Persaingan Ekstra Ketat, Rebut Medali Perunggu

SEMANGAT TINGGI :  Safira Aqmarina,Arini Dina Yasmin,Nanda Durottul Hikmah dan guru pembina Wahyu Widiasuti,MPD (kanan) saat mengikuti  final Olimpiade Ilmu Sosial (OIS) ke-11.

Tiga siswi SMAN 3 Kota Malang ambil bagian dalam  final Olimpiade Ilmu Sosial (OIS)  ke-11 yang diselenggarakan BEM FISIP Universitas Indonesia di Depok Jawa Barat, akhir pekan kemarin.  Dalam event bergengsi yang diikuti puluhan finalis dari berbagai daerah se-Indonesia  tersebut, mereka berhasil merebut medali perunggu.


Kelelahan masih  meliputi Safira Aqmarina, Arini Dina Yasmin dan Nanda Durottul Hikmah  didampingi guru pembina Wahyu Widiastuti,MPd sepulang di Malang kemarin. Namun rasa lelah tersebut segera berganti keceriaan saat mereka mengungkapkan beragam pengalaman yang   diperoleh selama mengikuti sederet kegiatan di kampus FISIP UI  Depok  maupun beberapa tempat di Jakarta.
“Jadwal kegiatan dan lomba-lomba setiap hari sangat padat.  Persaingan dalam setiap lomba juga sangatlah  ketat. Tetapi kami semua selalu bersemangat tinggi dan senang. Terlebih kami tidak saja membawa nama SMAN 3 tetapi juga Kota Malang,’’ papar Safira Aqmarina kepada Malang Post.
Dalam event selama enam hari baru lalu, SMAN 3 merupakan satu-satunya wakil dari Kota Malang. Sedangkan dari Jatim keseluruhan ada empat SMA yang ikut serta, yakni  SMAN 1 Jember, SMAN 1 Tuban, SMAN 1 Situbondo serta SMAN 3 Malang. Seluruh peserta juga berkesempatan menampilkan kesenian tradisional dari daerahnya masing-masing dalam aksi unjuk budaya. Dalam kesempatan tersebut, ketiga siswi SMAN 3 yang mendapat dukungan penuh kepala sekolah Hj.Asri Widiapsari M.Pd menampilkan tari topeng Bapangan dan mendapat aplaus meriah  undangan dan peserta dari daerah lain.
Satu hal sempat membuat mereka kaget adalah besarnya support dari para alumni SMAN 3 yang saat ini kuliah di UI. Mereka bahkan sengaja  meluangkan cukup waktu untuk mendampingi perjuangan ketiga siswi ini saat bersaing ketat dengan para finalis lain dari berbagai daerah se-Indonesia.
“Kami senang  dan tidak menyangka  kakak-kakak alumni SMAN 3 terus menerus memberikan dukungan kepada kami selama mengikuti olimpiade. Kekompakan para alumni dengan kami bahkan sudah seperti keluarga sendiri.Untuk itu, kami sangat berterimakasih,” tambah Arini Dina Yasmin.
Support dari para alumni tersebut berhasil melipatgandakan semangat juang mereka untuk mengikuti berbagai lomba  dengan jadwal yang sangat padat. Berbagai lomba tersebut di antaranya mengenai Problem Solving termasuk workshop, penulisan,  pembuatan PPT Problem Solving serta melakukan presentasi. Selain itu mereka juga harus  bersaing ketat  dalam lomba penulisan dan sederet lomba lain yang sangat menguras energi dan tenaga mereka.
“Kami bersyukur,  perjuangan keras kami akhirnya tidak sia-sia belaka. Sebab dalam lomba mengenai Problem Solving inilah, kami akhirnya  merebut medali perunggu. Selain itu, kami bertiga juga memperoleh  penghargaan sebagai Finalis Olimpiade Ilmu Sosial  ke-11 tahun 2014,” urai Nanda Durottul Hikmah.
Selain  itu, mereka juga mengikuti berbagai kegiatan yang merupakan pengalaman baru dan sangat berharga bagi mereka. Di antaranya mengunjungi Rumah Perubahan, Museum Bank Indonesia, Museum Wayang dan kawasan Kota Tua di Jakarta. Para duta dari Bumi Arema ni juga mendapat materi mengenai “Self Driving, Menjadi Drivers Atau Passengers” dari praktisi bisnis dan Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen  Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia yaitu Rhenald Kasali serta sederet tokoh nasional lainnya. “Senang sekali rasanya  dapat bertemu dan berkenalan dengan para tokoh nasional termasuk Bapak Rhenald Kasali.  Itu semua kami jadikan pengalaman baru  yang sangat berharga,” urai Nanda Durottul Hikmah. (nugroho)