moge) ini akhirnya berbuah manis.Ia sekarang menduduki sederet jabatan dan posisi penting dengan ratusan karyawan.Namun satu hal  tetap tidak pernah berubah.Agoes Soerjanto tetap merupakan sosok  pekerja keras yang  rendah hati dan mudah akrab dengan siapa saja.
‘’Slogan dari Dahlan Iskan yaitu Kerja,Kerja,Kerja selama ini selalu saya terapkan dilandasi jiwa pengabdian yang selalu tulus.Saya yakin dari semangat seperti itulah maka  pasti bisa memberikan  imbal balik  bahkan  hasil  lebih besar bagi kita untuk terus menapak maju langkah ke depan,’’ pungkas CEO Ijen Nirwana Residence ini.  (nugroho)