Arema Latihan Blusukan Perdana di Lapangan Sedayu

Arema Cronus sukses menggelar event latihan spesial di lapangan Desa Sedayu Koramil, Kamis lalu. Ratusan warga datang dan memenuhi lapangan. Skuad Singo Edan pun makin dekat dengan suporter. Di balik kesuksesan event perdana latihan di lapangan desa ini, ada Aremania Uyades yang getol memperjuangkan Arema agar bisa latihan di lapangan itu. Berikut ceritanya.

Wajah Suharno, Pelatih Arema Cronus sumringah. Skuad Arema sukses latihan blusukan desa, perdana di Lapangan Desa Sedayu, Kamis sore lalu. Suporter Singo Edan dari Desa Sedayu dan sekitarnya tumpah ruah menyaksikan kehadiran skuad Arema. Pemain pun mendapat motivasi baru di saat sibuk persiapan lawan PS Semen Padang di 8 besar ISL 2014.
Pertemuan langsung dengan suporter di level bawah membuat wajah para pemain segar. Pemain pun merasakan kedekatan dengan para pendukung setianya di Stadion Kanjuruhan tiap laga kandang. Pendek kata, para pemain dan tim pelatih merasakan sukses latihan dan sukses pendekatan dengan masyarakat Sedayu.
Bahkan Suharno memuji kualitas lapangan Sedayu. “Untuk ukuran lapangan desa, Lapangan Sedayu Koramil ini sangat baik. Terlihat dirawat, rumputnya hijau dan segar. Kualitas tanahnya juga baik, tidak kering. Pantulan bola normal karena tanahnya empuk,” tegas Suharno, di sela-sela latihan di Lapangan Sedayu Koramil, Kamis lalu.
Namun, di balik kesuksesan latihan di Desa Sedayu, ada sosok Aremania Uyades yang cukup repot mempersiapkan acara latihan blusukan desa ini. Dari sekian banyak surat undangan yang masuk ke Media Officer Arema, Aremania Uyades masuk kriteria sebagai suporter dengan lapangan desa berkualitas dan cukup mumpuni untuk latihan Arema.
Adalah Arie Yudhi Baskoro, Aremania Uyades yang sukses menyambungkan keinginan suporter untuk mengundang Arema ke Sedayu. Bahkan, komunikasi awal antara Arie dan Media Officer pun tidak disengaja. “Saya terkoneksi dengan Media Officer lewat Twitter. Saat Aremafc.com bikin tweet, saya carbon copy sekaligus mention, eh ternyata nyambung,” tegas Arie kepada Malang Post.
Setelah saling mention di Twitter, Arie pun mengutarakan keinginan Aremania Uyades untuk mengundang Arema latihan di Lapangan Sedayu. Pihak Media Officer, mempersilakannya. Arie datang ke kantor Arema sambil membawa surat resmi undangan untuk tim asuhan Suharno-Joko Susilo.
Tapi, ternyata bukan hanya Sedayu yang ingin mendatangkan Arema untuk latihan di lapangan desa. Banyak korwil lain juga mengirim undangan yang sama. Tapi, setelah ada survey dari Sekretaris Arema M Taufan dan Pelatih Joko Susilo, lapangan Sedayu Koramil terpilih sebagai lapangan latihan blusukan perdana Arema di tahun 2014.
“Senin (22 September) malam, saya dapat kabar bahwa Arema mau latihan di lapangan Sedayu. Langsung saya kabari dulur-dulur Aremania Uyades yang lain, untuk persiapan menyambut kedatangan Arema. Kita sibuk sekali selama tiga hari,” tandas suporter yang biasa mendukung Arema di tribun selatan Kanjuruhan ini.
Paling utama, Aremania Uyades menghubungi pengelola Lapangan Desa Sedayu agar ada proses steril. Selama tiga hari sebelum Arema latihan Kamis lalu, lapangan sama sekali tidak boleh dipakai latihan. Aremania Uyades menjaga lapangan agar kondisi rumput sempurna dan tidak rusak.
Setelah itu suporter bergerak mencari sponsor tambahan dari usaha-usaha lokal di Sedayu dan Turen. Para sponsor menyumbang peralatan olahraga seperti bola agar nama usahanya terpampang di Lapangan Sedayu. “Bola dan peralatan olahraga hasil sumbangan sponsor lokal, langsung kita berikan pada SSB Tiga Putra, yang latihan di Lapangan Sedayu Koramil,” terang Arie.
Animo Aremania Sedayu dan sekitarnya dalam menyambut Sunarto dkk, sangat besar. Bahkan, setelah latihan selesai hari Kamis sore lalu, suporter masih berusaha memburu foto bersama pemain idolanya ke rumah pemain asli Turen, Benny Wahyudi. Pasalnya, Benny menjamu rekan satu timnya di kediaman Turen.
Puluhan suporter mengikuti kendaraan Arema yang bergerak menuju rumah Benny. Secara bergantian, suporter kulonuwun ke rumah Benny untuk minta foto dengan Beto Goncalves dkk. Hal ini terjadi hingga para pemain Arema masuk kembali ke kendaraan tim dan pulang ke Malang.
Nurcholis, staf pelatih SSB Tiga Putra sekaligus panitia latihan blusukan Arema di Sedayu, mengakui besarnya animo Aremania dan warga Sedayu untuk melihat tim pujaannya dari jarak dekat. “Kehadiran Arema di Sedayu sudah jadi perbincangan sejak berita Malang Post muncul. Masyarakat sempat tidak percaya, tapi begitu melihat tim ini benar-benar datang, tentu kami sangat antusias,” tutur pria 44 tahun ini.(fino yudistira/han)