Kunjungi Tempat Bersejarah, Dijamu di Balai Agung

PENYELENGGARAAN Olimpiade Ilmu Sosial (OIS) ke-11 tahun 2014  di Auditorium Juwono Sudarsono FISIP UI Depok Jabar  baru lalu  meninggalkan kesan sangat mendalam bagi  tiga siswi  duta SMAN 3 Kota Malang. Mereka menjadikan berbagai pengalaman baru yang diterima dalam ajang bergengsi  tersebut sebagai tambahan bekal untuk terus mengukir prestasi.

Setelah beberapa hari mengikuti berbagai lomba dan kegiatan yang sangat padat, para finalis  dari berbagai daerah se-Indonesia berkesempatan mengunjungi berbagai tempat bersejarah di Jakarta. Termasuk kawasan Kota Tua,museum Bank Indonesia,museum Wayang,museum Keramik dan beberapa obyek wisata bersejarah  di ibukota lainnya.
‘’Selain didampingi panitia,kami  dipandu oleh komunitas Historia dari Jakarta yang selama ini sangat peduli melestarikan tempat bersejarah di Jakarta. Kami diajak untuk terus merawat dan menjaga tempat-tempat bersejarah di daerah kami masing-masing,’’ papar  Safira Aqmarina,Arini Dina Yasmin dan Nanda Durottul Hikmah kepada Malang Post kemarin.
Tiga siswi kelas  XII IPS 2 ini memaparkan sangat antusias terhadap pelestarian tempat bersejarah di Jakarta seraya mengharapkan hal tersebut juga terjadi di Kota Malang. Khususnya gedung dan bangunan yang telah menjadi  cagar budaya wajib  terus dipertahankan di Bumi Arema.
 ‘’Hal tersebut tidak hanya tugas dari pemerintah,tetapi semua pihak harus bersama-sama ikut menjaga dan mempertahankan. Terlebih keberadaan gedung dan bangunan kuno juga dapat menjadi tarik bagi wisatawan untuk mengunjungi Kota  Malang,’’ urai Nanda Durottul Hikmah.
Mereka juga menguraikan  terlebih  jumlah obyek wisata di Kota Malang sebenarnya sangatlah minim. Tetapi jika  gedung dan bangunan kuno  yang cukup banyak terdapat di daerah ini  dipertahankan  dan dirawat dengan baik maka dapat menjadi obyek wisata menarik. Tidak saja bagi wisatawan domestik tetapi juga dari manca negara.
‘’Termasuk beberapa bangunan tempat ibadah seperti Masjid Agung Jamik, beberapa gereja di Kota Malang maupun kelenteng Eng An Kiong di Jalan Laksda Martadinata yang sudah berusia ratusan tahun,dapat menjadi obyek menarik bagi wisatawan.Untuk itu kita semua wajib terus melestarikan,’’tambah Arini Dina Yasmin.
Selain mengunjungi berbagai  tempat bersejarah, mereka juga berkesempatan mengungi beberapa komunitas Non-Goverment Organization (NGO) dan  beberapa tempat yang memperlihatkan secara langsung penerapan dalam memanfaatkan potensi daerah untuk membangun masyarakat. Hal ini sesuai dengan tema OIS ke-11 tahun 2014 yaitu ‘’Meningkatkan Kesadaran Pemuda Terhadap Potensi Kedaerahan’’.
Satu  pengalaman menarik lain mereka peroleh pada hari terakhir adalah menghadiri jamuan makan malam yang dilaksanakan oleh Plt Gubernur DKI Jaya Ahok di Balai Agung  Pemda DKI Jakarta. ‘’Bapak Ahok berhalangan hadir dan diwakili oleh pejabat Pemda DKI Jakarta dalam acara  yang dikemas penuh keakraban ini. Kami merasa senang  mendapat banyak teman baru dari seluruh daerah se-Indonesia dari mengikuti OIS ini,’’ tutur Safira Aqmarina. Diungkapkan bahwa 30 regu finalis peserta OIS tahun ini berasal dari sebanyak 14  propinsi, yakni DKI Jakarta, Jabar, Banten, Jatim, Jateng, Bangka Belitung, Sumsel, Aceh, Sumut, Sumbar, Kaltim, Sulsel, Bali dan NTB.
Sementara itu, Kasek SMAN 3 Hj. Asri Widiapsari MPd menyatakan sangat bangga atas perjuangan gigih duta SMAN 3 yang didampingi guru pembina Wahyu Widiastuti MPd baru lalu. Ia menuturkan berbagai prestasi yang diraih para siswa SMAN 3 akan mendapat apresiasi tersendiri sehingga menimbulkan kebanggaan bagi para siswa.
‘’Seperti medali perunggu yang direbut para siswa  dalam OIS tahun ini, nanti akan kami pajang di sekolah. Beberapa tahun lalu mereka akan ke sekolah,dapat menunjukkan kepada anaknya bahwa inilah medali yang pernah mereka raih.Hal ini tentu dapat semakin memotivasi siswa untuk terus meraih prestasi dalam berbagai bidang,’’ seru Asri Widiapsari. (nugroho)