Tampil Ala Beckham, Rogoh Kocek Rp 3 Juta Per Bulan

DANDY : Penampilan dandy ala Deni Eka Hendrianto ini, membutuhkan perawatan rutin di salon.

Di kota metropolitan seperti Jakarta, sudah jamak ditemukan laki-laki pergi ke salon untuk melakukan perawatan kecantikan. Laki-laki berpenampilan metroseksual, tidak hanya dari kalangan selebritis saja,tetapi sudah merambah masyarakat luas. Tren tersebut, beberapa tahun terakhir juga lumrah terjadi di Malang.

Tak hanya kaum hawa, sikap aware dengan penampilan tubuhnya, juga wajib dimiliki kaum adam. Pergi ke salon, kini bukan lagi menjadi tren para perempuan saja. Deni Eka Hendrianto adalah salah satu pria yang amat peduli dengan penampilan. Bahkan jauh hari sebelum banyak orang pergi ke salon untuk body spa, menicure dan padicure, Deni sudah ada di barisan paling depan.
Dia mengakui, sudah melakukan perawatan kecantikan yang dipelesetkan menjadi perawatan kegantengan tersebut sejak tahun 2003. Lebih dari 10 tahun, Deni keluar masuk salon dan menggunakan krim siang malam, agar penampilannya sempurna.
"Semua berawal dari keikutsertaan Kakang Mbakyu 2003 saat masih kuliah. Kompetisi itu, membuat saya mendapatkan ilmu agar aware dengan cover tubuh saya," ujarnya mengawali cerita.
Hal itu dimaksudkan, ketika menjadi duta promosi Kota Malang, dia tidak mengecewakan secara fisik. Apalagi, ketika mempromosikan kepada berbagai kalangan, wajah yang bersih, dan bebas dari bau badan adalah kewajiban. "Hingga akhirnya sudah terbiasa. Tetapi benar juga, butuh banget merawat diri," terang Deni.
Dia mengakui kebiasaan tersebut terus berlanjut hingga kini. Sebab profesinya juga mengharuskan demikian. Pria berusia 31 tahun tersebut kini menjadi salah satu master of ceremony (MC) ternama di Kota Malang, bahkan sering keluar kota pula.
"Apalagi dasarnya saya suka kebersihan, termasuk tubuh. Kenal dengan ilmu itu, ya tinggal mengaplikasikan. Mulai dari wajah, tubuh, rambut hingga bada yang harus wangi," papar dia panjang lebar.
Dia mencontohkan, untuk perawatan yang kini dia lakukan seperti facial, body spa hingga gym. Untuk penunjang, alumnus Universitas Brawijaya ini mengakui memakai perawatan mahal dari Korea.
"Lebih merawat diri sendiri. Cuma krim penunjang harus yang benar- benar bagus, aman dan berkualitas, karena wajah adalah aset yang mesti dijaga," papar dia panjang lebar.
Beberapa hal lain yang pernah dia lakukan seperti suntik serum dan vitamin, agar kulit terlihat bersih. Namun, beberapa tahun belakangan dia meninggalkan itu, dan lebih memilih olahraga untuk kesehatan. Di samping membentuk tubuh, aktivitas gym juga membantu kesehatan kulitnya.
Sementara itu, untuk perawatan kecantikan yang lebih ekstrim seperti botox, operasi plastik, maupun body slimming belum pernah dia lakukan. Menurut pria ramah ini, sempat tertarik, tetapi belum waktunya. Penuh percaya diri Deni menyebutkan, belum menemukan kerutan di wajah, begitu pula flek hitam.
"Padahal teman seusia saya sudah galau karena muncul flek di wajah. Unting dengan perawatan dan kebersihan tubuh yang sudah saya kerkakan selama ini telah menampakkan hasil," urainya.
Namun dia tidak memungkiri, tertarik untuk segera melakukan hal yang lebih ekstrim. "Operasi kali ya.. saya ingin menambah lesung pipit biar terlihat manis," sebut dia, lantas tertawa lepas.
Untuk saat ini, Deni mengalokasikan dana mencapai Rp 3 juta per bulan untuk menunjang penampilan metroseksual layaknya David Beckham. Dana yang terhitung besar itu, termasuk untuk melengkapi make up wajah dan tubuhnya seperti body butter. "Lumayan mahal, tetapi tuntutan," tegas dia.
Sementara itu, Abdullah Hussein salah seorang vokalis band di Malang mengakui bila dia juga mulai keranjingan perawatan, baik wajah maupun tubuh. Namun, dia juga dilanda kekhawatiran sebelumnya.
"Dua tahun terakhir saya mulai berani memakai obat dari dokter setelah sebelumnya takut. Dulu wajah saya tidak sebersih sekarang," ujarnya.
Pria yang memiliki nama beken Vino tersebut pada akhirnya mulai terbiasa dan tidak malu-malu menggunakan perawatan wajah tersebut. Termasuk pula, mendatangi salon untuk facial dan peeling, setidaknya dua bulan sekali. "Tetapi tidak facial yang membuat wajah merah-merah. Gak mau saya, soalnya bisa mengganggu aktivitas manggung," beber dia kepada Malang Post.
Kini, Vino mengakui jika perawatan yang dia lakukan ada yang mensupport. Sebulan, tidak tanggung dana sponsor yang digelontorkan, mencapai Rp 2 juta. Jumlah itu, di luar hair do dan aktivitas ke salon lain sebelum tampil. "Tambahan dari kocek sendiri sekitar Rp 500 ribuan lah. Lebihnya sedikit aja," beber dia.
Dia mengakui, aktivitas perawatan bagi laki-laki memang aneh dan terasa ribet. Tetapi, begitu mengingat keuntungannya, pasti semua tertarik. "Teman entertainer pasti melakukan hal yang sama. Masak mau tampil wajah kusam," tambah dia.
Untuk melengkapi perawatan tubuhnya, Vino memilih support dengan suntik vitamin dan serum. Namun, tidal terlalu sering pula, sekitar dua bulan sekali. Hasil dari semua perawatan itu, kini diakuinya menunjang aktivitasnya. "Walaupun tidak terlalu metroseksual. Yang penting bersih," tandasnya.(Stenly Rehardson/habis)