Mengintip Dapur Redaksi Aremagazine

Aremagazine resmi meluncur kali kedua ke pasaran. Diawali dengan Aremagazine edisi ultah dan Aremagazine edisi Golden Generation, yang sedianya terbit hari ini (11/10). Di balik penerbitannya, ada tim redaksi yang banting tulang agar majalah Singo Edan ini tetap eksis. Seperti apa dapur redaksi Arema yang menggodok Aremagazine,?

Divisi Media Officer Arema sangat getol membangun brand image untuk tim pujaan Aremania. Selain website resmi aremafc.com, divisi pimpinan Sudarmaji tersebut juga membangun citra Singo Edan dengan berbagai cara. Satu di antaranya adalah Aremagazine.
Majalah bulanan yang resmi terbit dua kali ini merupakan produk dari Divisi Media Officer Arema. Meskipun media Malang sudah begitu banyak memberitakan Arema, tapi Divisi Media Officer masih berani menerbitkan Aremagazine. Pasalnya, Divisi Media ingin menjawab kebutuhan berita sampingan yang tak ditemui di media cetak. Tak heran, dua edisi Aremagazine, menyingkap sisi-sisi lain dari Arema dan Aremania. Demi membuat produk yang eksklusif, Aremagazine punya para “koki” yang mati-matian menggodok liputan yang tidak biasa.
Iwan Setiawan, Sudarmaji dan Ovan Setiawan bertanggung jawab terhadap konten berita serta rubrikasi. Sementara, Taufik Soleh dan Deli menjadi penanggung jawab foto. Heru Tri Mulyono dan Yuwono, memikul beban perwajahan majalah atau layout.
Iwan Setiawan, salah satu penulis sekaligus editor Aremagazine, mengakui proses penggodokan liputan di dapur redaksi majalah cukup berat, walaupun sifatnya bulanan. “Agar majalah berbentuk seperti yang ada sekarang, awak redaksi Aremagazine kerja mati-matian. Sebab kegiatan kita bukan hanya mengurus majalah saja,” terang Iwan, kepada Malang Post.
Media Officer Arema tak hanya mengurus Aremagazine. Media Officer juga terlibat dalam pengelolaan Akademi Arema. Iwan sendiri, juga memiliki kesibukan sebagai kontributor koran olahraga nasional. Tak heran, wartawan berkacamata itu menyebut bahwa proses keredaksian Aremagazine penuh tantangan.
“Kita disibukkan dengan Akademi Arema. Kita juga terus memantau pemberitaan Arema. Ditambah lagi, dengan majalah Arema ini. Tentu saja menjadi tantangan tersendiri, dan alhamdulilah, dua edisi terbitan kami sukses secara kualitas,” terang bapak satu anak tersebut.
Selain banyaknya awak redaksi yang menjalani peran ganda, urusan deadline ternyata juga cukup rumit. Meskipun hanya satu bulan sekali terbit, Aremagazine harus benar-benar jeli dalam mengatur proses liputan untuk majalah setebal 72 halaman itu.
Sebab deadline masuk cetak adalah H-14. “Praktis, sebenarnya kita proses buru liputannya hanya 2 minggu, karena H-14 sudah harus masuk percetakan. Dua minggu untuk liputan majalah 60 halaman dengan kru yang mepet, tentu penuh tantangan,” tegas Iwan.
Tantangan Aremagazine semakin besar, karena harus cermat memilih konten Arema yang tak digarap oleh media-media lokal Malang. Tak heran, kru redaksi Aremagazine sering kerja lembur untuk memastikan konten majalah benar-benar eksklusif. Iwan, mengaku harus liputan sembunyi-sembunyi, dan tidak bareng wartawan lain. Dia wajib pandai-pandai mencari angle berita yang tak digarap koran atau produk jurnalistik dari media lain.
“Kita harus cermat pilih konten eksklusif yang tak pernah muncul di media lain. Bahkan, kita juga cari konten yang tak muncul di aremafc.com dan fans page. Selain itu, kita mengandalkan parade foto. 60 persen Aremagazine adalah foto,” sambung wartawan berkacamata ini.
Heru Tri Mulyono, layouter Aremagazine mengatakan, deadline sempat membuat kru perwajahan, menginap empat hari empat malam di kantor Arema Jalan Kertanegara. “Saat dikejar deadline, kita baru bisa tidur jam 4-5 pagi. Sebab, malam hari kita ngebut memburu deadline,” tegas Heru, yang juga sahabat dekat Sunarto, striker Arema itu.
Meskipun penuh tantangan, tapi kru redaksi Aremagazine antusias. Sebab, majalah Arema menjadi produk yang ternyata diburu oleh Aremania. Konten yang tak biasa, serta tampilan yang memuaskan, membuat kru redaksi Aremagazine semangat.
Termasuk, Aremagazine edisi kedua yang menuai animo tinggi dari masyarakat. Sebab, pre-order majalah sudah cukup banyak yang masuk ke Divisi Media Officer. Sudarmaji, Media Officer Arema mengungkapkan, edisi lanjutan Aremagazine ketiga harus dikonsep sehari sebelum terbitan, yakni kemarin (10/9).
“H-1 sebelum terbitan edisi kedua, kita sudah rapat redaksi untuk edisi ketiga. Kita fokus pada produk yang berkualitas. Soal sirkulasi dan iklan, kita dibantu anak-anak magang dari kampus. Insya Allah, kita akan terus eksis,” tutup Sudarmaji.(fino yudistira/han)