Jadi Inspirator, Lebih Mudah Kritisi Pemain dengan Data

Suporter sepak bola memiliki berbagai macam cara untuk menunjukkan kecintaan kepada klub yang diidolakannya. Seperti sekumpulan lima anak muda yang tergabung dalam Arema Stats, memilih mewujudkan rasa cinta itu dengan cara kreatif dan elegan, yakni memperhatikan statistik mengenai tim kesayangannya ini dalam setiap laga serta meluncurkannya dalam suatu tulisan.
Arema Stats merupakan julukan dari Arema Statistik. Personilnya terdiri dari Brillian Sanjaya (23), Rizky Adli Putra (23), Ramaditya Putra Widigda (23), Bramasta Gelorawan (16) dan Malik Oktabrianto (23). Mereka berlima selalu duduk berdampingan di Tribun Media di Stadion Kanjuruhan ketika Arema berlaga. Malang Post berkesempatan berbincang dengan suporter kreatif tersebut, yang dalam satu tahun terakhir mencatat statistik dari setiap laga dan pemain Arema.
“Dulu kami sama dengan Aremania lainnya. Datang dalam laga Arema, mendukung di pinggir stadion, bernyanyi dan sesudahnya pulang,” ujar Koordinator dan sang pencetus Arema Stats, Brillian Sanjaya mengawali cerita.
Begitu pulang dari stadion, layaknya beberapa Aremania lain, mereka membicarakan tentang pertandingan. Mulai dari hasil akhir, kartu kuning, penguasaan bola, pemain yang menonjol sampai dengan kelemahan dari Arema. “Ya seperti komentator bola begitu, mencoba mengkritisi permainan,” sebut pria yang akrab disapa Brilli itu.
Lama-lama, mereka gemas setiap kali membicarakan Arema hingga akhirnya membicarakan statistik pertandingan. Mereka mencoba berkicau melalui fanpage Facebook dan Official Twitter yang mengatasnamakan suporter. Baik sebelum maupun setelah laga Arema. Entah itu laga resmi maupun laga uji coba. Akan tetapi dia mengakui, kicauan tersebut masih tidak seakurat dan selengkap yang dikerjakan bersama keempat temannya ketika sudah di Arema Stats.
“Dari pihak Arema no comment, wong suporter juga banyak suara. Sementara yang komentar ya sesama Aremania lain. Dari sana kami coba menggali kemampuan lebih dalam dengan membuat statistik yang akurat,” beber Brili yang disetujui oleh kedua temannya, Rizky dan Ramaditya.
Hingga akhirnya Brilli mengusulkan membuat Arema Stats, mengelolanya dengan serius untuk menyajikan data detil dalam setiap laga Arema. Mulai dari dribble, shooting, intercept, crossing, long pass, clearance, assist hingga gol yang terjadi dalam setiap pertandingan. Dari statistik tersebut, muncullah prediksi, kelemahan atau kekuatan tim, yang semuanya itu coba difloorkan melalui twitter dan blog Arema Stats.
Menurut Brilli, konsekuensi dari niat itu, maka personil Arema Stats mesti rajin datang dalam setiap laga Arema di Stadion Kanjuruhan. Tidak peduli kondisi lelah setelah bekerja atau sekolah, personil Arema Stats berganti menonton dan mengkritisi pertandingan laksana wartawan. Tidak hanya datang, masing-masing personil membawa lembaran kertas lengkap dengan bolpoin. Mereka membagi kerja, untuk satu orang mengawasi 3-4 pemain Arema, mencatat semua aktivitas di lapangan. Mata mereka seakan enggan melepas pemain yang menjadi bagian pengawasannya. Haram ada yang terlewatkan.
“Kami harus benar-benar mengawasi gerak mereka. Sedikit terlewat, ya kurang akurat data kami. Makanya, jarang sekali ada guyonan ketika sudah di pinggir stadion. Ke kamar mandi pun, harus menahan diri menunggu istirahat,” urainya.
Lambat laun, eksistensi dari Arema Stats yang memiliki akun twitter @AremaStats mendapat pengakuan. Tidak bisa dipungkiri, apa yang Arema Stats kerjakan menarik banyak pihak. Termasuk mereka yang berminat dengan datanya. Baik secara diam-diam memakainya, maupun izin terlebih dulu. Menurut pria yang juga bekerja di perusahaan konstruksi ini, Arema Stats tidak mempermasalahkan bila data statistik yang mereka share melalui twitter dan blog dipakai. Sebab, sebelumnya juga sudah meminta izin terlebih dulu dan menyertakan sumber statistiknya.
“Dari sana, nama Arema Stats pun mulai dikenal tidak hanya oleh Aremania. Tetapi lintas suporter lain. Jika ada media lokal ingin memakai statistik kami ya monggo saja. Tapi jangan lupakan sumbernya, itu kebanggaan kami,” terang dia.
Pernah pula, kompetitor Arema mencoba membeli data yang dihasilkan selama ini. Dengan tegas, Arema Stats menolaknya, sekalipun godaan uang jutaan rupiah sudah di depan mata. Yang ada di benak anak Arema Stats, tidak mungkin menyerahkan kelemahan pada musuh. Sama artinya dengan membenamkan sang klub pujaan.
Yang menarik, saat ini keberadaan Arema Stats telah menginspirasi teman suporter lain. Setidaknya, ada 4-5 kelompok suporter di Indonesia yang kini turut mengikuti jejak Arema Stats. Antara lain suporter Persija Jakarta, PSIS Semarang, Persela Lamongan dan Persis Solo untuk memiliki sekumpulan suporter yang mau membuat statistik klub kebanggaannya. “Di situ menambah rasa bangga kami. Paling tidak kami merupakan pioneer bagi kelompok suporter di Indonesia,” sebut pria asal Bandulan tersebut.
Menurut dia, ada pula yang belajar dengan kinerja dari tim Arema Stats. Padahal, diakuinya, bila mereka pun membuat statistika karena tertarik dengan analisis dari Lab Bola dan Opta. Dari sana mereka mencoba belajar dan browsing mengenai cara menulis data pertandingan dan menyajikannya, baik dalam bentuk statistik maupun tulisan layaknya berita. “Ya kami juga harus belajar. Hingga sekarang pun berusaha menyempurnakan penyajian statistik untuk pembaca,” tambahnya.
Apa yang Arema Stats sajikan menjadi bukti keseriusan mereka ketika mencintai Arema. Tidak sekadar hura-hura datang ke stadion, setelah pulang sudah tidak berbekas. Tetapi, dengan data-data, mereka bisa mengeluarkan semua hal tentang statistik Arema. Yang terpenting, mereka juga lebih mudah mengkritik Arema bila ternyata bermain tidak sesuai harapan.
“Ketika Arema main loyo, kurang determinasi, apalagi kalah, kami lebih mudah menyampaikan penyebab kelemahan, dan mencoba menganalisa yang harus diperbaiki. Dengan begitu, kritikan kami lebih berdasar,” urainya.
Kini, keseriusan personil Arema Stats pun menghasilkan banyak hal. Arema Stats telah menghasilkan Matchday Programme. Sebuah lembaran yang berisi statistik mengenai prediksi pertandingan. Porsi paling besar membahas tentang Arema, yang sedikit untuk tim lawan.
Menurut Brilli, Matchday Programme ini terinspirasi dari luar negeri. Di Inggris misalnya, setiap klub pasti menyajikan lembaran statistik tersebut sebelum laga. “Kami pernah membaca tentang aktivitas Paul Cumming yang sampai meminta kiriman Matchday Programme dari klub yang disayanginya sekalipun sudah tinggal di Indonesia. Jika di sana dijual, kami masih memberikannya gratis,” terang alumnus SMAN 7 Malang tersebut.
Matchday Programme ini masih dicetak dalam jumlah terbatas. Dalam setiap laga, sekitar 500 eksemplar. “Itupun masih terlalu banyak. Supporter di Indonesia masih belum terbiasa ada lembaran seperti ini, sayang juga jika setelah kami bagikan ternyata dibuang begitu saja,” tambah dia.
Beberapa analisis di Matchday Programme pun terbukti ketika pertandingan. Misalnya tentang kelemahan Arema yang terlalu mudah kebobolan di 45 menit kedua atau kualitas crossing yang lemah dari pemain. Termasuk juga tentang pemain, yang secara statistik menurut Arema Stats sangat mumpuni. “Kurnia Meiga kiper mumpuni, Purwaka bila main maka Arema selalu menang, atau Juan Revi yang secara statistik sangat bagus ketika diturunkan,” urai pria murah senyum ini.
Brili, Rizky dan Rama pun secara kompak mengakui, untuk saat ini belum mendapatkan apa-apa selain kebanggaan menjadi Aremania dari apa yang mereka kerjakan. Sebab, apa yang mereka kerjakan secara independen ini masih dilakukan dengan kocek pribadi. “Kalaupun ada, supporting kecil dari teman suporter lain, tetapi ya mungkin hanya cukup untuk mencetak Matchday Programme, dan asal bisa berangkat ke stadion,” jelas Rizky menimpali.
Lebih lanjut dia menyampaikan, ke depannya Arema Stats menargetkan lebih serius lagi ketika menyajikan data. Menurut Rizky, apa yang mereka kerjakan selama setahun terakhir, kini mulai membuahkan hasil. Selain pengakuan keberadaan dan keakuratan datanya, ada beberapa perusahaan yang mencoba mendekat untuk menjadi penyandang dana Arema Stats ke depan. “Keyakinan kami Arema Stats berarti bagi Arema dan Aremania. Bila menjadi pekerjaan kami, ya patut disyukuri pula. Namun yang jelas ini menjadi cara bagi kami untuk menahbiskan diri menjadi Aremania sejati, lebih elegan dan berarti,” pungkas dia, diamini dengan Brilli dan Ramaditya. (stenly rehardson/han)