Empat Hari Sabet Tujuh Medali Emas di Dua Kejurnas

BANGGA: Lima atlet Malang Inline Skate dengan bangga memamerkan medali yang diperoleh masing-masing.

Usianya memang baru tiga tahun, tapi prestasi klub sepatu roda Malang Inline Skate (MILS) tidak perlu diragukan. Hampir setiap kejuaraan yang diikuti, atlet dari MILS selalu mendapatkan gelar juara. Bahkan klub ini juga meraih gelar kejuaraan sepatu roda tingkat nasional di Kabupaten Malang beberapa waktu lalu.

Dari dua kejuaraan yang diikuti, klub yang berdiri 3 Mei 2011 ini berhasil  mendapatkan 7 medali emas. MILS pun mewakili Malang untuk naik podium juara, lantaran panitia menetapkan klub yang didirikan oleh Haryo Drajat, ini sebagai juara III Kejuaraan Sepatu Antar Klub Piala Bupati Malang Cup III beberapa waktu lalu.
MILS didirikan oleh tiga orang, yakni Haryo Drajat, Yuhartono dan Welly.  Saat mendirikan klub ini, ketiganya sudah bertekad siap menjadi juara. Tekad itu pun terwujud. Itu terbukti, setiap kali ikut kejuaraan, atlet yang dibawa klub ini selalu mendapat medali. Namun begitu, baru kali ini MILS mendapat juara tiga terbaik.
“Kalau atlet MILS mendapat medali sudah sering. Tapi untuk klub memang baru kali ini, dapat juara tiga terbaik,’’ urai  Manager Klub Gatot Sulistyo.
Saat mengikuti kejuaraan  di Kepanjen beberapa waktu lalu, MILS membawa 28 skater/atlet. Mereka yang terdiri dari kelompok umur A-D, Yunior dan Senior ini, mengikuti 108 kategori yang dilombakan dalam kejuaraan tersebut. Banyaknya kategori, sama sekali tidak membuat nyali anggota klub ini ciut. Sebaliknya, mereka sangat siap, lantaran memang sudah dipersiapkan jauh hari sebelumnya.
Menurut Gatot, selama ini anak-anak MILS tidak boleh manja. Mereka berlatih lima kali dalam satu minggu.  Untuk latihan, anggota klub ini tidak menggunakan satu lapangan saja, tapi empat lapangan, yakni di Velodrome, Sawojajar, di Lanud Abd Saleh, Lintasan Kanjuruhan, dan Lapangan Rampal untuk latihan fisik. Berpindah-pindah tempat latihan itu dikatakan Gatot, tak lain untuk mendapatkan suasana segar. “Biasanya anak-anak bosan, sehingga mereka butuh tempat berbeda saat latihan,’’ urainya.
 Selama latihan, anak-anak klub MILS tidak sekedar diajari teknik, tapi juga kedisiplinan. Menurut Gatot, untuk latihan tehnik semua bisa dilakukan sendiri. Tapi disiplin tidak bisa. Harus ada yang mengawasi. “Pak Yuhartonolah yang berhasil mendidik mereka. Melalui tangan dinginnya, anggota klub MILS mampu mencetak prestasi yang membanggakan,’’ puji Gatot kepada pelatih MILS Yuhartono.
Termasuk dalam dua kejuaraan nasional sepatu roda kemarin, hampir lima atlet MILS mendapat prestasi terbaik, yakni  Yosi Aditya Nugraha, Putri Aisya, Raihan, Sandy Lovely Madina, dan Delfa Amalia. Mereka mendapatkan medali emas. Bahkan, Yosi, siswa kelas IX, SMPN 21 Malang ini berhasil mendapat tiga medali emas sekaligus.
“Alhamdulillah dapat emas lagi,’’ kata Yosi, yang saat itu menerima medali emas untuk kelas eleminasi 5000 meter dan kelas Marathon 42 kilometer, Piala Bupati Cup III.  Siswa SMP 21 Malang ini langsung naik podium, sesaat setelah namanya dipanggil sebagai juara pertama.  Dengan wajah sumringah, anak pasangan Sumarsono dan Yayuk Sulistyowati ini mengaku sangat senang dengan medali yang diperolehnya itu.
“Ini bukan medali pertama, di kejuaraan antar Pengprov Piala Ibu Negara saja juga dapat medali emas di kelas marathon dan eliminasi kelas D 5000 meter,’’ katanya. Perlu diketahui Kejuaraan Sepatu Roda Antar Pengprov Piala Ibu Negara 2014 digelar sejak Kamis-Jumat  (30-31/10) lalu. Kemudian disambung dengan Kejuaraan Sepatu Roda Antar Klub Piala Bupati Malang Cup III, Sabtu-Minggu (1-2/11) lalu.
Yosi mengaku, jika prestasi yang diraihnya selama ini tidak semata-mata karena dirinya, tapi semua pihak. Mulai dari orang tua, pelaku, termasuk manager tim. Dikatakannya, jika dia berlatih sendiri, dirinya tidak mungkin mendapat prestasi seperti itu. “Pak Yu (Yuhartono), yang membuat saya seperti ini. Saya sangat berterima kasih kepadanya,’’ kata Yosi, yang mengatakan Yuhartono merupakan pelatih reguler klub MILS. Dia tidak sekedar mengajari anggota klub dengan teknik latihan, tapi juga kedisiplinan. “Pak Yu pasti marah jika kita terlambat datang latihan, alasan apapun. Tapi ini juga yang kemudian mencetak kami sebagai pribadi yang kuat, dan tangguh, dan selalu siap saat turun dalam laga,’’ kata Yosi.
Senada Putri Allysia, 9 tahun, mengatakan jika dirinya ikut klub MILS sejak 2011 lalu. Selama ini sudah ikut lebih dari 20 event kejuaraan. Meskipun tidak semuanya mendapat prestasi, siswa kelas 3 SD Plus Al Kautsar ini mengaku sangat puas. “Sudah punya 14 medali. Semuanya tingkat nasional untuk kelompok umur B Putri,’’ kata  gadis mungil ini. Allysia mengaku sangat senang, bergabung dengan MILS. Sekalipun memiliki disiplin sangat tinggi saat latihan, tapi semua anggota memiliki rasa kebersamaan yang sangat tinggi. Inilah yang membuat semua anggota selalu semangat. “Kami selalu mendukung satu dengan yang lain. Kami juga selalu memberikan semangat kepada teman-teman, agar mereka lebih semangat,’’ kata gadis peraih 1 medali emas kelas 300 ITT B Putri, Piala Bupati Malang Cup III ini.(ira ravika/ary)