Mahasiswa Hingga Sosialita, Pilih Botox Sampai Beli Krim di Singapura

CANTIK SEKSI: Mendekati usia 40 tahun, Nuke masih tetap terlihat cantik dan seksi. Sedangkan Okky berubah menjadi lebih putih dibandingkan sebelumnya.

Tren perawatan kecantikan yang digandungi artis di Indonesia mulai merambah masyarakat Malang beberapa waktu terakhir. Perawatan seperti botox, tanam benang (facelift), filler dan berbagai perawatan kecantikan lain sudah menjadi hal yang lumrah. Tidak hanya bagi mereka yang secara ekonomi termasuk dalam golongan kelas atas, tetapi hingga tingkat mahasiswa pun keranjingan dengan perawatan. Bahkan, laki-laki pun tidak enggan untuk melakukan perawatan demi tampil sempurna layaknya model di kota metropolitan.

Malang Post mencoba mendatangi beberapa orang yang secara terbuka menyampaikan kebiasaan mereka dalam merawat kecantikan tubuh. Salah satunya Nuke Anugraheni Limanov, ibu-ibu sosialita yang telah melakukan beberapa kali suntik botox.
Nuke dengan gamblang menyampaikan awal mula dia tertarik untuk melakukan botox. Perawatan ini, lanjutnya, berguna untuk meremajakan wajah secara cepat, dengan cara yang mudah (instant rejuvenation). “Adanya kerutan membuat beberapa wanita khawatir. Saya termasuk aware dengan permasalahan ini,” ujar dia.
Menurutnya, setelah berkonsultasi dengan dokter kulit dan kecantikan, dia memutuskan untuk mengambil perawatan botox. Nuke ingin menghilangkan beberapa kerutan di samping mata dan wajahnya sehingga bisa lebih tampil sempurna. “Sekitar dua tahun lalu, ketika usia sudah di atas 35 tahun, saya mulai takut bila muncul kerutan di wajah. Makanya, bagian tersebut menjadi perawatan botox pertama,” ujarnya.
Perempuan keturunan Bandung ini mengakui, sebelum melakukan perawatan tersebut, dia sudah beberapa kali melakukan perawatan seperti Rf (radio frequency) atau setrika wajah. Rf adalah perawatan wajah menggunakan gelombang Radio Frequency untuk meningkatkan kolagenisasi di lapisan dermis kulit (lapisan kedua kulit), sehingga kulit menjadi lebih kencang, kenyal dan terangkat. “Hasil yang optimal bisa tercapai karena mengombinasikan dengan perawatan wajah seperti facial dan peeling. Kalau perawatan tersebut, sudah lama sejak sebelum menikah. Tetapi, semakin bertambah umur, butuh perawatan yang lebih lagi,” papar dia kepada Malang Post.
Nuke menyampaikan, hingga kini sudah tiga kali memermak wajahnya dengan suntik botox. Satu tempat lain, berada di antara bibir dan hidungnya. Menurut dia, tampilan di sekitar wilayah itu dulunya lebih dalam ketimbang sekarang. Ketika sudah lebih berumur, makin kelihatan kerutannya. “Kalau bagian itu, baru di tahun ini. Tidak terlalu sering juga sih,” tambahnya.
Secara keseluruhan, Nuke juga sangat memperhatikan penampilan wajah, kesehatan dan kebersihan kulit hingga bentuk tubuhnya. Tak pelak, dia mesti menyisihkan budget tersendiri untuk membuat tampilan selalu sempurna.
“Menghitung biaya per bulan pasti susah. Sebab, tidak selalu sebulan ada perawatan yang mahal seperti botox. Tetapi, untuk perawatan ringan seperti facial dan peeling, pasti saya lakukan. Begitu pula menghitung pembelian krim kecantikannya,” urai dia panjang lebar.
Menurutnya, bila dirata-rata dalam sebulan dia harus menyisakan dana sekitar Rp 1,5 juta – Rp 2 juta. Baik untuk perawatan seperti facial, spa, hingga membeli krim. Tidak tanggung-tanggung, Nuke membeli beberapa obat untuk membuat wajahnya selalu bersih tersebut hingga ke luar negeri. Singapura, menjadi lokasi dia membeli krim wajah yang nilainya pasti besar dalam sekali belanja. “Di Indonesia sebenarnya ada. Tetapi, di luar negeri terkadang sambil berkonsultasi juga,” tambah perempuan yang bekerja sebagai supplier unggas tersebut.
Nuke pun mengakui, untuk mendapatkan hasil yang maksimal tidak bisa dengan cara instan. Tidak bisa pula setelah merawat diri dengan biaya yang mahal, lalu meninggalkannya. Dia harus rajin memakai sun block setiap hari dan selalu membersihkan wajah ketika hendak tidur. Sekalipun tubuhnya sangat payah selepas bekerja maupun dalam kondisi sakit, hal itu pantang ditinggalkannya. “Percuma bila sudah melakukan perawatan dengan budget tinggi tetapi tidak setia ketika sudah cantik,” ujar ibu dua anak ini.
Nuke mengakui, perawatan yang dia lakukan juga sepengetahuan keluarga. Suami dan kedua anaknya mengerti dengan apa yang dia kerjakan untuk membuat wajahnya selalu tampak segar dan awet muda. “Pernah anak saya yang nomor satu bertanya. Ya saya jelaskan, perawatan ini untuk membuat mamanya awet muda dan tetap cantik meskipun sang anak sudah besar nanti,” ujar dia, lantas tertawa.
Ia kerap mengajak anak untuk menemani perawatan. Alhasil, anaknya terkadang juga mempelajari perawatan yang dilakukan oleh Nuke, apa namanya dan apa pula manfaatnya.
Nuke menjelaskan, dengan perawatan kecantikan yang dia lakukan banyak sekali manfaatnya. Termasuk kemesraan dengan sang suami. Pasalnya, dia berprinsip ingin tampil sempurna di depan semua orang, termasuk pasangannya. “Tidak mau banget suami kecewa dan tertarik dengan wanita yang lebih muda hanya karena saya kalah cantik. Dari awal, suami juga sudah mendukung,” urai perempuan lulusan Universitas Pasundan tersebut.
Di usianya yang mendekati 40 tahun, dengan percaya diri Nuke merasa lebih muda ketimbang kerabatnya dengan usia yang sama. Alhasil, dia kerap menjadi tempat konsultasi bagi teman-temannya. Padahal Nuke juga mendapatkan ilmu dari berkonsultasi dengan dokter yang ahli di bidangnya. “Mati itu pasti, tetapi tampil sempurna dan cantik harus dikejar. Itu terkadang saya bagikan juga,” terang dia.
Sementara itu, salah satu mahasiswa bernama Okky Dewi Gita Puspita dengan terbuka pula menyampaikan perawatan yang telah dia lakukan. Mulai dari perawatan wajah seperti facial dan peeling, perawatan rambut hingga gigi untuk mengubah penampilannya. Okky pertama kali melakukan perawatan di akhir tahun 2010 lalu. Hal itu berawal dari keikutsertaannya dalam grup paduan suara di kampusnya, Universitas Muhammadiyah Malang.
“Dulu penampilan saya hina banget. Tomboi, kusam dan dekil. Kalau tahu yang dulu, pasti sangat terkejut dan bisa jadi jijik,” ujar dia, mengawali cerita.
Di grup paduan suara tersebut, Okky sering manggung. Secara otomatis, dia dituntut untuk lebih aware dengan wajahnya. “Tidak mungkin kan menyanyi, menghibur audience wajahnya hancur. Awalnya make up biasa, tetapi lama-lama tertarik juga untuk dandan dan muncul pemikiran, every day like a princess,” paparnya tertawa.
Hasilnya, Okky menjadi keranjingan untuk melakukan perawatan seluruh tubuh. Sebab dia merasa, yang mendapatkan keuntungan dia sendiri.Dia pun enggan mendengarkan suara sumbang dari beberapa rekannya, ketika melakukan perubahan. “Sekitar satu bulan kemudian pasti banyak yang bertanya mengenai perubahan yang saya lakukan. Ada yang bilang alay, gila atau apalah. Anjing menggonggong kafilah berlalu, saya tetap kepingin cantik bagaikan putri,” urai dia panjang lebar.
Berbeda dengan cerita dongeng yang membuat seorang Upik Abu berubah menjadi putri cantik rupawan dalam waktu yang cepat, Okky mendapatkannya dalam suatu proses. Setidaknya, dalam waktu setahun baru melihat perubahan dalam dirinya. Tetapi, dia pun takjub bisa berubah drastis ketimbang empat tahun lalu. “Saya saja kaget, apalagi teman-teman yang sudah lama tidak bertemu. Tetapi, ini hasil kesetiaan saya merawat diri,” sebut dia kepada Malang Post.
Dia pun tidak segan merinci mengenai jumlah dana yang mesti dikeluarkan per bulan. Untuk ukuran mahasiswa, jumlah ini terhitung besar. Okky mesti memiliki dana minimal Rp 2 juta dalam sebulan untuk melakukan semua perawatan tersebut. Seringkali, budgetnya di atas itu.
“Malu juga bila melihat jumlah uangnya. Apalagi, masih nebeng sama orang tua,” sebut perempuan yang kini tengah menyusun skripsi tersebut.
Okky menyebutkan, orang tuanya tidak pernah memprotes mengenai perubahan yang terjadi. Hanya saja, orang tua berusaha mengerem pemborosan yang terkadang dilakukan. Caranya, jatah bulanan yang kerap diberikan oleh ayahnya, kini menjadi tiap minggu saja. Sebab, ketika diberikan uang saku dalam sebulan, bisa amblas dalam tempo 10 hari. “Ujung-ujungnya kan minta lagi. Tetapi, sekarang sudah lebih bisa mengatur lah,” sebut Okky.
Selain itu, untuk tetap membuat perawatan kecantikan bisa dia lakukan setiap saat, kini Okky sudah bekerja di salah satu les musik di Kota Malang. Menurutnya, ia mendapat tambahan penghasilan yang lumayan buat tambahan merawat diri atau sekadar menambah uang jajan. “Kalau seluruh perawatan dan uang jajan minta, lama-lama gak enak juga. Makanya sekarang sudah nyambi kerja sekalipun kuliah. Bisa untuk makan lah setelah uang saku untuk perawatan,” terangnya.
Dia mengakui, untuk saat ini juga mulai tertarik dengan perawatan pelangsingan. Tetapi dia menyadari, harganya pasti lebih mahal lagi. Selain itu, dia merasa belum mampu konsisten untuk menjaga tubuhnya tetap kurus. “Saya masih hobi nongkrong dan makan, percuma bila ambil pelangsingan sekarang. Namun sudah ada pemikiran ke sana,” tegas Okky.
Dari perawatan yang dia lakukan, kini Okky sangat merasakan banyak perubahan. Walaupun dengan harga mahal, dia pun lebih percaya diri dalam berbagai hal. Perawatan kecantikan tersebut, diakuinya akan terus dilakukan. “Gak mau jika tiba-tiba berubah jelek. Tetapi masih perawatan kecantikan yang sederhana dulu deh. Paling mentok suntik vitamin dan serum, kalau botox dan facelift, belum berani karena mahal,” tandasnya. (stenly rehardson/han/bersambung)