Didapuk Menjadi Pimpinan Sementara DPRD

SAHRAWI, SS, M.Hum tercatat sebagai anggota DPRD Kota Malang termuda  di  periode 2014-2019. Ia  dilantik saat berusia 31 tahun. Kendati masih muda dan pendatang baru di gedung dewan, mantan wartawan Malang Post ini  langsung didapuk sebagai pimpinan sementara DPRD Kota Malang.

Di gedung DPRD Kota Malang kemarin pagi, Sahrawi tampak berbeda dibandingkan 44 wakil rakyat lain. Teman-temannya sesama anggota dewan datang bersama istri dan anak masing-masing. Namun Sahrowi tidak demikian.
“Tadi waktu berangkat ke gedung dewan  bersama ibu. Ya saya didampingi ibu,” ucapnya sembari tersenyum lalu menyebut nama ibunya, Suwami. “Tadi duduk di deretan undangan dalam ruangan sidang. Sekarang ada di lantai dua,” sambungnya.
Mantan Ketua PC Ikatan Pelajar NU (IPNU) Kota Malang periode 2006-2008 ini dilantik sebagai anggota dewan saat sedang menjomblo. Karena itulah ibundanya, Suwami  berperan sebagai pendamping saat proses pelantikan sebagai wakil rakyat.
Kehadiran ibunya merupakan penyemangat. Apalagi Sahrawi mendapat amanah yang tak ringan. Yakni menjadi pimpinan sementara dewan. Ia berduet dengan Drs Ec RB Priyatmoko Oetomo MM yang merupakan politisi senior asal PDI Perjuangan.
“Namanya juga tugas dan amanah, ya harus saya laksanakan,” kata alumnus Sastra Inggris UIN Malang ini.
Semula Sahrawi tak pernah menduga kalau ia akan mendapat tugas sebagai pimpinan sementara dewan. Ia baru diberitahu pada Jumat (22/8) malam lalu saat berlangsung pembekalan oleh pengurus PKB dan NU.
“Saya sempat kaget juga saat itu. Karena sejak semula saya tidak merasa akan ditugaskan menjadi pimpinan sementara. Tapi sekarang ditugaskan, ya harus jalankan tugas sebaik mungkin,” terang alumnus pasca sarjana hukum tata negara UMM ini.
Kendati harus berhadapan dengan 44 anggota dewan lainnya yang usianya lebih tua, Sahrawi tak minder. Ia juga tak ciut nyali. Pria kelahiran Sumenep, 27 Januari 1983 ini   memastikan akan bertugas seperti air mengalir.  Yang penting mengikuti aturan yang sudah ada.
Tugas utamanya sebagai pimpinan sementara yakni bersama Moko, sapaan akrab Drs Ec RB Priyatmoko Oetomo MM memfasilitasi sejumlah persidangan. Diantaranya penyusunan tata tertib hingga terpilihnya pimpinan dewan definitif.
Untuk tugas tersebut, tentu tak sulit bagi Sahrawi.  Sebab sebelumnya ketika masa kampanye pemilu legislatif, Sahrawi berhadapan dengan situasi sulit. Ia berada di nomor sepatu atau nomor urut terakhir dalam pencalegan di dapil Kedungkandang dari PKB.
“Saat pencalegan, saya berada di nomor urut 10. Ya nomor terakhir dari 10 caleg PKB di dapil Blimbing. Tapi saya tetap optimis,” katanya.  Optismenya itulah yang kini berbuah manis.
Apalagi namanya muncul dibursa pencalegan bukan karena mencalonkan diri. Namun warga Sawojajar ini dicalonkan oleh komunitas guru swasta dan kalangan pendidikan swasta. Selanjutnya dia direkomendasikan oleh NU ke PKB lalu didaftarkan sebagai caleg.
“Teman-teman komunitas guru dan pendidikan swasta mendorong saya untuk ikut pencalegan. Beberapa teman-teman kepala sekolah meminta saya maju,” katanya. Karena itulah ketika mendapat nomor urut 10, ia tetap optimis akan terpilih.  “Sekarang kan bukan ditentukan nomor urut, tapi perolehan suara,” sambung caleg yang meraih hampir 3.000 suara ini.
Kini menjadi wakil rakyat, Sahrawi tidak kosongan. Ia memiliki sederet pengalaman walau masih berusia muda. Salah satu buktinya yakni sekarang sedang menjabat sebagai orang nomor satu di dua sekolah. Yakni sebagai Kepala MI Nurul Huda 2, Kedungkandang dan Kepala SMP Islam Ulul Albab, Buring, Kedungkandang.
Tak hanya itu saja, sekretaris Lembaga Dakwah NU MCW Kedungkandang ini juga punya pengalaman sebagai jurnalis. Pada tahun 2006 lalu, Sahrawi pernah menjadi wartawan Malang Post. “Saat itu saya bertugas di pos politik,” kenangnya.
Latar belakang wartawan yang dimiliki ternyata menjadi modal besar bagi Sahrawi. “Saya beruntung pernah di Malang Post.  Karena dengan menjadi wartawan, bisa mengetahui persoalan-persoalan di masyarakat secara langsung dan nyata. Apalagi wartawan kan pasti blusukan,” katanya.
Terpilihnya Sahrawi menjadi anggota dewan menambah daftar ‘alumni’ Malang Post yang menjadi wakil rakyat. Di periode sebelumnya, mantan wartawan magang Malang Post, Nurul Arba’ati juga menjadi anggota DPRD Kota Malang.(Vandri Battu/ary)