Naikkan Hasil Panen dan Budi Daya Ikan Hingga 50 Persen

FORMULA-  Firdi Andiko menunjukan formula buatannya, yang bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas pertania, peternakan dan budidaya.

Firdi Andiko, pengusaha asal Malang membuat terobosan baru dengan menciptakan tiga formula cair organik yang mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan peternakan lebih dari 50 persen. Karya inovatif dari pria berusia 45 tahun itu mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Pertanian (Kementan) serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Berawal dari keprihatinan terhadap kondisi perekonomian para petani dan peternak di Indonesia yang jauh dari layak, membuat Firdi memutar otak untuk memperbaiki kondisi itu. Sebab menurutnya, kekayaan alam di negara ini sangat melimpah akan tetapi kondisi para petani dan peternak tidak kunjung sejahtera.
Ia pun bersama timnya CV Nelayan Indonesia Jaya melakukan analisa mengapa hal ini bisa terjadi. Hasilnya, pola cocok tanam para petani dan cara peternak dalam memberi pakan ternyata salah kaprah. Selain itu, para petani dan peternak tidak mempunyai modal yang cukup untuk membeli pupuk maupun pakan yang berkualitas serta sesuai takaran.
Maka, tahun 2010 silam bapak tiga anak ini menciptakan formula super bioteknologi untuk sektor petanian, peternakan dan budi daya. “Formula yang kami buat berbentuk cair dan organik. Bisa dibilang semacam pupuk cair organik untuk tanaman. Sedangkan untuk pakan ternak, berupa vitamin,” ujarnya kepada Malang Post.
Formula super bioteknologi itu ada tiga jenis, yakni Bionutren, Fertilizer dan Rojotani. Bionutren itu untuk pertembuhan tanaman. Sedangkan Fertilizer, untuk menambah berat badan dari hewan ternak. Sedangkan Rojotani, memperbanyak produktivitas panen padi. Semua pembuatan formula tersebut, berbahan baku organik
“Bahan pembuatan tiga formula itu, bebas dari unsur kimia. Sehingga sangat aman bagi tumbuhan maupun hewan. Selain itu, tentunya menghindarkan dari pencemaran serta perusakan tanah akibat pupuk kimia,” katanya sembari menambahkan bahan formulanya itu antara lain rempah-rempah seperti jahe, kunir dan semacamnya.
Rempah-rempah tersebut kemudian ditumbuk hingga lembut, lalu dicampur dengan susu dan madu. Kemudian dicampur lagi dengan air. Formula cair pupuk organik ini kemudian dikemas  ke dalam botol berukuran 500 ml dan 1 liter.
Fiki menegaskan, formula cair pupuk organik itu sama sekali tidak diberi pengawet kimia. “Sedangkan implementasinya terhadap tanaman ada dua macam. Bisa dibuat pupuk dengan disiramkan ke tanah dan juga disemprotkan di tanaman itu sendiri,” jelasnya. Sedangkan untuk hewan ternak, bisa dicampurkan pada pakan maupun minumannya.
Untuk ikan maupun budi daya lain di kolam, formula cair itu bisa dicampurkan pada pakan. Produktivitas dari tiga formula ini, lanjutnya, ternyata cukup mencengangkan. Setiap satu hektare sawah yang memakai formula Rojotani, menghasilkan panen sebanyak 8,5 ton padi. Meningkat 2 ton dari panen normal para petani yang biasanya 6,5 ton per hektare. Begitu pula dengan hewan ternak yang mengalami pertambahan berat dagingnya. Sebut saka ayam pedaging yang rata-rata mempunyai berat 2,7 kilo per ekor, setelah menggunakan formula Fertilizer berat daging bertambah menjadi 3,5 kilo per ekor.
Semua peningkatan pertanian dan peternakan itu, sudah diuji. Bahkan tiga formula tersebut mendapatkan rekomendasi dari Kementerian Pertanian (Kementan) serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pada ajang Penas XIV di Kepanjen beberapa waktu lalu, mendapatkan penghargaan inovasi terbaik.
Sedangkan bukti nyata formulanya adalah semangka Inul yang berukuran besar dan rasanya diklaim paling manis. Selain itu, formulanya menyelamatkan budi daya ikan di Jombang dari ancaman kebangkrutan. Karena memakai formula buatannya, produktivitas dari pembudidaya ikan kolam di Jombang naik hampir 70 persen.
Namun, dikatakan Firdi Andiko, penghargaan maupun pendapatan tak menjadi prioritasnya, melainkan kesejahteraan petani, peternak dan nelayan. “Saya selalu memberikan pelatihan kepada petani, peternak serta nelayan secara gratis. Pola pikir mereka untuk menjalankan aktivitasnya, harus diperbaiki,” urainya.
Selain itu, ia juga memberikan secara cuma-cuma formula tersebut, kepada petani, peternak dan nelayan. Karena menurutnya, mereka lebih percaya dengan bukti bukan teori. “Yang penting, mereka dapat meningkatkan produktivitasnya. Selain itu melalui formula ini kami memberi manfaat bagi petani, peternak dan nelayan,” pungkasnya. (Binar Gumilang/han)