Berangkat Haji Saat Usia Hampir 100 Tahun

CITA-CITA LAMA: Di usianya ke 98 tahun, Sa’un siap berangkat Rabu dinihari nanti

MALANG – Rasa syukur terus terucap dari bibir Sa’un, warga Dusun Sanan, Desa Watugede, Singosari. Bagaimana tidak, di usianya yang hampir seabad, 98 tahun, cita-citanya untuk menunaikan ibadah haji akhirnya terwujud. Bersama rombongan haji Kabupaten Malang, Sa’un siap berangkat Rabu (17/9) dinihari mendatang. “Alhamdulillah, saya bisa berangkat naik haji. Saya tidak mengira bisa berangkat,’’ katanya dengan mata berkaca-kaca.
Ditemui di rumahnya kemarin, Sa’un didampingi  cucunya Mohammad Soleh (48 tahun) terlihat sangat bahagia. Meskipun pendengarannya sudah mulai berkurang namun dia selalu menjawab pertanyaan yang diajukan Malang Post kepadanya.
Sa’un menceritakan, dia sebenarnya berkeinginan pergi haji sejak muda. Namun cita-cita itu terasa hanya sebagai angan saja, mengingat dirinya hanya bekerja sebagai penjual buah keliling, yang hidup sangat pas-pasan. Sa’un memang berusaha menabung dari hasil penjualan buahnya. Tapi dia pun sadar, jika butuh waktu sangat lama untuk mengumpulkan uang sebagai biaya haji.
Keinginan Sa’un kian menggelora kala istrinya Poniti (Alm) terus memberikan semangat. Tapi lagi-lagi, mendaftar haji masih sebatas angan karena memang tidak memiliki banyak uang. Hingga akhirnya, Sa’un pun berhenti berjualan buah, dia mulai mengerjakan lahan pertanian. “Ada tanah, kemudian saya kerjakan sendiri. Alhamdulillah, ini sedikit memberikan hasil,’’ katanya.
Di awal tahun 2000 lalu, kakek enam cucu ini memiliki uang yang cukup. Saat itu dia bertekad mendaftarkan diri. Tapi sayang, keinginan tersebut kembali urung, karena dia harus masuk rumah sakit, karena prostat. Alhasil, uang Rp 12 juta miliknya harus dikeluarkan untuk biaya rumah sakit.  Sa’un mengaku sangat sedih tapi bapak dua anak ini tidak putus asa. Dia kembali menabung mulai nol. Namun dalam perjalanan, Sa’un kembali masuk RS sehingga uang tabungannya kembali kandas untuk biaya RS. “Hanya selang dua tahun, saya kembali masuk RS sehingga saat itu saya tidak memiliki uang lagi,’’ urainya.
Sa’un tidak putus asa. Dia kembali mengumpulkan uang. Sembari berdoa agar diberi kesehatan supaya dapat pergi haji. “Haji selain kewajiban, juga nadzar saya kepada istri, jika saya masih ada umur, pasti pergi berhaji,’’ urainya.
Hingga akhirnya, Sa’un mendapat peluang. April 2013 dia mendaftarkan diri, melalui KBIH MCW Singosari.  Saat itu dia langsung membayar biaya awal Rp 27,5  juta. Pihak KBIH kala itu sempat keberatan dengan usia Sa’un yang sudah renta. Saat itu pihak KBIH meminta Sa’un membawa pendamping. Pria renta inipun menunjuk cucunya Mohammad Soleh. Hanya saja, saat itu Soleh membayar biaya awal dari dana talangan Rp 5 juta. “Totalnya saat itu kami menyetor Rp 32.5 juta,’’ kata Soleh.
Setelah mendaftar, Sa’un terus berdoa. Tentu saja, dalam doanya dia meminta agar dipercepat untuk pergi ke tanah suci. Doa tersebut terkabul. Akhir Juni lalu, Soleh mendapat kabar dari KBIH MCW jika Sa’un masuk dalam kuota haji 2014. Soleh yang bekerja sebagai sopir pun langsung pulang dan memberi tahu nya. “Bapak sangat senang saat itu. Dia langsung sujud syukur,’’ kata Soleh yang memanggil sang kakek dengan sebutan bapak.
Bahkan, keesokan harinya bersama Soleh, Sa’un pun mendatangi KBIH untuk menanyakan kepastian sekaligus melakukan pelunasan biaya haji. Saat itu KBIH MCW mengatakan jika Sa’un dan Soleh masuk dalam kloter 38 Kabupaten Malang. Keduanya akan berangkat Rabu (17/9) dinihari nanti.
“Bapak juga langsung urus akte kelahiran, serta KTP baru. Katanya untuk paspor,’’ kata Soleh.
Karena baru mendapat informasi, Sa’un pun mengaku hanya dua kali ikut manasik haji. Namun  itu tidak membuatnya gelisah. Selain telah belajar dengan keluarga yang sudah berhaji, dia juga sudah belajar banyak tentang cara-cara berhaji sejak cita-cita tersebut bersemi bertahun-tahun lalu.  “Kan ada kepala rombongannya, jadi saya juga tidak bingung,’’ katanya dengan terbata.
Saat ini semuanya sudah siap, mulai dari pakaian ihram, perbekalan dan segala keperluan lain.  Sa’un juga menyiapkan kondisi fisiknya dengan berolah raga jalan kaki keliling kawasan rumahnya setelah salat subuh. “Saya saat ini sehat, Alhamdulillah. Semoga di tanah suci nanti bisa menjalankan ibadah dengan baik,’’ katanya.
Sa’un pun mengatakan, doanya saat berada di tanah suci nanti adalah diberi kesehatan, diberi umur panjang, dan dikabulkan apa yang sedang diinginkan. “Saya tidak berdoa muluk-muluk, saya hanya berdoa agar keinginan saya terkabul, mau kemana saja bisa pergi,’’  tandasnya.(vik/han)