Manfaatkan Komik, Lebih Disukai Anak-anak

Kampanye Unik Komunitas Kalpataru Nusantara
Masyarakat di Jogja panik karena tiba-tiba air mereka menjadi kotor, jangankan untuk minum, untuk mencuci tangan ataupun baju pun tidak bisa. Belum lagi masalah ini teratasi, mereka dibuat gempar dengan aliran listrik yang berhenti akibat sampah yang mengotori sungai dan merusak turbin pembangkit listrik. Ulah siapakah itu? Ternyata akibat kelakuan Kapten Joroks dan pasukan Jorokers.
Kisah tersebut adalah sebagian kecil karya anak-anak bangsa yang tergabung dalam komunitas Kalpataru Nusantara. Mereka memang suka sekali dengan kegiatan corat mencoret untuk membuat kisah dalam komik. Seperti yang terlihat saat Malang Post berkunjung ke balai RW 19 Kelurahan Mojolangu (Perumahan Griya Shanta) beberapa waktu lalu. Sekelompok pemuda berkumpul dib alai RW tersebut, duduk di atas lantai sembari sibuk mencorat-coret kertas ukuran A4 untuk menggambar kartun, lengkap dengan ceritanya.
Mereka memang bermarkas di Balai RW dan bisa berkumpul, nongkrong sembari menghasilkan karya kreatif di sana hingga larut malam atau bahkan dini hari.  “Komunitas ini ada sejak 2009 lalu. Saat itu kami ingin menciptakan metode pendidikan yang berbeda, atau menyampaikan ilmu melalui gambar-gambar komik,’’ kata pembimbing Komunitas Kalpataru Nusantara Muhammad Fakih Setiono Mukadar.
Seperti pada komunitas pada umumnya, kali pertama berdiri tak banyak yang ikut bergabung di komunitas ini. Namun hal ini tidak membuat Mukadar, begitu pria ini dipanggil, putus asa. Bersama anggota yang ada, dirinya pun terus menyosialisasikan komunitas tersebut.  Hasilnya, satu persatu pemuda pun ikut bergabung.
“Tidak semua yang bergabung pintar menggambar, tapi mereka memiliki keinginan kuat untuk merealisasikan sebuah konsep pendidikan yang baru,’’ tambahnya, sembari mengatakan seiring waktu, banyak pemuda yang kemudian mendaftar di komunitas ini.
Mukadar menceritakan, menggambar kartun lengkap dengan cerita atau komik memang bukan hal yang mudah. Karena gambar bercerita di komik harus memiliki alur yang jelas. Lantaran itulah, untuk merangsang para anggotanya, Mukadar pun selalu membebaskan mereka menciptakan cerita sendiri. Dari situlah kemudian mereka suka, dan muncullah ide-ide kreatif yang segar.
Mukadar lalu menunjukkan sebuah buku berjudul Alvakid, dengan tulisan Go Green Attitude di bagian bahwa. Buku ini tercipta atas kerjasama dengan beberapa lembaga, di antarannya Sahabat Guru, YPAN, SKK Migas, dan Kementrian ESDM. Dalam buku tersebut, berisi gambar kartun dengan tiga tokoh utama yakni Alvakid, Kapten Joroks dan Pasukan Jorokers.  Buku ini menceritakan pentingnya kebersihan dan memilah sampah. “Semua ini yang menggambar anak-anak komunitas Kalpataru Nusantara, termasuk dengan ceritanya, mereka yang membuat,’’ tambah suami Layla Fitriyah ini.
Lantaran kerap mendapatkan proyek, tentu saja pundi-pundi uang pun mengalir di kantong para anggota. Namun begitu, mereka tidak mengambil semua hasil jerih payah. Sebaliknya,  para pemuda ini menyisihkan uang untuk  untuk menolong orang-orang lain yang membutuhkan. Pemilik Industri Kreatif X Kanopi ini mengatakan, aksi sosial ini dilakukan anggota komunitas sejak kali pertama berdiri. Yang menarik, mereka tidak hanya membantu di wilayah Kota Malang saja, tapi juga di luar Malang. Untuk menemukan orang-orang yang akan dibantu, para anggota melakukan survei dengan melakukan blusukan. Setelah menemukan sasaran, anggota pun melakukan koordinasi.
“Tidak semuanya yang dibantu adalah perorangan, tapi ada juga sekolah,’’ katanya.
Salah satu sekolah yang mendapat bantuan dari komunitas Kalpataru Nusantara adalah SMP Tri Murti 02  Wagir, MI Darul Quran, Muharto, dan SMP Badrus Salam, Surabaya. “Kami membantu banyak hal, salah satunya dengan memberikan pembelajaran menggunakan metode Quantum  Acceleration,’’ tambahnya sembari menjelaskan metode itu merupakan pembelajaran tanpa basa basi.
Dalam proses pembelajaran, Mukadar dkk kerap menggunakan komik sebagai modulnya. Metode ini cukup sukses, komunitas pun kerap diundang lembaga untuk memberikan materi seminar.  “Lewat cerita bergambar umumnya anak-anak lebih suka, dan lebih semangat belajar,’’ kata Khoirul Abidin salah satu anggota komunitasKalpataru Nusantara.  
Dia mengakui, dengan metode pembelajaran Quantum Acceleration ala Kalpataru Nusantara ini  dirinya menjadi lebih banyak giat belajar, dan bisa menyelesaikan sekolah meskipun hanya tamat SMA. “Jika saya tidak bergabung dalam komunitas ini mungkin saya sudah putus sekolah di kelas 2 SMP. Saya berterima kasih dengan adanya komunitas ini,’’ katanya.
Sementara Ketua RW19 Kelurahan Mojolangu, Mohammad Basori mengaku sangat bangga dengan kegiatan positi yang dilakukan komunitas Kalpataru Nusantara. Apalagi, komunitas ini tidak sekadar berisi anak-anak yang suka menggambar, tapi juga anak-anak yang kreatif dan memiliki jiwa sosial tinggi. “Sebagai pembina saya sangat bangga,’’ katanya, sembari menguraikan, jika ada mata pelajaran yang bisa dibuat mudah kenapa harus dibuat susah. “Intinya kami berdiri untuk mendukung Indonesia lebih baik, dari segi pendidikan, mental, maupun ekonominya,’’ pungkasnya. (ira ravika/han)