Wujud Syukur Masyarakat, Selalu Dipadati Wisatawan

LARUNG SESAJI: Nelayan Pantai Bowele Lenggoksono membawa sesaji di atas kapal untuk dilarung di tengah lautan.

Memperingati pergantian tahun baru Jawa atau Suroan, banyak masyarakat menggelar ritual kebudayaan tradisional. Seperti masyarakat Desa Purwodadi Kecamatan Tirtoyudo yang mengadakan Larung Sesaji di Pantai Bowele Lenggosono, Sabtu (8/11/14) kemarin. Kegiatan itu dipadati pengunjung dan dihadiri Bupati Malang H Rendra Kresna.

Larung Sesaji ini telah ditunggu-tunggu oleh masyarakat, baik yang berasal dari Desa Purwodadi sendiri, maupun dari luar desa itu. Buktinya, sejak pagi masyarakat tampak memadati sekitar Pantai Bowele Lenggoksono menunggu digelarnya ritual. Wisatawan dari luar Malang Raya, juga turut hadir menyaksikannya.
Penantian masyarakat serta wisatawan untuk menyaksikan prosesi ritual itu, akhirnya terobati setelah iring-iringan kirab sesaji memasuki kawasan Pantai Bowele Lenggoksono. Terdapat tiga tandu Larung Sesaji yang dipanggul oleh warga. Dua tandu berisi berbagai hasil bumi dari nelayan maupun masyarakat Desa Purwodadi.
Sedangkan satu tandu lain berisi replika udang berukuran besar, sebagai simbol hasil bumi Pantai Bowele Lenggoksono. Di depan iring-iringan sesaji itu, tampak Bupati Malang H Rendra Kresna didampingi Kades Purwodadi Muhammad Sodiq.
“Tahun kemarin, kepiting berukuran besar yang menjadi replikanya. Sedangkan tahun ini, replika udang besar. Itu hanya simbol hasil yang diperoleh nelayan di Pantai Bowele Lenggoksono ini,” ujar Kades Muhammad Sodiq kepada Malang Post kemarin.
 Setelah sampai di Pantai Bowele Lenggoksono, tiga tandu sesaji itu ditaruh sejenak di pinggir pantai. Kemudian enam orang pemangku adat bersimpuh di belakang sesaji tersebut untuk memberikan doa. Setelah selesai memanjatkan doa, pemimpin ritual melarung dua kembar mayang yang ikut dikirab sebelumnya.
Kemudian, ketiga tandu sesaji dinaikkan ke atas kapal untuk dilarung ke tengah lautan. Ada sekitar enam orang yang membawa masing-masing tandu sesaji di tiga kapal yang disediakan. Mereka lalu berlayar ke tengah laut untuk melarung sesaji. Dibutuhkan sekitar 30 menit perjalanan pulang dan pergi dari tengah laut.
Sementara itu, masyarakat yang memadati area di pinggir pantai pun berebut tumpeng yang disediakan oleh penyelenggara. Ratusan warga ingin mendapatkan bagian dari tumpeng sebab mereka percaya siapa yang bisa meraih tumpeng itu, bakal mendapat keberkahan.
Menurut Muhammad Sodiq, Larung Sesaji rutin diadakan tiap tahun setelah pergantian tahun baru Jawa. “Kegiatan ini sebagai bentuk syukur atas rezeki yang didapatkan masyarakat dan nelayan di Desa Purwodadi. Selain itu, dengan harapan untuk tahun baru ini, keberkahan selalu menaungi masyarakat,” kata dia.
Ia mengungkapkan, Larung Sesaji sekaligus digelar dalam rangka Bersih Desa Purwodadi. Masih kata dia, dari tahun ke tahun keberkahan selalu menaungi desanya. Hal itu terjadi karena masyarakat selalu bersyukur kepada tuhan yang maha esa. Salah satu bentuknya dengan mengadakan Larung Sesaji dan bersih desa seperti.
“Selain itu, kepedulian Bapak Bupati Malang H Rendra Kresna terhadap desa kami, sungguh luar biasa. Buktinya, jalan menuju pantai ini mayoritas sudah dihotmix oleh Bapak Bupati. Sehingga memudahkan wisatawan megakses pantai ini,” kata dia.
Karena kepedulian orang nomor satu di Pemkab Malang itu terhadap Desa Purwodadi, kata dia, jumlah wisatawan dari tahun ke tahun semakin meningkat. Apalagi setiap pelaksanaan kegiatan tersebut, selalu dipadati pengunjung maupun wisatawan. Lantaran kegiatan ini sudah menjadi ciri khas Pantai Bowele Lenggoksono.
Sementara itu Bupati Malang H Rendra Kresna mengapresiasi masyarakat Desa Purwodadi yang rutin mengadakan bersih desa dan Larung Sesaji. “Kegiatan ini merupakan ura-uri kebudayaan tradisional. Bagaimanapun itu, kebudayaan tradisional harus tetap dilestarikan, meski zaman terus berkembang,” terangnya.
Melalui kegiatan seperti ini dia berharap semakin mengenalkan Pantai Bowele Lenggoksono kepada khalayak. Apalagi Pemkab, kata Bung Rendra, sapaan akrab Rendra Kresna, berkomitmen untuk mengembangkan Pantai Bowele Lenggoksono. Terlebih potensi yang ada di tempat itu sangat bagus dan masih bisa dieksplorasi lebih dalam.
“Di tempat ini, wisatawan juga bisa menyelam atau snorkling. Yang tentunya keindahan bawah laut tempat ini, belum dijamah oleh tangan-tangan jahil,” kata dia.
Dengan dikembangnya tempat tersebut baik oleh Pemkab Malang maupun swadaya masyarakat, diharapkan kemandirian desa dapat tercapai secepatnya. Terutama untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. (Binar Gumilang/han)