Suami Istri Kompak, Menghapus Tato Harus ke Dokter

Penggemar tato saat ini benar-benar lintas gender, tak hanya didominasi kaum adam tapi juga para wanita cantik.  Para suami pun tak keberatan istri mereka memiliki tato, seperti pasangan Fembry Agus Lisanto (28) dan Regina Audrey (26) yang kompak menato hampir seluruh badan mereka.
Ada banyak gambar di kulit mulus Regina,wanita asal Pandaan yang berprofesi sebagai model freelance ini. Mulai dari gambar jangkar, untaian rantai, wajah hingga sayap dan salib. Gambar lebih banyak dimiliki sang suami, Fembry.  “Kita saling support untuk urusan tato, karena memang sama-sama suka,” kata Regina.
Regina menceritakan, ia pertama kali mengenal tato pada 2008 lalu. Dia memilih gambar jenis old school untuk dirajah di tangan kanannya. Lebih spesifik, gambar itu berupa untaian rantai dari pergelengan hingga punggung tangan kanannya. Di ujung untaian rantai tersebut terdapat gambar salib. Ia tidak menceritakan dengan jelas arti gambar tersebut, selain mengaku hanya suka.
“Waktu itu tattoo artist memberikan konsep, tapi saya menolak, saya hanya ingin membuat tato sederhana, yaitu gambar untaian rantai berbentuk gelang dengan ujungnya berlambang salib, itu saja,’’ katanya.
Seketika itu juga sang tattoo artist merajam tangannya dengan lima jarum. Gina mengaku meringis menahan sakit saat jarung-jarum itu mengenai kulitnya. Namun begitu, ia sangat menikmati. Gadis berambut panjang inipun mengaku puas, setelah 2,5 jam kemudian melihat gambar tato di tangannya sesuai dengan keinginan.
Kepuasan yang diperoleh ini ternyata berimbas. Dia kian mencintai seni tato, sehingga selang satu bulan setelah itu kembali mendatangi salah satu studio tato. “Ketagihan setelah melihat hasil pertama. Kemudian saya membuat lagi di tangan, di dada, punggung, dan paha,’’ urainya, sembari mengatakan jika saat ini dirinya sudah memiliki lebih dari 16 gambar tato. Khusus tangan, dia mengeblok hampir semua tangannya dengan gambar tato.
Gina juga mengatakan, jika tato yang ada di tubuhnya sama sekali tidak mengganggu dirinya, dalam hal apapun. Termasuk dalam hal pekerjaan. Sebagai model, Gina mengaku justru banyak mendapat job pemotretan. Namun begitu, tidak semua job tersebut diambil. Wanita yang mengaku tidak merokok dan tidak minum alkohol ini tetap selektif dalam memilih.
Sebelum melakukan foto, Gina mengaku harus lebih dulu mengetahui konsep foto dari fotografer.  “Kalau konsepnya mengandung unsur pornografi langsung saya tolak,’’ katanya, sembari mengatakan foto yang diambil fotografer tersebut umumnya hanya digunakan untuk keperluan porto folio sang fotografer atau studio fotonya.
Banyaknya gambar tato di tubuhnya juga tidak menghambat dirinya memiliki pasangan. Terbukti, tahun 2012 lalu, dia menikahi laki-laki impiannya Fembry Agus Lisanto. Seperti Gina Fembry juga memiliki banyak koleksi tato di tubuhnya. “Pertama ketemu saya lupa dimana dan kapan tepatnya. Tapi kali pertama ketemu itu saya langsung jatuh hati, karena Gina orang yang asyik diajak bicara,’’ kata Fembry, yang sebelumnya tidak tahu jika Gina memiliki tato. Keduanya pun mulai dekat, dan saat itulah Fembry mengetahui Gina memiliki gambar tato di tubuhnya. “Tidak masalah, justru makin suka. Bagi saya, dengan tato yang ada di tubuh membuat Gina makin seksi,’’ pujinya, sembari menatap wajah sang istri.
Gina pun demikian, dia mengaku suka dengan Fembry selain karena baik dan tulus, tato di tubuh Fembrylah yang membuatnya kesengsem. Setelah beberapa bulan menjalin hubungan, keduanya pun menikah.
Setelah menikah, kebiasaan merajah tubuh ini kian menjadi. Baik Fembry maupun Gina terus menambah gambar. Tapi tentu saja, dirinya tetap  berkonsultasi dengan sang suami. “Untuk masalah tato, karena kami sama-sama suka, sering berkonsultasi atau sharing lebih tepatnya,’’ katanya.
Gina sendiri mengaku, karena keduanya sama-sama bertato, justru job kerja makin banyak yang meminta mereka bekerja sebagai pasangan. Umumnya untuk produk kaos distro. Ada yang di Malang ada juga yang di luar Malang. Bahkan, Gina mengaku dirinya pernah melakukan pemotretan untuk produk distro terkenal dari Jakarta bersama suaminya. Gina mengaku, saat ini pengertian tato oleh masyarakat sudah berubah. Pandangan mereka tentang tato tidak seekstrim dulu. Diapun mengaku sangat bersyukur dengan kondisi tersebut. “Saya masih bercita-cita untuk menambah. Ya tidak lama lagi lah,’’ kata wanita yang mengaku dari pernikahannya dengan Fembry dikaruniai satu anak ini.
Kegandrungan model wanita dengan seni tato juga dibenarkan oleh Ian. Pemilik Tattoo Immortal Studio ini mengaku telah menato lebih dari 20 model wanita asal Malang. “Kalau jumlahnya sudah lebih 20 orang. Umumnya mereka meminta tato di bagian punggung, dada. Ada juga yang hanya nama,’’ katanya.
Tapi begitu, Ian mengatakan tidak jarang ada wanita yang datang kepada dirinya untuk menghapus tato. Nah untuk urusan satu ini, Ian pun mengaku angkat tangan. Jika ada model wanita yang ingin menghapus tato, dia pun langsung menyarankan ke dokter kulit atau ahli kecantikan. “Bukan tidak bertanggung jawab. Pertama saya memang tidak memiliki alat, dan kedua kulit bekas tato yang dihapus selalu rusak,’’ katanya.
Lantaran itulah, pria berjambang tebal ini lebih dulu mengatakan kepada kliennya sebelum mereka menato, mengingat tato itu ada untuk seumur hidup. “Sayang jika dihapus, karena kulitnya rusak. Kalau saya lebih menyarankan untuk melakukan cover tato, agar gambar tetap menarik,’’ tambahnya.
Ian mengatakan, umumnya para model memilih untuk menghapus gambar tatonya karena bosan. Untuk kasus ini, dia siap untuk mengcover. Ian juga mengatakan, tato di tubuh harus dilakukan treatment supaya tetap menarik. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pemilik tato, agar tidak cepat memudar. Pertama melindungi dari sinar matahari langsung, atau selalu memakai baju lengan panjang saat siang hari. Perawatan kedua menggunakan salep dan lotion yang dioleskan secara rutin.
Ian juga mengatakan, selama membuka bisnis studio tato, tidak pernah ada pasien yang mengalami infeksi sebab ia sangat menjaga semua perangkatnya, mulai dari mengganti jarum setiap kali tato, hingga memberikan treatment khusus kepada pasien. “Rata-rata luka tato di pasien ini antara 3-4 hari,’’ urainya.
Untuk tarif, Ian pun mengatakan relatif. Dia tidak melihat besar kecilnya gambar, tapi tingkat kesulitan. “Gambarnya kecil bisa jadi mahal, karena harus lebih detail,’’ tandas Ian.(ira ravika/han/habis)