Gunakan Dana Swadaya,Diapresiasi Abah Anton

SALUT :  Walikota Malang HM Anton mengapresiasi Bersih Desa dan Kirab Budaya Kelurahan Tunjungsekar kemarin.

MALANG – Persiapan berbulan-bulan warga kelurahan Tunjungsekar, Blimbing, Kota Malang, dalam menghadapi satu Suro atau satu Muharram, tidak sia-sia. Kemarin (2/11/14), Bersih Desa dan Kirab Budaya 2014 untuk perayaan yang sering disebut Suroan ini, berhasil menarik perhatian Walikota Malang, HM Anton, datang membuka acara yang menggunakan dana swadaya masyarakat itu.
"Luar biasa sekali, momentum keeratan masyarakat di kelurahan ini sangat tinggi. Meskipun menggunakan dana swadaya, mereka mampu menyajikan atraksi yang memukau warga," ujar Abah Anton, panggilan akrab HM Anton, kepada Malang Post usai membuka Bersih Desa dan Kirab Budaya Kelurahan Tunjungsekar 2014, kemarin.
Terdapat sekitar 100 kelompok dari berbagai elemen masyarakat di Tunjungsekar. Ada yang memakai kostum hantu khas Indonesia seperti pocong, kuntilanak, genduruwo, dan sebagainya. Ada pula yang memilih berkostum lebih elegan, seperti kostum kerajaan tradisional, maupun asing.
Sebagian kelompok mengikuti karnaval dengan atraksi menarik, seperti barongsai, kuda lumping, bantengan, atraksi kelabang yang panjangnya lebih dari 50 meter, serta tari-tarian dari anak-anak sampai ibu-ibu pun ada.
Masyarakat menyambut karnaval dengan start di kantor kelurahan Tunjungsekar, Jl Piranha ini, dengan sangat antusias. Tidak jarang mereka berepose  ria dengan peserta karnaval yang memakai kostum unik dan lucu. "Partisipasi masyarakat sangat tinggi disini, luar biasa. Semoga kelurahan Tunjungsekar diselamatkan dan diberi kemajuan oleh Allah," tambah Anton mendoakan.
Lurah Tunjungsekar, Bambang Herianto menambahkan, ratusan peserta karnaval disini akan keliling kampung dengan rute Jl Piranha, Jl Ikan Mas, Jl Ikan Tombro, Jl Piranha Atas, masuk ke Jl Simpang Piranha Atas, Jl Ikan Lodan dan kembali ke finish di kantor kelurahan Tunjungsekar atau Jl Piranha.
"Kirab ini terlaksana berkat kerja sama dengan semua warga, kami harap ada peningkatan ekonomi pembangunan disini, serta penghasilan masyarakat Tunjungsekar menjadi barokah," ungkap Bambang.
Perlu diketahui, rangkaian acara Suroan warga kelurahan Tunjungsekar, dimulai pada 19 Oktober 2014, dengan kegiatan kerja bakti massal, dilanjutkan dengan ziarah ke makam leluhur dan pengajian umum pada 24 Oktober 2014. Dan rangkaian acara ditutup dengan pagelaran wayang kulit bersama Ki Tantut Sutanto, tadi malam. (erz/nug)