Bank Mandiri Gelar ”Mandiri Edukasi” (1)

Area Manager Bank Mandiri (persero) Tbk Malang Hargo Suryanto foto bersama dengan siswa-siswa SDK Santa Maria II.

Terjunkan Manajer, Mengajar 150 Siswa SD di Kota Malang
SISWA diajar oleh guru di sekolah itu sudah biasa, tapi kalau yang menjadi guru adalah para manajer Bank tentunya sangat istimewa. Kemarin (16/10/14), para pimpinan Bank Mandiri di Malang mengajar di sejumlah sekolah. Yakni di SDK Santai Maria 2, SMPN 6, dan SMKN 4. Program ini adalah agenda nasional yang melibatkan jajaran direksi dan lebih dari 1000 pegawai Bank Mandiri. Mereka mengajar 31.950 pelajar SD hingga SMA serta 8.500 mahasiswa.
 
Raut gembira dan bahagia terpancar dari siswa-siswi SDK Santa Maria II ”Panderman” Malang. Mereka amat senang karena kemarin kedatangan guru yang istimewa. Yakni jajaran pimpinan dan pegawai Bank Mandiri area Malang. Kedatangan Bank Mandiri ke sekolah merupakan serangkaian acara ulang tahun ke-16 dengan tajuk “Mandiri Edukasi.

Siswa-siswa kelas 6 ini pun menyambut kedatangan Bank Mandiri dengan beberapa penampilan. Seperti penampilan bakat salah satu siswa, baik membaca puisi dan menyanyikan salah satu lagu daerah. Dilanjutkan dengan lagu Indonesia Raya, Mars SDK Santa Maria II hingga ditutup dengan doa bersama.

Saat pemandu acara menanyakan siapa yang ingin menjadi pemimpin dan bekerja di Bank Mandiri, sontak semua siswa baik perempuan dan laki-laki mengangkat tangannya sembari teriak “Saya, saya”. Melihat kelucuan anak-anak ini, Area Manager Bank Mandiri (Persero) Tbk Malang, Hargo Suryanto bersama pegawainya tersenyum. Pertanyaan tersebut berulang kali ditanyakan sehingga tak sedikit siswa berdiri dan mendatangi para pegawai Bank Mandiri.

Kegiatan yang berlangsung di ruang Perpustakaan ini pun penuh sesak oleh siswa. Maklum, ukuran perpustakaan di sekolah tersebut tidak terlalu besar, ditambah jumlah siswa 150 orang. Dengan lesehan atau duduk dilantai beralas karpet, siswa-siswa tampak bersemangat dan antusias mengikuti serangkaian acara.

Hargo Suryanto mengatakan, Kota Malang adalah salah satu daerah yang mendapat program Mandiri Edukasi tahun 2014 dari Bank Mandiri. Ada 550 siswa SD hingga SMA yang ikut serta kegiatan ini. Mereka nantinya akan diberikan materi tentang perbankan dan peluang kerja kedepannya.

Kendati begitu, materi yang disampaikan tidak seperti materi di siswa SMP, SMA hingga mahasiswa. “Kita selingi dengan game dan pertanyaan-pertanyaan mendasar,” katanya.

Hargo lantas menanyakan kepada siswa apa yang diketahui tentang Bank Mandiri. Lagi-lagi respon siswa sangat antusias, ada yang menjawab sebagai simpan pinjam, asuransi, kredit, hingga program lainnya. Bahkan, ada salah satu siswa mengaku setiap bulan sering ikut orangtuanya ke Bank Mandiri untuk menabung. Suasana pun makin meriah karena siswa sangat aktif bertanya.
Selain mengajar di sekolah, pada kegiatan tersebut Bank Mandiri juga menyerahkan bantuan kepada sekolah. Pria berkacamata ini menerangkan, jika bantuan yang diberikan kepada SDK Santa Maria II sebesar Rp 4 juta, untuk keperluan pengadaan buku perpustakaan. “Kami sengaja menyalurkan untuk penambahan buku di sekolah, supaya rujukan dan buku ajar bagi siswa lebih banyak,” terangya kepada Malang Post.

Sebetulnya, kata dia, kegiatan ini tidak hanya berlangsung di Kota Malang. Tapi juga dilakukan serentak seluruh Indonesia. Dimana, tahun  ini Bank Mandiri menggelontorkan bantuan bagi siswa sekolah SD hingga SMA sebanyak 31.950 (213 lembaga) dan sebanyak 8500 mahasiswa dari 17 perguruan tinggi se Indonesia. Dengan nilai bantuan keseluruhan sebesar Rp2,552 miliar.

Menurutnya, meski bantuannya tidak terlalu banyak. Minimal, dapat membantu dan menambah koleksi buku belajar siswa di sekolah. “Nilainya memang sedikit, tapi semoga bermanfaat,”ujarnya.

Mandiri edukasi ini, jelas dia, juga diselingi dengan game dan pemberian hadiah bagi siswa SDK Santa Maria. Dengan terlebih dahulu menjawab pertanyaan yang diajukan nantinya.  Materi edukasi ini pula dapat memberikan pendidikan dan kepemimpinan bagi setiap siswa.

Program yang sudah berjalan sejak tahun 2010 ini, menurutnya, telah memberi dampak positif dan banyak manfaat bagi masyarakat, khususnya didunia pendidikan.  “Dengan program ini kami turut berpartisipasi dalam kemajuan pendidikan. Sekaligus membentuk karakter generasi muda supaya lebih berkompeten di masa yang akan datang,”paparnya ramah.

Ditambahkan, setiap tahun sekolah yang disasar selalu berbeda. Sehingga tidak menutup kemungkinan ditahun berikutnya, bantuan dari Bank Mandiri bentuknya berbeda. Bisa jadi, untuk pengembangan sarana prasarana hingga beasiswa bagi pelajar. “Keterlibatan direksi dan pegawai ini tidak lain untuk memperkenalkan dunia perbankan dann membuka wawasan siswa, barangkali setelah tuntas mengenyam pendidikan mereka mau berkecimpung di dunia perbankan,”tambahnya.

Kepala Sekolah SDK Santa Maria II, Suster Maria Priska Takarini mengaku senang dan bahagia atas bantuan yang diberikan oleh salah satu Bank terbesar di Indonesia. Menurutnya, partisipasi Bank Mandiri dalam dunia pendidikan benar-benar memberi dampak positif, terutama dalam hal kemajuan dan kelengkapan sarana di sekolah. “Kami sambut program Mandiri edukasi ini, selain anak didik kami dapat info soal perbankan, juga diberi bantuan buku perpustakaan,”akunya.

Maria menilai, Bank Mandiri juga memberikan satu pelajaran berharga bagi anak didiknya, yakni soal toleran dalam masyarakat. Karena, semua masyarakat diberikan kenyamanan dan dipandang sama saat bertransaksi maupun ikut serta dalam program Bank Mandiri.

Perempuan murah senyum ini berharap kedepan peran serta perusahaan dan pihak ketiga dalam dunia pendidikan semakin meningkat. Karena masih banyak lembaga pendidikan yang berjuang semaksimal mungkin dalam pengembangan kualitas, terutama di kalangan lembaga swasta.

Selain itu, gerakan Bank Mandiri dapat diikuti oleh perusahaan lainnya, baik yang bergerak di perbankan maupun industri. “Partisipasi pihak ketiga sangat dinanti oleh lembaga pendidikan,” pungkasnya. (miski/red/oci)