Setiap Tahun Persembahkan Medali untuk Kabupaten Malang

APRESIASI : Bupati Malang H Rendra Kresna saat memberikan penghargaan kepada Chamelia Widya dalam Upacara Haornas beberapa waktu lalu.


KABUPATEN Malang, menjadi gudangnya atlet-atlet olahraga berprestasi serta berkualitas. Salah satunya adalah Chamelia Widya, atlet cabang olahraga (Cabor) Selam. Ia meraih medali emas dalam setiap event Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Prestasinya itu, mengharumkan nama Kabupaten Malang di tingkat Nasional.


Senyum ramah terpancar dari Chamelia Widya, ketika pagi itu mendatangi Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang. Saat itu, ia tengah menunggu dimulainya upacara memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas). Upacara tersebut, diperingati di luar Stadion Kanjuruhan Kepanjen
Langkah penuh semangat, ditunjukannya ketika upacara akan dimulai. Wajahnya seketika sumringah, pasalnya, ketika upacara, ia menerima penghargaan dari Bupati Malang H Rendra Kresna. Penghargaan itu diberikan, atas kesukesannya meraih medali emas pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Piala Gubernur Jawa Timur akhir tahun lalu.
Ia, meraih medali emas untuk nomor 50 meter surface bifin putri. “Tentunya saya bangga bisa kembali menerima penghargaan dari Bapak Bupati Malang H Rendra Kresna,” katanya kepada Malang Post. Tidak heran, bila sebelumnya ia berulang kali mendapatkan penghargaan dari orang nomor satu di Pemkab Malang ini.
Pelajar berusia 16 tahun ini sebelumnya telah beberapa kali menerima penghargaan. Seperti pada tahun 2012 lalu yang mendapatkan medali emas pada kejuaraan daerah (Kejurda) Jatim Tahun 2012 di Surabaya. Dikatakannya, itu merupakan salah satu prestasi yang ia dapat dan tak terlupakan.
“Untuk Kejurda itu, saya harus bersaing dengan atlet-atlet selam terbaik se Jawa Timur dan itu tidak mudah,” terang anak pertama dari tiga bersaudara itu.
Melalui Kejurda 2012 itulah, ia bisa melaju tingkat Nasional. Prestasinya semakin lengkap dalam Kejurnas tersebut yang mengantarkan Jawa Timur menjadi juara umum.
Saat itu, Jawa Timur memperoleh total 203 medali yang rinciannya 73 emas, 60 perak dan 67 perunggu. Menurutnya, cabor selam ini mempunyai kesulitan tersendiri. Hal tersebut sama dengan cabor yang lainnya. Bila serius berlatih dan itu menjadi hobi dari seorang atlet, maka akan menjadi mudah.
“Olahraga air, memang menjadi dunia saya. Sebelum menekuni selam, saya pernah menjadi atlet renang. Pada dasarnya, sama. Hanya cabor selam, harus memakai segala perlengkapan keselamatan,” kata remaja putri berambut panjang ini.
Serangkaian alat itu yakni tabung selam, pakaian selam, kacamata selam dan sepatu katak.
Selain itu katanya, tubuh atlet selam harus menyesuaikan dengan kondisi perairan dan suhu di bawah permukaan laut. Bila tidak mampu beradaptasi dengan baik, maka tidak bisa memperoleh gerakan yang baik maupun kelincahan yang merupakan bagian dari penilaian. Sedangkan untuk latihan sendiri, dilakukan di kolam renang.
Sesekali juga ia bersama atlet Cabor Selam Kabupaten Malang lainnya, berlatih di perairan utara Pulau Jawa, salah satunya Tanjung Kodok Lamongan. Kegigihan Chamelia Widya tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Harian KONI Kabupaten Malang Drs Ismaryono.
“Atlet-atlet Cabor Selam, menunjukan kehebatannya pada Kejurnas Piala Gubernur Jawa Timur. Sehingga atlit cabor selam asal Kabupaten Malang sukses meraih lima emas yang sekaligus mengantarkan Jatim menjadi juara umum,” ujar warga asal Kelurahan Pagentan Kecamatan Singosari.
Selain Chamelia Widya, empat atlet lainnya yang meraih medali emas. Yakni Bima Dea nomor 200 M Surface Monofin Putra dan Nurqum Farid nomor 4x100 Estafet Surface Putra.. Kemudian ada nama Adhini Mutia Kejurnas nomor Estafet Surface Putri dan Komang Feni GT nomor Estafet Surface Putri.(Binar Gumilang)